Daftar Lengkap Wasit Piala Dunia 2026: Asal Negara, Alasan Dipilih, dan Pengadil Laga Final

Berikut daftar lengkap wasit yang bertugas di Piala Dunia 2026.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 07 Juli 2026, 15:30 WIB
Wasit Slavko Vincic, dari Slovenia menunjukkan kartu merah kepada Piero Hincapie (3) dari Ekuador, tidak ada dalam gambar, selama pertandingan babak 32 Piala Dunia antara Meksiko dan Ekuador di Mexico City, Rabu, 1 Juli 2026. (AP Photo/Eduardo Verdugo)

Bola.com, Jakarta - Menjadi wasit di Piala Dunia adalah impian bagi setiap pengadil lapangan hijau. Kesempatan memimpin pertandingan di ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut bisa dibilang pencapaian tertinggi bagi seorang wasit. 

FIFA melakukan seleksi ketat memilih para wasit terbaik dari enam konfederasi, yakni UEFA (Eropa), CONMEBOL (Amerika Selatan), CONCACAF (Amerika Utara, Tengah, dan Karibia), AFC (Asia), CAF (Afrika), serta OFC (Oseania).

Advertisement

Khusus Piala Dunia 2026, FIFA juga melibatkan puluhan wasit dan 30 Video Assistant Referee (VAR). Komposisi ini menjadi operasi perwasitan terbesar dalam sejarah turnamen untuk mengawal 104 pertandingan.

Lantas, bagaimana sistem penugasan wasit di Piala Dunia 2026? Siapa saja nama-nama wasit yang bertugas, dari negara mana mereka berasal, siapa sosok paling berpengaruh, hingga bagaimana FIFA menentukan wasit yang dipercaya memimpin partai final? Berikut ulasan lengkapnya, seperti dikutip dari Give Me Sport, Selasa (7/7/2026). 

 


Daftar Wasit Piala Dunia 2026

Pemain Afrika Selatan Themba Zwane (11) menerima kartu merah dari wasit Wilton Sampaio asal Brasil pada babak kedua laga Grup A Piala Dunia 2026 antara Meksiko vs Afrika Selatan di Mexico City, Kamis, 11 Juni 2026. (AP Photo/Eduardo Verdugo)
  • Szymon Marciniak: Polandia, UEFA
  • Michael Oliver: Inggris, UEFA
  • Anthony Taylor: Inggris, UEFA
  • Francois Letexier: Prancis, UEFA
  • Danny Makkelie: Belanda, UEFA
  • Slavko Vincic: Slovenia, UEFA
  • Istvan Kovacs: Rumania, UEFA
  • Raphael Claus: Brasil, CONMEBOL
  • Wilton Sampaio: Brasil, CONMEBOL
  • Facundo Tello: Argentina, CONMEBOL
  • Kevin Ortega: Peru, CONMEBOL
  • Ismail Elfath: Amerika Serikat, CONCACAF
  • Cesar Arturo Ramos: Meksiko, CONCACAF
  • Ivan Barton: El Salvador, CONCACAF
  • Alireza Faghani: Australia, AFC
  • Ma Ning: China, AFC
  • Amin Mohamed Omar: Mesir, CAF
  • Campbell-Kirk Kawana-Waugh: Selandia Baru, OFC

Para penggemar sepak bola mungkin tidak asing dengan beberapa nama wasit yang bertugas di Piala Dunia 2026 tersebut. Namun, karena wasit biasanya memainkan peran sekunder dan perhatian tertuju kepada para pemain, banyak suporter yang lebih mudah mengenali wajah mereka ketimbang mengingat namanya.

Di antara para pengadil lapangan tersebut, ada sejumlah sosok dengan rekam jejak yang sangat mentereng. Satu di antaranya adalah Szymon Marciniak, wasit asal Polandia. Dia memimpin final Piala Dunia 2022 antara Argentina dan Prancis. Marciniak menjadi wasit dengan prestasi terbanyak di turnamen tersebut.

Bagi pencinta Premier League, nama Michael Oliver dan Anthony Taylor tentu sudah sangat familiar karena kerap memimpin laga-laga penting di kasta tertinggi Liga Inggris.

