Park Ji-sung Pimpin Komite Reformasi Sepak Bola Korea Selatan, Efek Kegagalan di Piala Dunia 2026

Korea Selatan resmi membentuk Komite Inovasi Sepak Bola Korea (K-football Innovation Committee)

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 07 Juli 2026, 15:00 WIB
Mantan pesepak bola Korea Selatan, Park Ji-sung. (AFP/Frank Fife)

Bola.com, Jakarta - Korea Selatan resmi membentuk Komite Inovasi Sepak Bola Korea (K-football Innovation Committee). Langkah ini menjadi awal dari misi mereformasi sepak bola nasional setelah Taeguk Warriors tersingkir pada fase grup Piala Dunia 2026.

Komite tersebut menggelar rapat perdana di Seoul pada Senin (6/7/2026). Legenda sepak bola Korsel, Park Ji-sung, ditunjuk sebagai salah satu pimpinan.

Advertisement

Komite bentukan pemerintah itu akan fokus membenahi tata kelola sepak bola nasional, mengembangkan pemain muda, serta mendorong pemanfaatan teknologi guna meningkatkan daya saing Korea Selatan di level internasional.

Dalam pertemuan itu, Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan, Chae Hwi-young, menyerahkan posisi pimpinan kepada Presiden Komite Olimpiade dan Olahraga Korea, Ryu Seung-min. Ryu akan mendampingi Park Ji-sung sebagai wakil ketua komite.

Komite Inovasi Sepak Bola Korea dibentuk untuk membahas berbagai langkah strategis guna meningkatkan daya saing sepak bola Korea Selatan di level internasional. Fokus pembahasannya meliputi reformasi tata kelola federasi, pengembangan pemain usia muda, hingga pemanfaatan teknologi dalam sistem pembinaan.

Selain Park Ji-sung dan Ryu Seung-min, komite tersebut juga beranggotakan Direktur Eksekutif Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA), Kim Seung-hee, serta dua mantan pemain Timnas Korsel, Lee Young-pyo dan Park Joo-ho.

 

 


Tidak Akan Interfensi KFA

Seorang pria memegang spanduk bertuliskan "Hong Myung-bo! Ludahkan uangnya dan keluar! Bubarkan KFA" sambil menunggu kedatangan pelatih kepala Timnas Korea Selatan, Hong Myung-bo, yang telah mengumumkan pengunduran dirinya setelah timnya tersingkir di babak penyisihan grup Piala Dunia FIFA 2026, di Bandara Internasional Seoul-Incheon, Incheon pada 30 Juni 2026. Kekalahan telak Korea Selatan di babak pertama Piala Dunia telah memicu kemarahan di dalam negeri dan seruan untuk perombakan total di pucuk pimpinan belum mereda setelah pengunduran diri pelatih. Pelatih Korea Selatan mengundurkan diri pada 28 Juni 2026, sehari setelah timnya tersingkir dari babak penyisihan grup Piala Dunia dan setelah mendapat kecaman dari presiden negara tersebut. (JADE GAO/AFP)

Pembentukan komite ini tidak lepas dari kegagalan Korea Selatan di Piala Dunia 2026. Tim Taegeuk Warriors tampil mengecewakan dan tersingkir di fase grup. KFA juga menuai kritik keras terkait proses penunjukan Hong Myung-bo sebagai pelatih tim nasional dua tahun lalu yang dinilai tidak transparan.

Hong, yang kembali dipercaya menangani Korea Selatan setelah gagal di Piala Dunia 2014, akhirnya mengundurkan diri setelah Son Heung-min dan kawan-kawan kembali tersingkir di fase grup. Di sisi lain, Presiden KFA Chung Mong-gyu juga resmi menyerahkan surat pengunduran dirinya pada Senin, setelah menyatakan akan mundur seusai Piala Dunia.

Dalam rapat perdana, Ryu Seung-min menegaskan bahwa komite tidak dibentuk untuk mencampuri operasional maupun keputusan internal KFA. Menurutnya, independensi federasi tetap harus dihormati.

"Sebagai orang yang bertanggung jawab dalam administrasi olahraga di Korea, saya merasa harus ikut memikul tanggung jawab untuk memastikan masa depan sepak bola yang lebih cerah," ujar Ryu.

Ryu menegaskan tujuan komite adalah memastikan setiap pembahasan tidak berhenti sebatas wacana, tetapi mampu menghasilkan langkah-langkah nyata bagi kemajuan sepak bola Korea Selatan.

"Saya rasa penting memastikan diskusi ini menghasilkan perubahan nyata dan memperjelas apakah kami hanya memberikan rekomendasi atau juga mendorong tindak lanjut. Agar ada kemajuan, seluruh anggota komite harus memiliki visi yang sama," tambahnya.

 


Park Ji-sung Dorong Perubahan

Gelandang Timnas Korea Selatan, Park Jin-seob, bersama rekan-rekannya bereaksi setelah kalah dalam pertandingan Grup A Piala Dunia 2026 antara Afrika Selatan melawan Korea Selatan di Monterrey Stadium, Guadalupe, Meksiko, pada 24 Juni 2026. (Yuri CORTEZ / AFP)

Park Ji-sung menilai kegagalan Korea Selatan di Piala Dunia menjadi momentum untuk melakukan perubahan besar dalam pengelolaan sepak bola nasional.

"Berdasarkan apa yang terjadi di Piala Dunia kali ini, saya rasa kita menyadari bahwa kita tidak bisa terus melakukan segala sesuatu dengan cara yang sama seperti sebelumnya," ujar Park.

Mantan gelandang Manchester United tersebut berharap reformasi yang dilakukan KFA dapat menjadi contoh bagi cabang olahraga lain di Korea Selatan.

"Sebagai mantan pemain, kami semua merasa bertanggung jawab atas situasi saat ini. Kami akan melihat berbagai persoalan dari semua sudut pandang dan memastikan ide-ide yang kami usulkan benar-benar bisa diterapkan," tutup Park.

Sumber: Yonhap News

Penulis: Fauzi Ananta Dharmawan