Piala Dunia 2026 Diguncang Kasus Doping, Delapan Pemain Positif Zat Terlarang

Delapan pemain di Piala Dunia 2026 diketahui positif Clenbuterol dari daging yang dikonsumsi.

Bola.com, Jakarta - Delapan pemain Timnas Tunisia dilaporkan menjalani tes doping dengan hasil yang menunjukkan adanya jejak zat terlarang "clenbuterol" selama Piala Dunia 2026.

Meski begitu, tidak ada satu pun pemain yang dijatuhi sanksi ataupun diskors karena temuan tersebut diduga berasal dari daging yang terkontaminasi.

The Times menyebut seluruh pemain yang tampil di Piala Dunia 2026 berpotensi menjalani tes doping secara acak sepanjang turnamen.

Dari pemeriksaan itu, delapan anggota skuad Tunisia diketahui memiliki kandungan clenbuterol dalam sampel mereka.

Clenbuterol merupakan zat yang masuk daftar larangan World Anti-Doping Agency (WADA). Obat tersebut digunakan untuk mengatasi asma, tetapi juga diketahui dapat membantu meningkatkan massa otot tanpa lemak sekaligus mengurangi kadar lemak tubuh.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Pemain Dirahasiakan

Kendati hasil tes menunjukkan adanya clenbuterol, identitas kedelapan pemain tidak diumumkan.

Otoritas terkait juga tidak menjatuhkan hukuman karena meyakini zat tersebut masuk ke tubuh para pemain akibat mengonsumsi daging yang terkontaminasi.

Selama mengikuti Piala Dunia 2026, Tunisia bermarkas di Monterrey, Meksiko.

Menurut laporan tersebut, peternak di negara itu memiliki riwayat menggunakan clenbuterol pada pakan ternak karena dipercaya dapat mengurangi lemak dan meningkatkan massa otot hewan.

Menimpa Petinju

Kasus serupa pernah menimpa petinju Meksiko, Saul Alvarez. Pada 2018, petinju yang dikenal dengan julukan Canelo itu dijatuhi larangan bertanding selama enam bulan setelah dinyatakan positif clenbuterol.

Saat itu, ia menyatakan hasil tes tersebut dipicu oleh konsumsi daging sapi yang terkontaminasi di negaranya.

"Itu adalah kesalahan dan tidak lebih dari itu, yaitu karena saya tidak memahami masalah ini di Meksiko. Itu kesalahan saya, dan saya tidak akan mengulanginya lagi," kata Canelo setelah menjalani sanksi.

Canelo juga mengaku menjadi jauh lebih berhati-hati setelah kejadian tersebut. Bahkan, ia memilih menghindari konsumsi daging sapi ketika berada di Meksiko.

"Setelah semua ini terjadi, saya benar-benar sangat berhati-hati. Bahkan mungkin terlalu berhati-hati. Saya rasa kami sampai pada titik tidak lagi makan daging sapi."

Contoh Kasus Lain

Kasus clenbuterol akibat dugaan daging yang terkontaminasi juga pernah terjadi pada Piala Dunia U-17 2011 di Meksiko. Saat itu, 109 dari 208 pemain yang menjalani tes diketahui memiliki jejak zat tersebut.

Namun, tidak ada hukuman yang dijatuhkan karena banyaknya kasus diyakini berkaitan dengan daging yang terkontaminasi.

Di sisi lain, Tunisia lebih dulu mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia 2026 setelah finis di posisi terbawah Grup F. Tim asal Afrika itu menelan kekalahan telak dari Swedia, Jepang, dan Belanda.

Tunisia juga mengganti pelatih Sabri Lamouchi dengan Herve Renard setelah kalah 1-5 dari Swedia pada laga pembuka Piala Dunia 2026.

 

Sumber: Metro

Video Populer

Foto Populer