François Letexier punya rekam jejak memimpin final Euro 2024, adapun Istvan Kovacs dipercaya memimpin final Liga Champions 2025. Raphael Claus bertugas  pada final Copa America 2024. Alhasil, ini bisa dibilang sebagai jajaran wasit bintang. 

 


Bagaimana Wasit Dipilih?

Nathan Ngoy #25 dari Belgia menerima kartu merah dari Wasit Dario Herrera selama pertandingan Grup G Piala Dunia 2026 antara Belgia dan Iran di Stadion Los Angeles pada 22 Juni 2026 di Inglewood, California. (Richard Heathcote/Getty Images via AFP)

Salah satu pertanyaan kunci adalah bagaimana FIFA memilih wasit-wasit yang bertugas di Piala Dunia 2026? Tentu saja, syarat utamanya adalah memiliki kualitas dan pengalaman di level tertinggi, baik saat memimpin kompetisi elite Eropa, liga-liga top, maupun pertandingan internasional.

Namun, pengalaman saja tidak cukup. FIFA juga menilai kemampuan para wasit bekerja sebagai sebuah tim bersama asisten wasit dan Video Assistant Referee (VAR). Karena itu, yang dipilih bukan hanya individu terbaik, melainkan juga trio perwasitan yang terbukti solid dan memiliki koordinasi yang baik di lapangan.  Kualitas adalah prioritas utama dan itu tentu saja mandat FIFA.

Mereka juga harus menghadiri seminar dan tes kebugaran secara berkala. Daftar final kemudian dipersempit dan disusun untuk mampu menghadapi tekanan tingkat elite, bukan hanya berdasarkan reputasi semata.

FIFA juga menerapkan aturan netralitas yang sangat ketat. Tidak ada wasit yang dapat memimpin pertandingan yang melibatkan negara mereka sendiri sehingga menghilangkan kemungkinan konflik kepentingan. Selain itu, sebelum turnamen dimulai, wasit terpilih juga menyelesaikan kamp persiapan yang merupakan seminar selama 10 hari yang diadakan di Miami.

Dalam program tersebut, mereka menjalani pembekalan teknis, penyamaan persepsi terkait penerapan Laws of the Game, hingga simulasi berbagai situasi pertandingan yang mungkin terjadi selama turnamen.

 

 

 


Siapa Wasit yang Memimpin Final Piala Dunia 2026?

Logo FIFA terlihat di dalam stadion setelah pertandingan Final Piala Dunia Antarklub 2025 antara Chelsea dan Paris Saint-Germain di Stadion MetLife pada 13 Juli 2025 di East Rutherford, New Jersey. (Luke Hales/Getty Images via AFP)

Saat ini, FIFA belum memilih wasit yang memimpin laga final. Ini memang sudah menjadi prosedur yang diterapkan FIFA, yang tidak pernah merilis daftar kandidat wasit untuk laga final maupun pertandingan fase gugur lainnya.

Penunjukan wasit baru dilakukan beberapa hari sebelum kick-off,  didasarkan pada performa mereka sepanjang turnamen. Biasanya, pemilihan untuk final cenderung dimenangkan oleh wasit yang paling konsisten di mata FIFA. Wasit tersebut harus punya reputasi bisa membuat keputusan yang tepat dalam pertandingan besar, manajemen permainan, penanganan VAR, dan posisi yang tepat.

Selain kualitas, faktor netralitas juga menjadi syarat mutlak. Seorang wasit tidak akan ditugaskan memimpin pertandingan yang melibatkan negara asalnya, termasuk di partai final.

Meski demikian, pengalaman memimpin laga-laga besar juga menjadi nilai tambah. Maklum, final Piala Dunia merupakan pertandingan paling bergengsi dalam sepak bola, sehingga FIFA cenderung mempercayakannya kepada wasit yang telah terbukti mampu bekerja di bawah tekanan tinggi.

Keputusan akhir mengenai siapa yang akan memimpin partai final baru akan ditetapkan oleh Komite Wasit FIFA setelah seluruh pertandingan semifinal rampung.

Sumber: Give Me Sport 

Penulis: Arif Anggara Mulya

 

Berita Terkait