Bola.com, Jakarta - Legenda Timnas Prancis, Thierry Henry, mengungkapkan mengapa megabintang Timnas Argentina, Lionel Messi, menjadi sangat berbahaya ketika berada di Zona 14 selama Piala Dunia 2026.
Setelah mengukir hattrick ke gawang Aljazair pada pertandingan Grup J Piala Dunia 2026, Messi kembali menjadi aktor kemenangan Argentina dengan menyumbangkan dua gol ke gawang Austria pada partai kedua.
Messi, yang kini sudah berusia 39 tahun, melampaui catatan striker legendaris Timnas Jerman, Miroslav Klose, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah Piala Dunia 2026.
Dua golnya ke gawang Austria menambah total torehannya menjadi 18 gol di Piala Dunia.
Kegeniusan Messi telah dianalisis oleh banyak orang, termasuk oleh mantan rekan setimnya di Barcelona, Thierry Henry.
Henry memberikan pandangannya tentang mengapa mantan pemain PSG itu sangat efektif di sepertiga akhir lapangan. Henry memberikan analisis menarik mengenai keberhasilan Messi mengubah permainan dari Zona 14.
Zona Kotak Emas
Dalam analisis taktis modern, lapangan dibagi menjadi kisi-kisi berisi 18 zona, yang terdiri dari enam barihorizontal dan tiga kolom vertikal. Sementara itu, Zona 14 adalah persegi panjang tengah di sepertiga akhir penyerangan yang terletak tepat di antara area lini tengah pusat dan kotak penalti.
Ada alasan mengapa area ini sering disebut sebagai "kotak emas". Data statistik menunjukkan bahwa tim-tim sukses seperti skuad Prancis yang menjuarai Piala Dunia 1998 memiliki performa yang lebih baik di Zona 14.
Thierry Henry, tentu saja, merupakan bagian dari tim Prancis tersebut. Ia tahu betul pentingnya memiliki pemain dengan teknik tinggi yang dapat dengan cepat mengubah arah serangan lewat umpan pendek atau tusukan yang meliuk-liuk.
"Dengar, kita bicara tentang Lionel Messi yang hidup, bernapas, tidur, hingga minum kopi di zona itu. Zona 14. Biarkan saya menjelaskannya kepada Anda. Zona 14 adalah area sentral tepat di luar kotak penalti lawan. Tepat di tempat saya berdiri sekarang," kata Henry.
Sumber Gol Messi
Di masa lalu, pemain seperti Zinedine Zidane dan Dennis Bergkamp sangat berkembang di bagian lapangan tersebut. Akan tetapi bagi banyak orang, Messi adalah raja yang tak terbantahkan di Zona 14.
"Kita semua tahu bahwa zona 17 adalah zona di mana Anda paling banyak mencetak gol. Jelas, karena di situlah gawang berada. Tetapi, jika Anda tahu cara berkeliaran di sini dan memahami permainan, Anda bisa mencetak banyak gol,” katanya.
"Lionel Messi tahu persis bagaimana cara menetap di sini. Ini adalah rumahnya. Di sinilah dia mencetak banyak sekali gol. Seperti yang akan kita lihat di sini. Ini adalah dia saat melawan Aljazair. Aljazair bermain dengan situasi mid-block (blok pertahanan menengah)."
"Dan sekarang bola akan keluar. Kita semua tahu bola itu akan sampai kepadanya dari tarikan umpan. Dan di sini, di Zona 14, para striker melakukan pergerakan menusuk," ulas eks pemain Arsenal tersebut.
Dilema Bek Lawan
Henry juga menjelaskan pergerakan semacam ini memang membuat bek lawan mengalami dilema. Menurutnya, itu adalah area yang cukup berbahaya, terutama bisa dimaksimalkan pemain seperti Messi.
"Jika ada bek yang keluar untuk menutup ruang, mereka harus menghadapi umpan dari Lionel Messi. Dan kemudian dia mencetak gol dan menyelesaikannya dengan sempurna. Sekarang, saat melawan Aljazair. Momen yang berbeda. Dalam situasi transisi, dia berada di Zona 11," katanya.
"Memasuki Zona 14. Bola mengalir ke Zona 13. Bola kembali lagi kepadanya. Tidak ada yang bisa bertahan menghadapi hal itu ketika Anda berada dalam situasi transisi. Ini rumit karena ketika bola memasuki Zona 13 atau bisa masuk ke Zona 16, semua orang akan merangsek ke kotak penalti dengan berlari."
"Jika Anda cukup cerdas untuk mundur selangkah, menerima bola, dan tentunya memiliki kualitas seperti Lionel Messi, Anda bisa mencetak gol," ujar Henry.
Sumber: Sportbible