Didier Deschamps Ingatkan Prancis, Paraguay Bukan Lawan Sepele di 16 Besar Piala Dunia 2026

Didier Deschamps memperingatkan Timnas Prancis agar tidak meremehkan Paraguay jelang 16 besar Piala Dunia 2026, menyoroti kualitas La Albirroja.

BolaCom | Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiperbarui 04 Juli 2026, 21:59 WIB
Pelatih kepala Timnas Prancis, Didier Deschamps, tiba menjelang pertandingan Grup I Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Irak di Stadion Philadelphia di Philadelphia pada 23 Juni 2026. (Mauro PIMENTEL / AFP)

Bola.com, Jakarta - Didier Deschamps mengingatkan Timnas Prancis untuk menaruh respek penuh kepada Paraguay jelang duel babak 16 besar Piala Dunia 2026, Minggu (5/7). Pelatih Les Bleus itu menegaskan La Albirroja datang dengan kualitas tim yang solid, bukan sekadar mengandalkan permainan agresif.

Menurut Deschamps, capaian Paraguay hingga fase gugur mencerminkan pemahaman permainan dan kebersamaan skuad yang terbangun lama. Ia juga menyoroti keberadaan pemain-pemain yang dianggap berkualitas.

Advertisement

Prancis sendiri melaju ke 16 besar usai menaklukkan Swedia 3-0 di babak 32 besar. Sementara itu, Paraguay memastikan tiket setelah menyingkirkan Jerman lewat adu penalti, sebelumnya lolos dari fase grup sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik.


Deschamps Ingatkan Les Bleus Soal Ancaman Paraguay

Sebelumnya diketahui, Prancis dan Brasil telah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026. Timnas Prancis di bawah racikan pelatih Didier Deschamps tampil dominan di kualifikasi, sementara Brasil lolos setelah menempati peringkat kelima zona CONMEBOL. Tampak dalam foto, pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps (tengah) dan asistennya Guy Stephan (kanan) memimpin sesi latihan di pusat pelatihan New England Revolution di Foxborough, Massachusetts, pada 25 Maret 202. (Franck FIFE/AFP)

Deschamps menepis anggapan bahwa laju Paraguay hanya ditopang intensitas. Dalam konferensi pers, ia menilai lawan dari Amerika Selatan itu memiliki struktur permainan yang jelas dan sumber daya pemain yang mumpuni.

"Paraguay bukan tim yang tiba-tiba muncul begitu saja. Seperti tim-tim Amerika Selatan lainnya, mereka memiliki semangat juang yang besar. Namun, agresivitas saja tidak akan memenangkan sebuah pertandingan," ujar Deschamps dalam konferensi pers.

Ia menambahkan penilaiannya terhadap kualitas individu dan kohesi permainan Paraguay. "Mereka adalah tim yang sangat memahami cara bermain sepak bola. Mereka memiliki pemain-pemain berkualitas seperti Julio Enciso dan Miguel Almiron. Mereka sudah lama bermain bersama, saling mengenal, dan menjalankan permainan dengan sangat baik. Namun, kekuatan mereka tidak hanya itu."


Jalur Prancis dan Paraguay ke Babak 16 Besar

Les Bleus tidak menemui hambatan berarti saat melewati fase 32 besar Piala Dunia 2026. Prancis menang 3-0 atas Swedia untuk mengamankan tempat di putaran berikutnya.

Paraguay melaju setelah menyingkirkan salah satu unggulan juara, Jerman, melalui adu penalti di babak 32 besar. Sebelumnya, La Albirroja keluar dari fase grup sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik usai bersaing dengan Amerika Serikat, Australia, dan Turki.

Berdasarkan bagan yang ditetapkan oleh FIFA, Prancis akan berhadapan dengan Paraguay pada babak 16 besar. Partai ini menegaskan ulangan tensi klasik antara wakil Eropa dan Amerika Selatan di ajang akbar tersebut.


Memori 1998 dan Pandangan Deschamps

Pertemuan kali ini juga membawa Deschamps pada kenangan Piala Dunia 1998. Saat itu, ia masih aktif bermain dan menjadi bagian kemenangan Prancis atas Paraguay di babak 16 besar lewat golden goal Laurent Blanc.

"Para pemain saya saat ini bahkan belum lahir pada masa itu, tetapi saya masih mengingatnya dengan jelas. Itu adalah momen yang sangat penting bagi saya dan juga bagi Prancis. Pertandingannya sangat sulit dan menjadi bagian dari sejarah sepak bola, khususnya sejarah Piala Dunia."

Deschamps menutup dengan menegaskan fokus pada kualitas lawan yang akan dihadapi. "Hari ini kami menghadapi pertandingan yang berbeda, tetapi kualitas yang dimiliki Paraguay tetap sama," tutup Deschamps.

Berita Terkait