Pemerintah AS Blokir 400 Situs Streaming Ilegal Piala Dunia 2026, Hati-Hati Jadi Korban Pembobolan Akun Bank

Pemerintah Amerika Serikat telah menyita hampir 400 domain internet yang digunakan untuk menyiarkan pertandingan Piala Dunia 2026 secara ilegal.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 28 Juni 2026, 10:00 WIB
Ilustrasi Live Streaming Ilegal

Bola.com, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat telah menyita hampir 400 domain internet yang digunakan untuk menyiarkan pertandingan Piala Dunia 2026 secara ilegal.

Pengguna situs ini sangat rentan terhadap pembobolan data pribadi hingga akun perbankan.

Advertisement

Departemen Keadilan AS (Department of Justice), menyatakan domain-domain tersebut dapat diidentifikasi dengan bantuan badan sepak bola dunia, FIFA, serta pihak lainnya, termasuk NBC Universal dan Warner Brothers.

Domain-domain tersebut digunakan untuk menawarkan konten yang dilindungi hak cipta kepada pengguna secara ilegal, berupa siaran langsung pertandingan Piala Dunia saat sedang dimainkan dan ditayangkan untuk pertama kalinya.

"Para penyiar ilegal ini tidak hanya melanggar hukum hak cipta, tetapi juga mengekspos penonton terhadap potensi ancaman, termasuk serangan malware dan koneksi tidak aman yang dapat membahayakan data pribadi serta keuangan," kata Eric Weindorf, agen khusus yang bertanggung jawab dalam kasus ini.


Hati-Hati Situs Tidak Resmi

Ilustrasi, logo Piala Dunia 2026. (Dok. fifa.com)

DOJ menjelaskan server dan domain yang terkait dengan penyiaran tanpa izin dari pertandingan turnamen tersebut menjadi target di Peru dan Bulgaria.

Mereka mengatakan gangguan tambahan terhadap jaringan ilegal juga dilakukan di Kroasia, Rumania, Polandia, dan Kolombia.

Menurut FIFA, jumlah penonton yang hadir langsung di stadion telah memecahkan rekor sepanjang masa. Berdasarkan data Nielsen, pertandingan minggu lalu menjadi satu di antara program televisi yang paling banyak ditonton.

Kemenangan Amerika Serikat atas Australia menempati posisi teratas dalam daftar tersebut.

Selain itu, para pakar keamanan siber memperingatkan para penggemar sepak bola untuk berhati-hati terhadap situs web, aplikasi, dan tautan palsu yang menjanjikan siaran langsung (live streaming) Piala Dunia FIFA secara gratis.

Mereka menyatakan penjahat siber memanfaatkan turnamen ini untuk mencuri data pribadi, detail perbankan, dan akun daring online.


Jadi Sasaran Peretas

Jonathan David merayakan gol yang dicetaknya bersama rekan setimnya, Stephen Eustaquio, setelah mencetak gol ke gawang Qatar dalam laga kedua Grup B Piala Dunia 2026 di Vancouver, British Columbia, Jumat (19/6/2026) pagi WIB. Jonathan David mencetak hattrick dan Kanada menang telak 6-0 dalam laga ini. (Darryl Dyck/The Canadian Press via AP)

Dengan jutaan penggemar yang mencari cara untuk menonton laga, para penipu memanfaatkan antusiasme tersebut dengan mempromosikan penawaran seperti "Tonton Piala Dunia gratis", "Streaming langsung kualitas HD tanpa langganan", dan "Tiket Piala Dunia Gratis".

Menurut laporan internasional, lebih dari 19.000 situs web penipuan yang terkait dengan Piala Dunia telah muncul di internet.

Perusahaan keamanan siber Kaspersky juga melaporkan lonjakan tajam dalam kampanye penipuan, dengan mengidentifikasi setidaknya 336 situs web palsu yang meniru platform resmi turnamen tersebut.

Para pakar mengatakan, penjahat siber sering kali menyebarkan tautan berbahaya melalui email, media sosial, dan aplikasi pesan instan.

Tautan-tautan ini mengarahkan pengguna ke situs web palsu, kemudian mereka mungkin diminta untuk memasukkan informasi pribadi, detail perbankan, atau kata sandi akun.

Dalam beberapa kasus, mengklik tautan tersebut secara diam-diam akan menginstal malware yang memungkinkan penyerang mencuri berkas, foto, dan kata sandi yang tersimpan, atau bahkan mendapatkan akses jarak jauh ke perangkat korban.

 


Jangan Asal Unduh Aplikasi

Ilustrasi Aplikasi HP (Image by Peggy und Marco Lachmann-Anke from Pixabay)

Ponsel pintar juga telah menjadi target utama, dengan munculnya aplikasi palsu yang mengeklaim dapat menyediakan skor langsung hingga layanan streaming. Mengunduh aplikasi ini dari sumber yang tidak resmi dapat memberikan penyerang akses ke kontak, pesan, foto, dan bahkan lokasi pengguna.

Serangan phishing juga meningkat selama acara olahraga besar. Penipu sering kali mengirim pesan menggunakan logo organisasi olahraga terkenal, mempromosikan penawaran tiket palsu, atau langganan streaming dengan harga diskon.

Begitu pengguna memasukkan detail login mereka, peretas dapat mengambil alih akun tersebut.

Adnan Sajid, pemilik toko peralatan satelit di Abu Dhabi, mengatakan kecerdasan buatan (AI) telah mempermudah para penjahat untuk membuat platform streaming palsu yang sangat mirip dengan situs web sah.

"Pengguna mengklik tombol 'Tonton Sekarang' dengan harapan dapat melihat pertandingan, tetapi mereka malah dialihkan ke situs web berbahaya atau diminta untuk mendaftar menggunakan informasi pribadi mereka," katanya.

 

Sumber: The Atletics, Gulfnews

Berita Terkait