Spanyol Dilanda Badai Cedera Jelang Babak Gugur Piala Dunia 2026

Spanyol Dilanda Badai Cedera Jelang Babak Gugur Piala Dunia 2026

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 28 Juni 2026, 18:15 WIB
Pemain Timnas Spanyol, Lamine Yamal dan Nico Williams, bercanda saat mengikuti sesi latihan jelang laga final melawan Inggris di Donaueschingen, Jerman. (AP Photo/Manu Fernandez)

Bola.com, Jakarta - Timnas Spanyol sukses menutup fase grup Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup H setelah menaklukkan Uruguay dengan skor tipis 1-0.

Namun, kemenangan tersebut harus dibayar mahal lantaran dua pemain sayap andalan mereka, Nico Williams dan Yeremy Pino, mengalami cedera yang membuat pelatih Luis de la Fuente dipusingkan menjelang babak 32 besar.

Advertisement

Nico Williams terpaksa ditarik keluar lebih awal setelah mengeluhkan masalah pada pangkal paha. Sementara itu, Yeremy Pino mengalami cedera bahu di penghujung babak kedua. Meski sempat mendapat perawatan dan menahan rasa sakit, winger Villarreal tersebut tetap memaksakan diri menyelesaikan pertandingan.

Seusai laga, Luis de la Fuente mengungkapkan kondisi kedua pemainnya.

"Nico hanya mengalami sedikit rasa tidak nyaman. Bisa jadi hanya kelelahan atau mungkin ada sedikit tarikan otot," ujar De la Fuente.

Namun, kondisi Yeremy Pino sempat membuat sang pelatih jauh lebih khawatir.

"Yang paling menyakitkan adalah apa yang terjadi pada Yeremy. Sangat mungkin dia harus melewatkan sisa turnamen. Apa yang dia lakukan dengan tetap bermain adalah tindakan yang heroik," kata De la Fuente.


Hasil Tes Bawa Kabar Sedikit Melegakan

Pemain Spanyol, Yeremy Pino (tengah), menerima ucapan selamat setelah mencetak gol pembuka bagi timnya dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Georgia di Stadion Manuel Martinez Valero, Elche, Spanyol, Minggu (12-10-2025) dini hari WIB. (Foto AP/Alberto Saiz)

Kekhawatiran Spanyol sempat memuncak setelah De la Fuente menduga Pino mengalami patah tulang selangka. Beruntung, hasil pemeriksaan lanjutan yang dilakukan pada Sabtu membantah dugaan tersebut.

Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) memastikan Yeremy Pino hanya mengalami cedera berupa keseleo pada bahu, bukan patah tulang. Sementara itu, Nico Williams didiagnosis mengalami cedera otot adduktor kanan akibat benturan keras saat menghadapi Uruguay.

"Dua cedera tersebut berada dalam kategori sedang dan proses pemulihan keduanya akan menentukan apakah mereka bisa kembali bermain dalam turnamen ini," demikian pernyataan resmi RFEF.


Opsi Luis de la Fuente Semakin Menipis

Penyerang Spanyol #25, Victor Munoz Villanueva, merayakan gol ketiga timnya selama pertandingan persahabatan internasional antara Spanyol dan Serbia di Stadion La Ceramica di Vila-real pada 27 Maret 2026. (JOSE JORDAN/AFP)

Masalah cedera sebenarnya sudah menghantui Spanyol sejak sebelum Piala Dunia dimulai. Nico Williams dan Lamine Yamal datang ke turnamen dengan kondisi belum sepenuhnya bugar setelah sama-sama mengalami cedera hamstring pada April lalu.

Meski Yamal kini telah pulih dan kembali menjadi andalan di sisi kanan serangan, situasi berbeda dialami Victor Munoz. Pemain muda yang baru bergabung dengan Liverpool dari Osasuna itu masih belum menjalani debut di Piala Dunia akibat cedera otot kaki.

Apabila Nico Williams, Yeremy Pino, dan Victor Munoz sama-sama belum siap tampil, pilihan De la Fuente di sektor sayap menjadi sangat terbatas.


Gavi dan Oyarzabal Bisa Jadi Solusi

Dengan stok pemain sayap yang menipis, De la Fuente memiliki beberapa alternatif untuk menjaga keseimbangan tim.

Salah satunya adalah kembali memainkan Gavi sebagai winger kiri, seperti ketika Spanyol bermain imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde pada fase grup.

Opsi lain adalah menggeser Mikel Oyarzabal ke sisi kiri. Dengan skema tersebut, Ferran Torres atau Borja Iglesias dapat dipercaya mengisi posisi penyerang tengah, sementara Lamine Yamal tetap mengawal sisi kanan lini serang.

Kini, tim medis Spanyol berpacu dengan waktu agar Nico Williams maupun Yeremy Pino bisa pulih sebelum fase gugur dimulai. Kehadiran keduanya dinilai sangat penting bagi La Furia Roja yang memburu gelar juara dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah.

Berita Terkait