Jurgen Klopp Geram VAR Batalkan Gol Kemenangan Jerman atas Paraguay di 32 Besar Piala Dunia 2026: Kalau Dianulir, Arsenal Tak Akan Juara

Timnas Jerman harus mengakhiri perjalanan di babak 32 Piala Dunia 2026 dengan cara yang pahit.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 30 Juni 2026, 12:00 WIB
Menjelang berakhirnya musim 2022/2023, sejumlah klub telah mengambil ancang-ancang untuk membangun skuad untuk musim 2023/2024. Tak terkecuali salah satu raksasa Liga Inggris Liverpool. Beberapa pemain telah masuk radar pelatih Jurgen Klopp untuk diboyong ke Anfield musim depan. Selain karena penampilan apik yang membuat Jurgen Klopp kepincut, hal-hal eksternal seperti keengganan sang pemain untuk memperpanjang kontrak dengan klub pemilik bisa jadi penguat 5 pemain berikut benar-benar akan berlabuh di Liverpool. Kita tunggu saja. (AFP/Paul Ellis)

Bola.com, Boston - Timnas Jerman harus mengakhiri perjalanan di babak 32 Piala Dunia 2026 dengan cara yang pahit. Tim berjuluk Die Mannschaft itu tersingkir setelah kalah dari Timnas Paraguay melalui drama adu penalti.

Setelah bermain 1-1 sepanjang 120 menit di Boston Stadium, Boston, Selasa (30-6-2026) pagi WIB, Jerman menyerah 3-4 dari Paraguay.

Advertisement

Partai itu tidak hanya meninggalkan cerita soal kekalahan Jerman. Keputusan wasit Jalal Jayed dari Maroko yang menganulir gol Jonathan Tah pada babak tambahan waktu juga menjadi pusat perdebatan.

Momen kontroversial itu terjadi ketika Jerman merasa sudah berbalik unggul 2-1. Tah menanduk bola hasil sepak pojok dan sempat membuat para pemain Nationalelf merayakan gol tersebut.

Namun, selebrasi itu tidak berlangsung lama. Wasit lalu meninjau insiden melalui VAR sebelum memutuskan gol tersebut tidak sah.


Ungkapan Jurgen Klopp

Para pemain Timnas Jerman menunjukkan kekecewaan setelah kekalahan mereka melalui adu penalti setelah pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Jerman dan Paraguay di Stadion Boston pada 30 Juni 2026 di Foxborough, Massachusetts. (Alexander Hassenstein/Getty Images via AFP)

Dalam tayangan ulang, bek Jerman, Waldemar Anton, dianggap melakukan pelanggaran terhadap kiper Paraguay, Orlando Gill.

Keputusan itu membuat gol Tah dibatalkan dan skor tetap imbang.

Mantan manajer Liverpool, Jurgen Klopp, menilai keputusan wasit terlalu keras. Arsitek asal Jerman itu bahkan membandingkan situasi tersebut dengan pola gol yang kerap terjadi di Premier League.

"Jika gol seperti itu dianulir, Arsenal tidak akan menjadi juara Inggris. Mereka mencetak 60 persen gol mereka dengan cara seperti itu. Jadi, keputusan itu jelas brutal," ujar Klopp dinukil Marca yang mengutip Polymarket Sports.


Kritikan Lainnya

Pemain Jerman Kai Havertz terjatuh saat berebut bola dengan pemain Paraguay Gustavo Gomez selama pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Jerman dan Paraguay di Stadion Boston di Foxboroug, AS, Selasa (30/6/2026). (AFP/Franck Fife)

Selain itu, Patrick Ittrich mengkritik keputusan VAR. Analis wasit MagentaTV itu menilai VAR tidak seharusnya ikut campur dalam situasi tersebut.

Bagi Ittrich, insiden antara Anton dan Gill tidak masuk kategori kesalahan yang jelas dan nyata dari wasit. Dia menilai keputusan awal di lapangan seharusnya tetap dihormati.

"Menurut saya, itu bukan kesalahan yang jelas dan nyata dari wasit," kata Ittrich.

Ittrich juga menilai interpretasi terhadap kontak di kotak penalti itu terlalu berlebihan. Menurutnya, tidak terlihat dorongan atau tarikan yang cukup kuat untuk membatalkan gol.

"Menurut saya, itu terlalu kaku. Saya tidak melihat adanya dorongan atau saling dorong," ucapnya.

 

Sumber: Marca, Polymarket Sports


Berita Terkait