Pamer Gaya Rambut Baru, Alejandro Garnacho Malah Banjir Kritik di Media Sosial

Gaya rambut baru Alejandro Garnacho tuai kontroversi, warganet singgung cultural appropriation.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 28 Juni 2026, 14:30 WIB
Gelandang Chelsea asal Argentina bernomor punggung 49, Alejandro Garnacho, merayakan gol kedua timnya selama pertandingan leg pertama semifinal Piala Liga Inggris (Carabao Cup) antara Chelsea dan Arsenal di Stamford Bridge, London, Jumat (15-1-2026) dini hari WIB. Arsenal memenangkan pertandingan dengan skor 3-2. (Ben STANSALL/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pemain Chelsea, Alejandro Garnacho, menjadi sorotan di media sosial setelah memperlihatkan penampilan barunya. Bukan karena aksi di lapangan, melainkan gaya rambut yang menuai kontroversi.

Winger berusia 21 tahun itu memang dikenal gemar berganti gaya rambut sejak berkarier di Premier League. Namun, perubahan terbarunya justru memancing reaksi negatif dari sebagian warganet.

Advertisement

Garnacho mengunggah video di TikTok yang memperlihatkan rambutnya kini dikepang rapat hingga ke kulit kepala.

Gaya rambut seperti "cornrows" dan "box braids" diketahui memiliki akar yang kuat dalam budaya Afrika.

Selain menjadi bagian dari identitas budaya, model rambut tersebut juga memiliki makna yang berkaitan dengan status sosial hingga sejarah perjuangan masyarakat Afrika.


Tuai Kritik di Media Sosial

Alejandro Garnacho mencetak gol kemenangan Chelsea atas Wrexham, Minggu (8/3/2026) (AP Photo/Jon Super)

Penampilan baru Garnacho langsung memicu perdebatan di media sosial. Sejumlah pengguna menuding mantan pemain Manchester United itu melakukan cultural appropriation atau apropriasi budaya.

Salah seorang pengguna media sosial menulis, "Apakah Garnacho tahu kalau ini termasuk cultural appropriation?"

Komentar lain berbunyi, "Apa kamu tidak tahu bahwa cultural appropriation itu salah, atau memang tidak peduli?"

Pengguna lainnya juga mempertanyakan keputusan Garnacho mengadopsi gaya rambut tersebut.

"Apakah dia tidak sadar kalau ini cultural appropriation?"

Ada pula yang menyebut penampilan baru Garnacho memalukan dan menilai sang pemain selalu menjadi tren karena alasan yang salah.

Gelandang Chelsea asal Argentina nomor punggung 49, Alejandro Garnacho, bereaksi di akhir pertandingan Premier League antara Brentford dan Chelsea di Gtech Community Stadium, London, pada 13 September 2025. (HENRY NICHOLLS /AFP)

Belum Bersinar di Chelsea

Garnacho bergabung dengan Chelsea dari Manchester United pada musim panas tahun lalu dengan nilai transfer mencapai 40 juta paun.

Namun, musim perdananya di Stamford Bridge belum berjalan sesuai harapan. Pemain asal Argentina itu hanya mencetak satu gol dalam 24 penampilan di Premier League.

Kontribusinya lebih terlihat di kompetisi piala. Garnacho membukukan tujuh gol dalam 19 pertandingan yang dijalani di Piala FA, Piala Liga Inggris, dan Liga Champions.

Sejak menjalani debut bersama Timnas Argentina pada 2023, Garnacho telah mengoleksi delapan caps. Namun, performanya yang belum konsisten bersama Chelsea membuatnya tidak masuk skuad Argentina untuk Piala Dunia.


Jelang Pramusim

Alejandro Garnacho dan Bryan Mbeumo berebut bola dalam laga Liga Inggris antara Chelsea vs Manchester United di Stamford Bridge, 19 April 2026. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Meski demikian, Garnacho masih terikat kontrak jangka panjang di Stamford Bridge hingga 2032 dengan bayaran sekitar 110 ribu paun per pekan.

Dalam waktu dekat, ia dijadwalkan kembali bergabung bersama rekan-rekannya di pusat latihan Cobham untuk menjalani pramusim.

Chelsea akan menggelar tur pramusim ke Australia dan Hong Kong pada Juli.

The Blues dijadwalkan menghadapi Western Sydney Wanderers dan Tottenham Hotspur di Accor Stadium, Sydney, sebelum bertolak ke Hong Kong untuk menghadapi Juventus di Kai Tak Stadium dalam ajang Hong Kong Football Festival pada 5 Agustus.

 

Sumber: The Sun

Berita Terkait