Takut Dimata-matai Lawan, Inggris Tunda Perjalanan ke Meksiko Jelang Babak 16 Besar

Alih-alih langsung berangkat setelah memastikan tampil di 16 besar Piala Dunia 2026, Inggris memilih menunda perjalanan ke Meksiko.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 03 Juli 2026, 19:30 WIB
Pelatih kepala Timnas Inggris, Thomas Tuchel, memberikan instruksi kepada para pemainnya saat pertandingan Grup L Piala Dunia antara Inggris dan Kroasia di Arlington, Texas, dekat Dallas, Kamis 18 Juni 2026. (AP Photo/Jessica Tobias)

Bola.com, Jakarta - Timnas Inggris memutuskan menunda perjalanan mereka ke Mexico City untuk menghadapi duel krusial menghadapi Meksiko pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 demi menghindari aksi mata-mata pihak lawan.

Setelah mengamankan kemenangan atas Kongo dengan skor 2-1 pada babak 32 besar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Rabu (1-7-2026), Timnas Inggris memilih kembali ke markas mereka yang berada di Kansas City alih-alih langsung menuju destinasi berikutnya.

Advertisement

Menurut laporan sejumlah media Inggris, hal itu dilakukan The Three Lions untuk memastikan strategi yang dipersiapkan oleh Thomas Tuchel bisa benar-benar matang dan aman dari aksi mata-mata pihak lawan yang mengintai.

"Daily Mail Sport memahami bahwa salah satu alasan utama di balik keputusan tersebut adalah untuk memastikan Thomas Tuchel dapat menyusun cetak biru taktis dan formasinya di lingkungan yang aman, jauh dari mata-mata yang mengintai," tulis Daily Mail.

 

 


Rencana Tidak Bocor

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, memberikan instruksi kepada Jude Bellingham (#10) saat jeda minum (hydration break) dalam pertandingan 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Inggris melawan Republik Demokratik Kongo di Atlanta Stadium, Atlanta, Georgia, Rabu (1/6/2026). (Richard Pelham/Getty Images/AFP)

Sepanjang turnamen ini, Inggris selalu kembali ke markas utama mereka yang terletak di dekat bagian tengah Amerika Serikat. Satu di antara faktor di balik keputusan untuk bermarkas di Kansas City adalah masalah logistik.

Dengan memusatkan markas di sana, itu membuat Harry Kane dkk. tidak perlu menghadapi penerbangan yang terlalu lama. Faktor lainnya ialah menjaga agar rencana dan strategi permainan tim tidak bocor.

"Namun, dipahami bahwa Tuchel bersikeras agar rencana-rencananya tidak bocor, dan persiapan vital, termasuk pola permainan tim, bisa digelar di tempat yang paling dijaga ketat," tulis laporan media ternama Inggris tersebut.

"Kemungkinan adanya pihak lain yang memata-matai Inggris telah menjadi bagian penting dari perencanaan, dan dipahami bahwa pandangan di dalam internal tim menilai perjalanan ke Mexico City membawa risiko yang lebih tinggi," lanjut mereka.

 


Hadapi Potensi Gangguan

Para penggemar Timnas Meksiko merayakan kemenangan Meksiko atas Ekuador setelah pertandingan Piala Dunia 2026 di monumen Malaikat Kemerdekaan (di Kota Meksiko pada 1 Juli 2026. Setidaknya tiga orang tewas selama perayaan massal di Kota Meksiko untuk menandai kemajuan timnas di Piala Dunia 2026, menurut laporan pemerintah setempat. (Claudia Rosel/AFP)

Tidak hanya itu, Timnas Inggris juga bersiap menghadapi upaya gangguan sejak mereka mendarat di Mexico City menjelang pertempuran melawan tuan rumah Meksiko di Estadio Azteca, Meksiko City, Senin (6-7-2026) pukul 07.00 WIB.

Sebab, Ekuador, yang dikalahkan Meksiko di babak 32 besar, telah mengajukan pengaduan resmi setelah sejumlah besar warga lokal menyalakan kembang api dan menggunakan klakson udara, drum, sepeda motor, serta musik keras di luar hotel mereka hingga dini hari.

Aksi itu dilakukan sebagai upaya untuk membuat lawan kurang tidur.

"Perilaku ini sangat jauh dari prinsip-prinsip fair play, kesetaraan, dan persatuan yang seharusnya dicerminkan oleh Piala Dunia sepak bola," kata federasi sepak bola Ekuador dalam sebuah pernyataan.

 


Siapkan Antisipasi

Para penggemar Meksiko bersorak saat berkumpul untuk menonton pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Ekuador di Fan Fest di Guadalajara, negara bagian Jalisco, Meksiko, pada 1 Juli 2026. (Ulises RUIZ/AFP)

Daily Mail telah bertanya kepada FIFA mengenai apa yang akan mereka lakukan untuk memastikan Inggris tidak menghadapi masalah serupa, tetapi belum ada tanggapan. Polisi setempat sebenarnya dapat membubarkan massa dan membuat area steril yang efektif di sekitar hotel.

Federasi Sepak Bola Inggris (FA) dan Thomas Tuchel sudah menyadari situasi ini. Setelah pertandingan melawan Kongo pada babak 32 besar, Tuchel memastikan bakal mengantisipasi hal tersebut.

"Kami akan mengantisipasi hal itu kebisingan di luar hotel. Tapi, apa yang bisa kami lakukan? Kami akan membawa penutup telinga. Saya mengantisipasi segala kemungkinan," ujar eks pelatih Chelsea itu.

 

Sumber: Daily Mail

Berita Terkait