Piala Dunia 2026: Jelang Amerika Serikat Vs Belgia, FIFA Jatuhkan Hukuman Baru kepada Folarin Balogun

Lolos dari skorsing kartu merah, Folarin Balogun dijatuhi hukuman baru oleh FIFA.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 07 Juli 2026, 11:15 WIB
Folarin Balogun #20 Timnas Amerika Serikat dihibur oleh Rudi Garcia, Pelatih Timnas Belgia, usai pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara AS dan Belgia di Stadion Seattle pada 7 Juli 2026 di Seattle, Washington. (David Ramos/Getty Images melalui AFP)

Bola.com, Jakarta - Folarin Balogun tetap mendapat hukuman dari FIFA menjelang laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Timnas Amerika Serikat melawan Timnas Belgia, Selasa (7-7-2026) pagi WIB.

Kendati terbebas dari larangan bermain, penyerang Amerika Serikat itu tetap dijatuhi denda bernilai ribuan dolar AS.

Advertisement

Sebelumnya, penyerang AS Monaco tersebut menerima kartu merah akibat pelanggaran berbahaya saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina pada 32 besar Piala Dunia 2026.

Komite Disiplin FIFA kemudian menangguhkan hukuman larangan bermain selama satu tahun setelah melakukan peninjauan.

Keputusan itu membuat Balogun tetap dapat diturunkan saat menghadapi Belgia dan memicu protes dari Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA) serta UEFA.


Jumlah Denda

Folarin Balogun #20 dari Timnas Amerika Serikat memperhatikan sebelum pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara AS dan Belgia di Stadion Seattle pada 7 Juli 2026 di Seattle, Washington. (David Ramos/Getty Images via AFP)

Keputusan tersebut juga menyeret Presiden FIFA, Gianni Infantino, ke dalam kontroversi setelah ia disebut sempat berbicara dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelum keputusan diumumkan.

Meski terbebas dari hukuman larangan bermain, Balogun tetap dikenai denda sebesar 40.000 dolar Amerika Serikat (sekitar Rp963,6 juta).

Separuh dari jumlah tersebut juga menjadi tanggung jawab Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (USSF).

Dalam pernyataan resminya, FIFA menjelaskan Komite Disiplin menjatuhkan denda 40.000 dolar Amerika Serikat kepada Balogun. Setengah dari nilai denda diberikan atas pelanggaran Pasal 14 Kode Disiplin FIFA dan sisanya terkait pelanggaran Pasal 66 Kode Disiplin FIFA.

FIFA juga menyatakan USSF ikut bertanggung jawab atas pembayaran denda tersebut sesuai Pasal 6.5 Kode Disiplin FIFA.


Klarifikasi Infantino

Momen itu juga disaksikan Presiden FIFA Gianni Infantino yang turut hadir di pertandingan Iran vs Kosta Rika. (AP Photo/Riza Ozel)

Sementara itu, Infantino kembali menegaskan dirinya tidak memiliki peran dalam keputusan Komite Disiplin FIFA yang membatalkan hukuman larangan bermain Balogun.

"Saya telah melihat komentar publik mengenai keputusan Komite Disiplin FIFA yang independen terkait hukuman Folarin Balogun. Saya ingin menegaskan kembali prinsip mendasar dalam tata kelola FIFA, yaitu badan peradilan FIFA bekerja secara independen," kata Infantino.

Infantino menegaskan badan peradilan FIFA bekerja secara otonom, menerapkan Kode Disiplin FIFA, dan mengambil keputusan berdasarkan regulasi yang berlaku serta fakta dalam setiap perkara.

Menurutnya, independensi badan tersebut merupakan bagian penting untuk menjaga kredibilitas dan integritas sepak bola.

"Saya memang rutin berdiskusi mengenai Piala Dunia dengan Presiden Amerika Serikat. Dalam kasus ini, saya juga menerima telepon dari Presiden Donald Trump, sebagaimana saya menerima telepon dari kepala negara, pejabat pemerintah, pelaku sepak bola, maupun pimpinan perusahaan dari berbagai negara mengenai beragam persoalan," ujar Infantino.


Dalih Infantino

Presiden FIFA, Gianni Infantino (tengah), tertawa saat Presiden AS, Donald Trump, memegang kartu merah selama pertemuan di Oval Office Gedung Putih pada Selasa (28/8). Presiden FIFA bertemu Trump untuk membahas kesiapan Piala Dunia 2026. (AFP/Mandel Ngan)

Infantino mengatakan kepada Trump bahwa proses hukum terkait Balogun sedang ditangani badan peradilan FIFA yang independen dan keputusan akan diambil oleh pihak yang berwenang sesuai prosedur.

Ia menambahkan selalu menghormati setiap keputusan Komite Disiplin FIFA, terlepas apakah dirinya setuju ataupun tidak.

Menurut Infantino, penghormatan terhadap lembaga independen dan supremasi hukum menjadi dasar dalam menjaga integritas kompetisi serta kredibilitas FIFA.

 

Sumber: Mirror

Berita Terkait