F1 Buka Peluang GP Bahrain Kembali Masuk Kalender Musim 2026 Ini

F1 pertimbangkan mengembalikan GP Bahrain ke kalender musim 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 07 Juli 2026, 21:00 WIB
Presiden FIA Mohammed bin Sulayem (kiri) berbicara dengan pembalap Red Bull Racing asal Belanda. Max Verstappen usai sesi kualifikasi Grand Prix F1 Bahrain di Sirkuit Internasional Bahrain di Sakhir pada 1 Maret 2024. (Giuseppe CACACE / AFP)

Bola.com, Jakarta - Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, menegaskan aspek keselamatan menjadi prioritas utama di tengah pembahasan mengenai kemungkinan kembalinya Grand Prix (GP) Bahrain ke kalender Formula 1 musim ini.

Menurut Ben Sulayem, keselamatan jauh lebih penting daripada menambah jadwal balapan yang sudah padat. Pernyataan itu muncul ketika Formula 1 sedang mengevaluasi peluang menggelar kembali GP Bahrain yang sebelumnya ditunda.

Advertisement

GP Bahrain semula dijadwalkan berlangsung pada 12 April lalu. Namun, balapan tersebut ditunda akibat konflik di Timur Tengah. GP Arab Saudi yang sedianya digelar sepekan kemudian juga mengalami penundaan.

Pekan lalu, CEO Formula 1, Stefano Domenicali, mengatakan masih ada peluang setidaknya satu dari dua balapan tersebut kembali masuk kalender musim ini apabila situasi memungkinkan.

Domenicali juga menekankan pentingnya menjaga keselamatan sekitar 2.000 personel yang mengikuti rangkaian balapan Formula 1.


Pastikan Situasi Dulu

Charles Leclerc memulai balapan dari pole position dan dengan mantap melahap 57 lap di Bahrain International Circuit. (AFP/Ozan Kose)

Berdasarkan informasi yang diperoleh Press Association, Bahrain menjadi kandidat terkuat untuk kembali menggelar balapan.

Tanggal 4 Oktober disebut sebagai opsi yang dipertimbangkan, mengisi jeda antara GP Azerbaijan pada 26 September dan GP Singapura pada 11 Oktober.

Ketika ditanya mengenai peluang Bahrain atau Arab Saudi kembali masuk kalender musim ini, Ben Sulayem mengaku belum bisa memastikan situasi tersebut.

"Siapa yang tahu? Apakah akan ada sedikit stabilitas? Sejujurnya, kami masih jauh dari kondisi itu," kata Mohammed Ben Sulayem.

"Kalau Anda bertanya apa yang menjadi prioritas, maka keselamatan masyarakat di sana jauh lebih penting daripada menambah kalender yang sudah padat. Nyawa masyarakat kami, para tetangga kami, dan semua orang di kawasan itu sangat penting."


Keselamatan Perhatian Utama

Keduanya beberapa kali terlibat duel sengit sebelum Verstappen mengambil alih sepenuhnya posisi pertama pada lap ke-47. Kendati Leclerc terus menempel ketat, Verstappen sanggup berada pada peringkat pertama hingga finis. (AP/Hassan Ammar)

Ben Sulayem juga mengungkapkan bahwa Uni Emirat Arab telah menghadapi lebih dari 3.300 serangan rudal dan drone. Menurutnya, situasi tersebut membuat keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama.

"Mudah-mudahan keadaan kembali normal dan perdamaian terwujud sehingga kami bisa bangkit lagi. Namun, saya tidak mengetahui apa yang sedang terjadi karena itu bukan berada dalam kendali kami," ujarnya.

Formula 1 diyakini harus menentukan keputusan sebelum jeda pertengahan musim yang dimulai setelah GP Hungaria dalam tiga pekan mendatang.

Langkah tersebut diperlukan apabila Formula 1 ingin tetap menggelar 23 seri pada musim ini.

Dua balapan penutup musim juga dijadwalkan berlangsung di kawasan Timur Tengah, yakni GP Qatar pada 29 November dan GP Abu Dhabi sepekan setelahnya. Hingga kini, penyelenggara Formula 1 masih berharap kedua balapan tersebut dapat berlangsung sesuai rencana.

(Fauzi Ananta Dharmawan)

 

Sumber: DPA

Berita Terkait