Pelatih Spanyol Puji Cristiano Ronaldo Jelang Hadapi Portugal di Piala Dunia 2026: Panutan yang Luar Biasa!

Meski Portugal akan menjadi lawan Spanyol, Luis de la Fuente mengaku sebagai pengagum berat mantan bintang Real Madrid tersebut.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 06 Juli 2026, 13:30 WIB
Cristiano Ronaldo rayakan gol di laga Piala Dunia 2026 Portugal vs Uzbekistan. (AFP/Charlotte Wilson)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, memberikan penghormatan tinggi kepada Cristiano Ronaldo menjelang duel sengit melawan Portugal pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Laga bertajuk Derby Iberia itu berpotensi menjadi penampilan terakhir Cristiano Ronaldo di Piala Dunia setelah sang megabintang mengonfirmasi edisi 2026 merupakan turnamen terakhirnya.

Advertisement

Meski Portugal akan menjadi lawan Spanyol, Luis de la Fuente mengaku sebagai pengagum berat mantan bintang Real Madrid tersebut.

"Saya adalah pengagum Cristiano, dan juga orang-orang seperti dirinya. Dia memiliki karakter yang luar biasa, tidak pernah lelah, dan merupakan teladan dalam nilai-nilai kehidupan. Saya angkat topi untuknya," ujar De la Fuente.

Menurutnya, warisan Ronaldo bukan hanya berasal dari pencapaian yang sudah diraih, tetapi juga dari apa yang masih bisa ia berikan kepada dunia sepak bola.

"Saya sebenarnya lebih memilih dia tidak bermain, tetapi dia akan bermain. Kami semua akan menikmati kesempatan menyaksikan salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah berada di lapangan," tambahnya.

 
 

Spanyol Percaya Diri Punya Lini Tengah Terbaik

Selebrasi pemain Spanyol merayakan gol Mikel Oyarzabal ke gawang Austria di babak 32 besar Piala Dunia 2026 (AFP)

Meski memberikan pujian kepada Portugal, Luis de la Fuente tetap percaya diri dengan kualitas skuad yang dimilikinya.

Ia bahkan menilai lini tengah Spanyol merupakan yang terbaik di dunia, meski akan berhadapan dengan trio gelandang Portugal yang dihuni Bruno Fernandes, Vitinha, dan Joao Neves.

"Saya selalu merasa para pemain saya adalah yang terbaik di dunia. Namun, kami menghadapi tim dengan karakteristik yang sangat mirip," ujar De La Fuente.

"Kami sama-sama nyaman ketika bertahan maupun menguasai bola. Pertandingan ini akan ditentukan oleh detail-detail kecil," lanjutnya.

Pelatih berusia 64 tahun itu optimistis timnya mampu mengendalikan permainan apabila mampu menjaga konsentrasi sepanjang laga.


Duel Lamine Yamal vs Nuno Mendes Jadi Sorotan

Duel Lamine Yamal versus Cristiano Ronaldo di final UEFA Nations League. (Alexandra BEIER / AFP)

Salah satu duel yang paling dinantikan adalah pertarungan antara winger muda Spanyol, Lamine Yamal, melawan bek kiri Portugal, Nuno Mendes.

De la Fuente mengakui kualitas Mendes sebagai salah satu bek terbaik saat ini. Namun, ia juga yakin Yamal memiliki kemampuan untuk memberikan ancaman bagi siapa pun lawannya.

"Nuno Mendes sudah menyulitkan banyak pemain. Sama halnya dengan Lamine yang juga membuat banyak bek tidak bisa tidur nyenyak. Kami hanya ingin dia tetap tenang dan fokus pada permainannya sendiri serta tim," ujarnya.

Ia juga menegaskan Lamine Yamal selalu bersedia membantu pertahanan, tetapi tim pelatih tidak ingin membebaninya secara berlebihan.

"Lamine selalu ingin melakukan lebih banyak, tetapi kami tidak boleh meminta terlalu banyak darinya. Yang terpenting adalah membuat bek lawan yang menderita ketika menghadapi dirinya," jelas De la Fuente.


Bahas Kondisi Pemain dan Keputusan FIFA

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, memberikan instruksi dari tepi lapangan dalam pertandingan Grup H Piala Dunia 2026 melawan Uruguay di Zapopan, dekat Guadalajara, Meksiko, Jumat (26/6/2026). (AP Photo/Ricardo Mazalan)

Selain membahas laga melawan Portugal, De la Fuente juga memberikan kabar terbaru mengenai kondisi beberapa pemain yang sempat mengalami cedera.

Nico Williams sudah kembali berlatih bersama tim, sementara Yeremy Pino dan Victor Munoz juga berpeluang tampil apabila dibutuhkan.

"Kami akan melihat bagaimana jalannya pertandingan. Itu yang akan menentukan apakah mereka bermain atau tidak. Kami akan mengambil keputusan terbaik untuk tim sekaligus untuk kondisi para pemain," katanya.

De la Fuente juga dimintai tanggapan terkait keputusan FIFA yang mencabut hukuman kartu merah Folarin Balogun sehingga penyerang tersebut tetap bisa tampil membela negaranya pada pertandingan berikutnya.

Namun, ia memilih tidak banyak berkomentar.

"Saya tidak mengetahui alasan yang membuat FIFA mengambil keputusan tersebut. Karena itu saya tidak bisa memberikan pendapat mengenai hal tersebut," tutup De la Fuente.

Sumber: caughtoffside

Berita Terkait