FIFA Didesak Ubah Aturan Piala Dunia 2026 usai Insiden Mengerikan Julio Enciso

FIFA mungkin terpaksa melakukan perubahan aturan Piala Dunia 2026 setelah insiden Julio Enciso pada laga Paraguay versus Australia.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 27 Juni 2026, 10:15 WIB
Alessandro Circati #3 dari Timnas Australia memeriksa Julio Enciso #19 dari Paraguay setelah yang terakhir menabrak papan selama pertandingan Grup D Piala Dunia 2026 antara Paraguay dan Australia di Stadion San Francisco Bay Area pada 26 Juni 2026 di Santa Clara, California. (Stu Forster/Getty Images melalui AFP)

Bola.com, Jakarta - FIFA mendapat desakan untuk segera mengevaluasi satu di antara aspek penyelenggaraan Piala Dunia 2026 menyusul insiden yang menimpa pemain Paraguay, Julio Enciso, saat menghadapi Australia pada laga terakhir fase grup, Jumat kemarin.

Pertandingan yang berakhir imbang tanpa gol itu memastikan Australia lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up grup. Sementara Paraguay juga berpeluang melangkah ke fase gugur sebagai satu di antara tim peringkat ketiga terbaik.

Advertisement

Namun, hasil pertandingan bukan menjadi satu-satunya sorotan. Julio Enciso mengalami benturan keras setelah tubuhnya menghantam papan iklan di sisi lapangan Stadion San Francisco Bay Area ketika berusaha mengejar bola.


Desakan ke FIFA

Julio Enciso (19) dari Timnas Paraguay dibantu berdiri oleh Alessandro Circati (3) dari Australia setelah menabrak papan pembatas lapangan saat pertandingan Grup D Piala Dunia antara Paraguay dan Australia di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Jumat, 26 Juni 2026. (AP Photo/Jeff Chiu)

Kendati sempat terkapar, pemain Strasbourg tersebut mampu bangkit dan melanjutkan pertandingan hingga usai.

Insiden itu tetap memunculkan kekhawatiran terkait keselamatan para pemain selama Piala Dunia 2026 berlangsung.

Pelatih Timnas Paraguay, Gustavo Alfaro, pun meminta FIFA meninjau ulang jarak antara papan iklan dengan garis lapangan.

"Saya pikir akan lebih baik jika ada ruang yang lebih luas. Intensitas pertandingan sangat tinggi dan ketika pemain kehilangan keseimbangan, mereka bisa terjatuh lalu mengalami cedera. Hal-hal seperti ini bisa saja terjadi. Mungkin kita perlu memikirkan kembali dan mengevaluasi hal tersebut," ujar Alfaro.


Persoalan Papan Iklan

Suasana tribun Gillette Stadium di Foxborough, Boston, AS, menjelang pertandingan fase grup Piala Dunia 2026, Kamis (18/6/2026). Hamparan rumput yang terawat, tribun berkapasitas lebih dari 65 ribu penonton, serta fasilitas modern menjadi daya tarik stadion yang menjadi salah satu venue penyelenggara Piala Dunia 2026 tersebut. (KLY Sports/Hery Kurniawan/Adv/Powerade)

Sepanjang Piala Dunia 2026, banyak pengamat juga menyoroti posisi papan iklan yang dinilai terlalu dekat dengan garis tepi lapangan di sejumlah stadion.

Kondisi tersebut satu di antaranya dipengaruhi ukuran stadion NFL yang menjadi venue Piala Dunia. Lapangan NFL memiliki dimensi lebih kecil dibanding lapangan sepak bola sehingga ruang di luar garis lapangan menjadi lebih sempit.

Beberapa stadion bahkan telah menjalani renovasi agar memenuhi standar ukuran lapangan FIFA. Meski demikian, persoalan ruang antara lapangan dan papan iklan kini dinilai perlu mendapat perhatian lebih apabila berpotensi membahayakan pemain.

Apabila FIFA memutuskan melakukan perubahan, langkah tersebut diharapkan dapat diterapkan sebelum babak 32 besar dimulai pada Minggu mendatang atau Senin (29-6-2026) dini hari WIB.


Kritik Jeda Hidrasi

Para pemain Spanyol minum saat istirahat minum dalam pertandingan Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Cabo Verde di Stadion Atlanta pada 16 Juni 2026 di Atlanta, Georgia. (Buda Mendes/Getty Images via AFP)

Selain persoalan keselamatan pemain, FIFA masih menghadapi kritik terkait kebijakan jeda hidrasi (hydration break) yang diterapkan pada setiap pertandingan Piala Dunia 2026.

Sejumlah pihak menilai FIFA memanfaatkan jeda tiga menit tersebut agar stasiun televisi memiliki kesempatan menayangkan iklan. Namun, Presiden FIFA, Gianni Infantino, membantah anggapan tersebut.

Menurut Infantino, alasan utama diberlakukannya jeda hidrasi adalah faktor cuaca panas serta padatnya jadwal pertandingan.

Ia juga menegaskan FIFA ingin memastikan seluruh tim bertanding dalam kondisi yang sama sehingga setiap laga tetap memiliki jeda istirahat, tanpa dipengaruhi perbedaan suhu di masing-masing stadion.

 

Sumber: Express


Berita Terkait