Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengungkapkan dirinya sengaja tidak membawa sepatu keberuntungan saat menjalani Piala Dunia 2026.
Menurutnya, sepatu tersebut baru layak dibawa jika The Three Lions berhasil mencapai partai final.
Sepatu itu memiliki cerita tersendiri dalam perjalanan karier Tuchel. Ia mengenakannya ketika mengantarkan Chelsea menjuarai Liga Champions 2020/2021 setelah mengalahkan Manchester City di partai final.
Seusai laga, para pemain Chelsea bahkan menggunakan sepatu tersebut untuk minum sampanye dan bir dalam perayaan gelar.
Sebaliknya, saat masih melatih Paris Saint-Germain pada final Liga Champions 2019/2020, Tuchel secara tidak sengaja meninggalkan sepatu itu di rumah. PSG kemudian kalah dari Bayern Munchen pada laga puncak.
Ketika ditanya apakah sepatu keberuntungannya ikut dibawa ke Amerika Serikat, Tuchel menjawab "tidak".
"Tidak. Saya tahu di mana sepatu itu berada, tetapi itu tidak sesuai dengan ceritanya. Rasanya akan sedikit dipaksakan," ujar Tuchel.
"Saya tidak melihat hubungan antara sepatu itu dengan situasi di sini. Kalau suatu saat saya membawanya, sepatu itu tidak boleh datang lebih awal. Sepatu itu hanya boleh hadir ketika kami mencapai final," lanjutnya.
Bawa Jimat Lain
Kendati tidak membawa sepatu tersebut, Tuchel mengaku masih memiliki berbagai ritual dan kepercayaan pribadi lainnya. Namun, ia memilih merahasiakannya.
"Saya tidak akan pernah memberi tahu Anda. Tentu saja saya membawa beberapa benda," katanya.
"Anak-anak perempuan saya memberi saya beberapa benda. Saya punya rutinitas dan hal-hal tertentu yang tidak bisa saya ceritakan."
"Saya percaya, kalau saya mengatakannya, itu akan membawa sial," tambah pelatih asal Jerman itu.
Bongkar Koleksi Jimat?
Saat ditanya apakah ia akan membongkar semua ritual tersebut jika Inggris berhasil menjadi juara dunia, Tuchel belum mau memberikan jawaban pasti.
"Mungkin. Tapi, perjalanan kami masih panjang," ucapnya.
Inggris dijadwalkan menghadapi Republik Demokratik Kongo pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta, Rabu (1-7-2026) malam WIB.
Namun, Tuchel dipastikan tidak bisa menurunkan Reece James dan Jarell Quansah. Keduanya harus absen sehingga pilihan pemain di sisi kanan pertahanan Inggris menjadi terbatas.
Sumber: The Sun