Kontroversi Piala Dunia 2026: Begini Cara Donald Trump Yakinkan FIFA Cabut Hukuman Folarin Balogun

Telepon Presiden FIFA, Lobi Donald Trump Bikin AS Berkekuatan Penuh saat Hadapi Belgia di 16 Besar Piala Dunia 2026

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 06 Juli 2026, 12:30 WIB
Folarin Balogun (20) dari Amerika Serikat bermain bola selama pertandingan babak 32 besar Piala Dunia antara Amerika Serikat dan Bosnia di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Kamis, 2 Juli 2026. (AP Photo/Julio Cortez)

Bola.com, Jakarta - Folarin Balogun dipastikan bisa bermain untuk Timnas Amerika Serikat (AS) saat menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026) pagi WIB, setelah FIFA menangguhkan hukuman larangan bermain satu pertandingan.

Keputusan dari FIFA kali ini sangat mengejutkan dan mengundang tanda tanya besar.

Advertisement

Sebelumnya, Balogun mendapatkan sanksi karena menerima kartu merah langsung saat AS mengalahkan Bosnia-Herzegovina 2-0 pada babak 32 besar, setelah melanggar Tarik Muharemovic.

"Sesuai Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, pelaksanaan hukuman larangan bertanding ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun," tulis FIFA pada Minggu (5/7/2026).

Badan sepak bola dunia itu menambahkan apabila Balogun melakukan pelanggaran serupa dengan tingkat keseriusan yang sama selama masa percobaan, maka penangguhan akan dicabut dan hukuman tersebut diberlakukan tanpa mengurangi sanksi tambahan atas pelanggaran baru.

 


Peran Donald Trump

Trofi FIFA Peace Price diserahkan langsung oleh Presiden FIFA Gianni Infantino ke Donald Trump dalam acara pengundian Piala Dunia 2026 di Kennedy Center, Washington D.C, Jumat (5/12025). (Dok. AP)

Di balik keputusan FIFA menangguhkan sanksi larangan bertanding bagi Balogun dengan masa percobaan satu tahun, banyak diklaim karena peran dari Donald Trump, orang nomor satu di Amerika Serikat. Sang Presiden AS dikabarkan menelepon langsung Presiden FIFA, Gianni Infantino. Keduanya memang dikenal punya hubungan yang dekat.

Hubungan antara Trump dan Infantino memang terus menjadi sorotan sejak Presiden AS tersebut dianugerahi penghargaan perdana FIFA Peace Prize pada Desember 2025.

Meski sejauh ini tidak terlalu menonjolkan diri selama turnamen berlangsung, Trump tampaknya telah menggunakan pengaruh besarnya untuk menekan FIFA agar mencabut sementara larangan bermain satu pertandingan bagi Balogun.

Menurut Ben Jacobs dari talkSPORT, Trump secara langsung menyampaikan kepada Infantino bahwa ia menganggap hukuman tersebut tidak adil. Sejumlah pejabat Gedung Putih lainnya juga dikabarkan turut melobi badan sepak bola dunia tersebut.

"Presiden dan Infantino memang berbicara, dan Presiden ingin memahami lebih jauh alasan di balik pemberian kartu merah serta penjatuhan sanksi larangan bermain tersebut," demikian konfirmasi seorang pejabat AS dikutip dari Metro.

"Proses banding ditangani oleh dewan independen. Pemerintah AS memberikan bukti tambahan yang kemudian digunakan dalam proses banding tersebut."

 


Respons Pelatih AS

Pelatih Timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, memimpin anak asuhnya menghadapi Paraguay pada laga perdana Grup D Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium, Inglewood, Sabtu (13/6/2026) pagi WIB. Dalam duel itu, Amerika Serikat menang 4-1 atas Paraguay. (AFP/Patrick T. Fallon)

Di sisi lain, pelatih Timnas AS, Mauricio Pochettino menegaskan tidak terlibat dalam keputusan FIFA soal penangguhan sanksi Balogun. Ia justru terkejut dengan adanya kabar itu, di saat timnya akan menjalani sesi latihan.

"Reaksi saya sama seperti orang lain. Saya sangat mencintai olahraga ini serta memercayai etika dan integritasnya. Saya rasa kita semua menyambut baik keputusan tersebut."

Saat ditanya mengenai dugaan keterlibatan Presiden Trump, mantan manajer Tottenham itu menegaskan bahwa hal itu tidak bisa dicampuradukkan dan sudah menjadi keputusan FIFA.

Sumber: Metro

Berita Terkait