Bola.com, Jakarta - Piala Presiden 2026 bakal diikuti delapan klub, meliputi 5 klub Indonesia dan 3 klub dari tiga negara Asia Tenggara lainnya. Apa yang menjadi pertimbangan klub-klub tersebut dipilih tampil di Piala Presiden 2026?
Lima klub Indonesia yang akan bertanding di Piala Presiden 2026 adalah Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Arema FC, dan PSMS Medan.
Sementara tiga peserta lain adalah Tampines Rovers dari Singapura, DPMM FC dari Brunei Darussalam, dan Port FC asal Thailand, yang merupakan juara bertahan Piala Presiden.
Mengundang Port FC selaku juara bertahan Piala Presiden dan Persib Bandung yang menjadi juara BRI Super League 2025/2026 sangat masuk akal.
"Tentu Persib sebagai juara liga jadi pasti kami undang. Sementara Port FC kapasitasny sebagai juara bertahan," ujar Tsamara dalam konferensi pers di SCTV Tower, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Sementara untuk alasan klub lain, Ketua Organizing Committe (OC) Piala Presiden 2026, Tsamara Amany, memberikan penjabarannya.
"Selain itu memang Arema FC diundang karena secara historis, mereka pemegang gelar juara terbanyak Piala Presiden. Kemudian PSMS dan Persija, kami melihat dan mempertimbangkan histori dari masing-masing klub," ujar Tsamara.
"Memang Piala Presiden kali ini kami ingin mengundang klub-klub yang memiliki sejarah, seperti Persib dan PSMS yang memiliki sejarah rivalitas yang panjang," lanjutnya.
Mengukur Kualitas Klub Indonesia di Level Asia Tenggara
Sementara untuk tiga klub Asia Tenggara yang dipilih masuk dalam persaingan di Piala Presiden 2026, Tsamara mengakui pemilihannya diambil berdasarkan instruksi Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang ingin mengukur kualitas klub Indonesia dengan klub Asia Tenggara lain.
"Tentu saja atas arahan Ketua Umum PSSI dan Ketua SC Piala Presiden, kami ingin meningkatkan kelasnya," ujar Tsamara.
"Kami akan mengadu klub-klub Asia Tenggara ini dengan klub lokal Indonesia. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum PSSI, kita ingin tahu apakah klub lokal mampu bersaing dengan klub Asia Tenggara."
"Jadi itu pertimbangannya mengapa kami mengundang beberapa klub Asia Tenggara, dari Singapura, Brunei dan tentu saja Thailand. Port FC bukan hanya sebagai juara bertahan, tapi kemampuannya di Thailand juga luar biasa," lanjutnya.