Bola.com, Jakarta - Habis sudah perjalanan ketiga tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 di fase 16 besar. Setelah Kanada dan Meksiko tersingkir di fase ini, giliran Amerika Serikat (AS) yang mengalami nasib serupa.
Timnas AS baru saja dipermalukan Belgia dengan skor 1-4 dalam pertandingan di Seattle Stadium, Selasa (7/7/2026) pagi WIB. Hasil yang sekaligus menyudahi langkah mereka setelah melewati lima pertandingan sejak fase grup.
Belgia memporak-porandakan lini belakang AS lewat gol cepat Charles De Ketelaere saat laga baru berjalan sembilan menit. Malik Tillman sempat memelihara asa tim AS dengan gol balasannya lewat free kick di menit ke-31.
Namun Belgia benar-benar menghukum AS dengan tiga gol tambahan sampai laga bubar. Masing-masing lewat gol kedua Charles De Ketelaere, Hans Vanaken, dan gol penutup Romelu Lukaku.
Ritme Permainan Ambyar
Bagi AS, hasil ini adalah kali keempat dalam lima Piala Dunia terakhir selalu tersingkir di fase 16 besar. Satu-satunya pengecualian adalah Piala Dunia tahun 2018, saat mereka bahkan tidak lolos kualifikasi.
Pelatih AS, Mauricio Pochettino, mengaku heran dengan apa yang terjadi di timnya dalam meladeni Belgia. Para pemainnya terlihat canggung, kurang percaya diri, dengan minimnya determinasi dan berakibat banyak melakukan kesalahan sendiri.
"Sejak awal, kami tidak bisa menyatu dengan permainan. Kami tidak pernah benar-benar masuk ke dalam ritme pertandingan," ujar Mauricio Pochettino, kepada Fox.
"Bahkan saat kami mencetak gol penyeimbang menjadi 1-1, kami langsung kebobolan pada aksi berikutnya. Situasinya benar-benar sulit sejak awal," tutur mantan pelatih Tottenham Hotspur.
Ogah Cari Alasan
Menjelang pertemuan kontra Belgia, keputusan kontroversial dilakukan FIFA dengan menangguhkan sanksi bermain kepada striker Timnas AS, Folarin Balogun.
Ia mendapat kartu merah saat menghadapi Bosnia-Herzegovina pada laga 32 besar, membuat Balogun sebenarnya harus absen satu pertandingan.
Kemudian FIFA mengeluarkan informasi soal penangguhan sanksi Balogun dan tetap diperbolehkan bermain melawan Belgia.
Hal itu sesuai Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, pelaksanaan hukuman larangan bertanding ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun.
Alhasil Balogun bermain sebagai starter pagi tadi. Ia bermain selama 89 menit, sebelum digantikan Haji Wright. Balogun mencatat 19 kali sentuhan bola, satu kali tembakan on target, dan dua tembakan melenceng dari sasaran.
"Selamat untuk Belgia, mereka bermain lebih baik daripada kami. Hari ini bukan hari keberuntungan kami dan saya tidak bermaksud mencari alasan karena kami tidak menampilkan performa yang biasanya mampu ditunjukkan oleh tim ini. Itulah kenyataannya," tandas Mauricio Pochettino.
Sumber: ESPN