Pulang dari Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo Dihujani Umpatan, Ratusan Polisi Berjaga di Bandara Incheon

Kepulangan Timnas Korea Selatan dan sang pelatih, Hong Myung-bo, disambut protes dan cemoohan suporter.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 30 Juni 2026, 09:30 WIB
Seorang pria memegang spanduk bertuliskan "Hong Myung-bo! Ludahkan uangnya dan keluar! Bubarkan KFA" sambil menunggu kedatangan pelatih kepala Timnas Korea Selatan, Hong Myung-bo, yang telah mengumumkan pengunduran dirinya setelah timnya tersingkir di babak penyisihan grup Piala Dunia FIFA 2026, di Bandara Internasional Seoul-Incheon, Incheon pada 30 Juni 2026. Kekalahan telak Korea Selatan di babak pertama Piala Dunia telah memicu kemarahan di dalam negeri dan seruan untuk perombakan total di pucuk pimpinan belum mereda setelah pengunduran diri pelatih. Pelatih Korea Selatan mengundurkan diri pada 28 Juni 2026, sehari setelah timnya tersingkir dari babak penyisihan grup Piala Dunia dan setelah mendapat kecaman dari presiden negara tersebut. (JADE GAO/AFP)

Bola.com, Jakarta - Suasana ricuh mewarnai kepulangan Timnas Korea Selatan di Bandara Internasional Incheon, Selasa (30-6-2026) dini hari waktu setempat.

Pelatih Hong Myung-bo yang baru saja mengundurkan diri usai kegagalan di Piala Dunia 2026 menjadi sasaran kemarahan ratusan suporter yang telah menunggu sejak beberapa jam sebelumnya.

Advertisement

Ratusan polisi, wartawan, dan suporter memenuhi area kedatangan bandara ketika Hong bersama delapan pemain tiba sekitar pukul 03.51 waktu setempat. Sejumlah suporter bahkan sudah berada di lokasi sejak pukul 02.00 hingga 03.00 dini hari.

Mereka membawa berbagai spanduk bernada protes. Ada yang mengangkat gambar lambang Federasi Sepak Bola Korea (KFA) dengan pita hitam, sementara lainnya membentangkan tulisan seperti "Sepak bola Korea Selatan telah mati" serta "Hong Myung-bo, kembalikan 2 miliar won dan mundur."


Umpatan Suporter

Pelatih kepala Timnas Korea Selatan, Hong Myung-bo, yang telah mengumumkan pengunduran dirinya setelah timnya tersingkir di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026, tiba di Bandara Internasional Seoul-Incheon, di Incheon pada 30 Juni 2026. Kekalahan telak Korea Selatan di babak pertama Piala Dunia telah memicu kemarahan di dalam negeri dan seruan untuk perombakan total di pucuk pimpinan belum mereda setelah pengunduran diri pelatih Hong Myung-bo. Pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo, mengundurkan diri pada 28 Juni 2026, sehari setelah timnya tersingkir dari babak penyisihan grup Piala Dunia dan setelah mendapat kecaman dari presiden negara tersebut. (JADE GAO/AFP)

Begitu layar bandara menampilkan informasi kedatangan pesawat yang diyakini membawa rombongan timnas, teriakan suporter langsung bergema.

Mereka meneriakkan nama Hong Myung-bo disertai umpatan agar sang pelatih segera keluar.

Saat Hong muncul bersama Park Hang-seo, Direktur Tim Pendukung Piala Dunia, pemain seperti Lee Kang-in, Jo Hyeon-woo, Hwang In-beom, dan lainnya, suasana makin memanas.

Suporter menabuh drum yang biasa digunakan di stadion sambil meneriakkan, "Hong Myung-bo keluar!" dan "Bertanggung jawablah!"

Hong sempat melirik ke arah kerumunan sebelum terus berjalan menuju pintu keluar bandara dengan wajah serius. Ia juga tidak memberikan jawaban ketika ditanya wartawan apakah memiliki pesan untuk para pendukung yang kecewa.


Ratusan Aparat Keamanan

Para pemain Timnas Korea Selatan tiba setelah tersingkir di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 di Bandara Internasional Seoul-Incheon, Incheon pada 30 Juni 2026. Kekalahan telak Korea Selatan di babak pertama Piala Dunia telah memicu kemarahan di dalam negeri dan seruan untuk perombakan total di pucuk pimpinan belum mereda meskipun pelatih mengundurkan diri. Pelatih Korea Selatan mengundurkan diri pada 28 Juni 2026, sehari setelah timnya tersingkir dari babak penyisihan grup Piala Dunia dan setelah mendapat kecaman dari presiden negara tersebut. (JADE GAO/AFP)

Sekitar 40 menit kemudian, Ketua KFA, Chung Mong-gyu, juga tiba di Bandara Incheon. Kedatangannya kembali memicu teriakan dari suporter yang melontarkan sindiran sehingga suasana tetap tegang.

Berbeda dari tradisi yang berlangsung sejak Piala Dunia 2002, kali ini tidak ada acara penyambutan resmi bagi timnas di bandara.

Keputusan tersebut diambil karena adanya kekhawatiran akan potensi kekerasan atau bentrokan fisik dengan rombongan tim.

Sebanyak lebih dari 160 personel kepolisian diterjunkan untuk mengamankan area kedatangan.


Pencapaian Terburuk

Gelandang Timnas Korea Selatan, Park Jin-seob, bersama rekan-rekannya bereaksi setelah kalah dalam pertandingan Grup A Piala Dunia 2026 antara Afrika Selatan melawan Korea Selatan di Monterrey Stadium, Guadalupe, Meksiko, pada 24 Juni 2026. (Yuri CORTEZ / AFP)

Korea Selatan mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia 2026 di posisi ketiga Grup A dengan koleksi tiga poin hasil satu kemenangan dan dua kekalahan. Hasil itu membuat mereka gagal melaju ke babak 32 besar.

Kekalahan 0-1 dari Afrika Selatan dalam laga yang dijuluki "bencana Monterrey" memicu kekecewaan publik karena hasil imbang sebenarnya sudah cukup untuk menjaga peluang lolos.

Dalam edisi perdana Piala Dunia yang diikuti 48 tim ini, Korea Selatan juga mencatat finis di peringkat ke-34, yang menjadi pencapaian terburuk mereka dalam sejarah turnamen.

Hong Myung-bo mengundurkan diri sebagai pelatih kepala pada 29 Juni di markas tim di Guadalajara, Meksiko, setelah kegagalan lolos dari fase grup dipastikan. Sementara itu, kapten Son Heung-min bersama sisa pemain dan staf pelatih dijadwalkan pulang secara bertahap hingga 1 Juli.

 

Sumber: Chosun


Berita Terkait