Ricardo Quaresma: Portugal Terlalu Lemah, Pantas Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Legenda Timnas Portugal, Ricardo Quaresma, melontarkan kritik tajam setelah langkah Selecao terhenti di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 07 Juli 2026, 20:00 WIB
Pemain Spanyol Pedro Porro dan Pau Cubarsi bereaksi gembira sementara pemain Portugal Cristiano Ronaldo tertunduk lesu setelah Spanyol mengalahkan Portugal dalam pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia di Arlington, Texas, dekat Dallas, Senin, 6 Juli 2026. (AP Photo/Ashley Landis)

Bola.com, Jakarta - Legenda Timnas Portugal, Ricardo Quaresma, melontarkan kritik tajam setelah langkah Selecao terhenti di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Menurut mantan winger yang turut membawa Portugal menjuarai Euro 2016 itu, performa tim asuhan Roberto Martinez memang tidak cukup bagus untuk melangkah lebih jauh.

Advertisement

Portugal harus mengakhiri perjalanan mereka setelah kalah tipis 0-1 dari Spanyol di Dallas Stadium, Selasa (7/7/2026) WIB. Gol semata wayang Mikel Merino yang masuk dari bangku cadangan memastikan juara bertahan Eropa melaju ke perempat final menghadapi Belgia.

Kekalahan tersebut juga menjadi penutup era Roberto Martinez sebagai pelatih Portugal. Tak lama setelah laga usai, pelatih asal Spanyol itu memutuskan mundur dari jabatannya.

Sorotan juga mengarah kepada Cristiano Ronaldo. Penyerang berusia 41 tahun itu tampak emosional setelah peluit panjang berbunyi. Piala Dunia 2026 diyakini menjadi kesempatan terakhir Ronaldo untuk mengejar trofi paling bergengsi di level internasional, dan kini ia disebut tengah mempertimbangkan masa depannya bersama tim nasional.


Quaresma: Portugal Tidak Sebagus yang Dibicarakan

Pemain Portugal Cristiano Ronaldo bereaksi setelah Portugal kalah dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Portugal vs Spanyol di Arlington, Texas, dekat Dallas, Senin, 6 Juli 2026. (AP Photo/Sam Hodde)

Di tengah pembahasan mengenai masa depan Ronaldo, Quaresma justru menilai masalah utama Portugal terletak pada performa tim secara keseluruhan.

Menurutnya, banyak orang terlalu melebih-lebihkan kualitas skuad Portugal saat ini, padahal hasil di lapangan berkata sebaliknya.

"Semua orang mengatakan tim ini adalah yang terbaik dalam sejarah Portugal. Tapi dalam hal apa? Apa yang sudah mereka menangkan? Kami pulang dengan kepala tertunduk," ujar Quaresma.

Ia menambahkan lini tengah yang dipenuhi pemain bertalenta gagal menunjukkan kualitas terbaik selama turnamen berlangsung.

"Di lini tengah kami punya banyak pemain hebat dan berbakat, tetapi mereka sangat lemah di Piala Dunia ini. Lini depan juga sama, sementara lini belakang kehilangan arah. Lebih baik saya berhenti sampai di sini, kalau tidak saya bisa mengatakan hal-hal yang akan saya sesali nanti," lanjutnya.


Performa Portugal Memang Jauh dari Meyakinkan

Pemain Portugal Bruno Fernandes (8) bereaksi setelah membuang peluang dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Portugal vs Spanyol di Arlington, Texas, dekat Dallas, Senin, 6 Juli 2026. (AP Photo/Tony Gutierrez)

Portugal sebenarnya tidak tampil dominan sejak fase grup. Mereka hanya mampu meraih satu kemenangan, sementara dua laga lainnya berakhir imbang melawan Kolombia dan Republik Demokratik Kongo.

Hasil tersebut membuat Portugal harus menghadapi jalur gugur yang lebih berat. Mereka bahkan nyaris tersingkir lebih awal sebelum akhirnya lolos dramatis dari Kroasia di babak 32 besar berkat keputusan VAR pada menit-menit akhir.

Namun, keberuntungan itu tidak berlanjut ketika menghadapi Spanyol. Portugal gagal menciptakan banyak peluang bersih dan akhirnya harus mengakui keunggulan rival sesama Semenanjung Iberia.


Ronaldo Bukan Satu-satunya yang Bisa Pensiun

Cristiano Ronaldo bukan satu-satunya pemain senior yang dikabarkan mempertimbangkan pensiun dari tim nasional.

Dua pemain berpengalaman lainnya, Bernardo Silva dan Joao Cancelo, juga disebut sedang mengevaluasi masa depan mereka bersama Selecao setelah kegagalan di Piala Dunia 2026.

Jika ketiganya benar-benar mengakhiri karier internasional, Portugal dipastikan akan memasuki fase regenerasi besar dengan mengandalkan generasi baru untuk menghadapi turnamen-turnamen mendatang.        

Sumber: L'Equipe

Berita Terkait