Bola.com, Jakarta - Bintang Timnas Inggris, Declan Rice, menegaskan dirinya siap untuk menjalankan tugas apa pun yang diberikan oleh pelatih, termasuk bermain di posisi yang aneh pada Piala Dunia 2026.
Declan Rice sempat mendapatkan tugas yang mendadak dari pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, saat Tiga Singa menumbangkan Kongo pada babak 32 besar yang berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Rabu (1-7-2026).
Saat memasuki menit-menit akhir pertandingan, The Three Lions sempat kekurangan opsi di posisi bek kanan. Tuchel akhirnya menggeser Rice, yang sempat kesulitan saat berduet dengan Elliot Anderson di lini tengah, ke posisi tersebut.
Pemain berusia 27 tahun itu sesekali pernah dimainkan sebagai bek tengah saat ia baru menembus tim senior West Ham United, dan manajer Arsenal, Mikel Arteta, juga sempat bereksperimen dengan menempatkannya sebagai bek sayap baru-baru ini.
Tetap saja itu bukanlah posisi yang dikuasai atau bahkan dinikmati oleh Rice.
Namun, dengan keterbatasan opsi yang dimiliki Tuchel dan kebutuhan Inggris akan perubahan yang dinamis, ia menggeser Rice ke posisi itu setelah menarik keluar Djed Spence. Ini demi memberikan ruang bagi Eberechi Eze yang berinsting menyerang di lini tengah.
Lakukan Semua Tugas
Bagi Declan Rice, bermain sebagai bek kanan, meski durasinya hanya berlangsung selama 12 menit, menjadi satu di antara momen tersulitnya dalam pertandingan ini. Dia memang tak asing dengan posisi tersebut.
Dia sudah beberapa kali dipasang mengisi sektor itu. Namun, kemampuannya tak bisa keluar secara maksimal jika beroperasi di posisi itu. Yang jelas, dia tetap siap melakukan apa pun demi membantu The Three Lions.
"Itu mungkin 12 menit tersulit dalam pertandingan ini, harus bermain di posisi bek kanan," ujar Rice pascapertandingan seperti dikutip dari BBC.
"Saya telah bermain di sana dua atau tiga kali musim ini. Saya tahu perannya, itu mungkin bukan kekuatan terbesar saya. Akan tetapi, saya tetap akan melakukan apa pun demi tim dan manajer," tambahnya.
Ogah Ulangi
Perubahan yang dilakukan Tuchel memfasilitasi terbentuknya segitiga Arsenal di sisi kanan Inggris yang sebelumnya berantakan. Kolaborasi ini terdiri dari Declan Rice, Eberechi Eze, dan Bukayo Saka.
Kombinasi trio The Gunners inilah yang berujung pada gol penyeimbang kedudukan. Proses ini dimulai dengan Rice yang merangsek maju melakukan underlap.
Rice merasa puas dengan performa keseluruhannya dalam peran tersebut. Akan tetapi, ia ingin bermain sejak awal di lini tengah untuk laga besar yang krusial menghadapi tuan rumah Meksiko di Estadio Azteca, Mexico City, Senin (6-7-2026).
Tiket menuju babak perempat final menjadi taruhannya.
"Saya bilang saya akan melakukan yang terbaik, dan saya rasa saya tampil baik di sana. Kita lihat saja apa yang terjadi di pertandingan berikutnya, tapi mudah-mudahan saya tidak harus menjadi bek kanan lagi," kata Rice.
Sumber: SI, BBC