FIFA Bikin Heboh, Pelatih Belgia Murka Setelah Hukuman Striker AS Folarin Balogun Dibatalkan Jelang 16 Besar Piala Dunia 2026

Pelatih Timnas Belgia, Rudi Garcia, geram dengan keputusan FIFA yang membatalkan hukuman larangan bermain terhadap striker Amerika Serikat, Folarin Balogun.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 06 Juli 2026, 10:30 WIB
Pemain Amerika Serikat Folarin Balogun melakukan selebrasi aksi setelah mencetak gol pertama timnya selama pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia antara Amerika Serikat dan Bosnia di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Rabu, (01/07/2026). (AP Photo/Julio Cortez)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Belgia, Rudi Garcia, geram dengan keputusan FIFA yang membatalkan hukuman larangan bermain terhadap striker Amerika Serikat, Folarin Balogun. Menurutnya, keputusan tersebut terasa seperti lelucon.

Balogun sebelumnya dipastikan absen pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia setelah menerima kartu merah saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia-Herzegovina 2-0 di babak 32 besar.

Advertisement

Dalam pertandingan itu, wasit awalnya tidak menganggap tekel Balogun sebagai pelanggaran, tetapi keputusan berubah menjadi kartu merah setelah tinjauan VAR.

Sesuai regulasi, pemain yang menerima kartu merah otomatis menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan. Namun, pada Minggu (5/7/2026), FIFA secara mengejutkan mengubah sanksi tersebut sehingga Balogun tetap diizinkan tampil menghadapi Belgia.

Keputusan itu langsung memicu reaksi keras dari Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA), yang menyatakan tengah mempelajari berbagai langkah yang dapat ditempuh sebagai bentuk penolakan terhadap keputusan FIFA.

Garcia pun tak bisa menyembunyikan keheranannya.

"Saya tidak tahu kalau di Piala Dunia tanggal 5 Juli ternyata sama seperti 1 April, Hari April Mop," ujar Garcia dalam konferensi pers, seperti dikutip dari ESPN, Senin (6/7/2026). 

Pelatih berusia 62 tahun itu menegaskan keberatan Belgia bukan semata-mata demi kepentingan  mereka. "Kami bukan sedang membela tim nasional atau federasi. Kami sedang membela sepak bola," tegas Garcia.

 

 


Keputusan Mengejutkan

Pemain Senegal Habib Diarra (21) mencetak gol ke gawang kiper Belgia Thibaut Courtois (1) dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belgia vs Senegal di Seattle, Rabu, 1 Juli 2026. (AP Photo/Ted S. Warren)

Kiper Belgia, Thibaut Courtois, mengakui perubahan keputusan itu cukup mengejutkan. Menurutnya, Belgia seharusnya mendapat informasi lebih awal agar bisa melakukan persiapan yang lebih matang.

"Kalau keputusan itu diambil lebih cepat, mungkin kami bisa mempersiapkan diri secara mental dengan lebih baik," kata Courtois.

"Untungnya kami masih memiliki satu sesi latihan lagi. Namun kami siap. Mereka bermain dengan 11 pemain, bukan hanya Balogun."

Baik Garcia maupun Courtois memilih tidak berkomentar lebih jauh mengenai keputusan FIFA. Keduanya merujuk pada pernyataan resmi Federasi Belgia yang menyebut keputusan tersebut "sangat mengejutkan" dan bertentangan langsung dengan regulasi yang ditetapkan FIFA sendiri sebelum turnamen berlangsung.

Saat ditanya apakah Belgia akan membawa kasus ini ke Court of Arbitration for Sport (CAS), Garcia enggan memberikan jawaban pasti.

"Saat ini kami ingin fokus pada pertandingan," ujarnya.

 


Pelatih Norwegia Ikut Mengkritik FIFA

Folarin Balogun (20) dari Amerika Serikat bermain bola selama pertandingan babak 32 besar Piala Dunia antara Amerika Serikat dan Bosnia di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Kamis, 2 Juli 2026. (AP Photo/Julio Cortez)

Gelombang kritik terhadap FIFA juga datang dari pelatih Timnas Norwegia, Stale Solbakken. Setelah membawa Norwegia menyingkirkan Brasil di babak 16 besar, Solbakken menyebut keputusan FIFA sebagai kesalahan besar.

"Saya rasa itu keputusan yang sangat buruk dari FIFA," kata Solbakken.

"Balogun mendapat kartu merah setelah ditinjau VAR. Itu berarti dia seharusnya menjalani hukuman satu pertandingan."

Pelatih berusia 57 tahun tersebut mempertanyakan konsistensi FIFA dalam menerapkan aturan.

"Belgia pasti sangat marah. Bagaimana jika Balogun mencetak gol kemenangan? Lalu bagaimana dengan kartu merah berikutnya? Apakah nanti akan ada komite yang menghapus kartu merah lainnya?"

"Ini keputusan yang sangat buruk untuk Piala Dunia. Bahkan saya merasa kasihan kepada Amerika Serikat, karena jika mereka menang, hasil itu akan selalu diperdebatkan akibat keputusan ini."

 


Balogun Dinilai Jadi Ancaman

Pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun (20), merayakan gol dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Bosnia dan Herzegovina di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Kamis (2/7/2026). (AP Photo/Jeff Chiu)

Terlepas dari polemik tersebut, Courtois mengakui kehadiran Balogun membuat lini depan Amerika Serikat semakin berbahaya.

"Dia adalah penyerang yang sangat cepat. Karakternya berbeda dengan Ricardo Pepi. Mereka memiliki banyak pemain berkualitas di lini depan," ujar penjaga gawang Real Madrid tersebut.

Sumber: ESPN

Berita Terkait