Bola.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akhirnya memberikan tanggapan setelah Timnas Amerika Serikat tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Akan tetapi, Trump tidak menyinggung kekalahan 1-4 dari Timnas Belgia pada babak 16 besar, Selasa (7-7-2026) pagi WIB.
Sebelum pertandingan di Seattle tersebut, Trump cukup vokal mendukung peluang Amerika Serikat di Piala Dunia. Ia juga meminta FIFA meninjau kartu merah yang diterima penyerang Folarin Balogun saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina.
Meski begitu, unggahan pertama Trump di Truth Social setelah Amerika Serikat tersingkir sama sekali tidak membahas pertandingan melawan Belgia. Ia justru menyoroti kekuatan militer Amerika Serikat.
"Militer Amerika Serikat tidak pernah sekuat dan sehebat ini. Tidak ada negara lain yang mampu melakukan apa yang kami lakukan," tulis Trump.
Minta Tinjau Kartu Merah
Dalam unggahan yang sama, Trump menyebut Amerika Serikat mencatat rekor baru dalam perekrutan personel militer.
Ia juga meminta Kongres segera meloloskan Reconciliation 3.0 yang mencakup anggaran pertahanan sebesar 350 miliar dolar Amerika Serikat, serta SAVE AMERICA ACT.
Sehari sebelumnya, Trump sempat mengungkapkan bahwa dirinya berbicara melalui sambungan telepon dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengenai kartu merah yang diterima Balogun.
Trump meminta FIFA meninjau kembali kartu merah yang diterima Balogun pada laga babak 32 besar melawan Bosnia dan Herzegovina.
Sesuai aturan, Balogun seharusnya menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan setelah menerima kartu merah tersebut. Namun, Trump bersama Direktur Eksekutif Satuan Tugas Piala Dunia Gedung Putih, Andrew Giuliani, kemudian menghubungi Infantino.
Hukuman Ditangguhkan
FIFA pada Minggu waktu setempat, mengumumkan hukuman Balogun ditangguhkan sehingga penyerang andalan Amerika Serikat itu tetap bisa dimainkan saat menghadapi Belgia.
Setelah keputusan tersebut diumumkan, Trump menyampaikan apresiasinya kepada FIFA melalui Truth Social.
"Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membatalkan sebuah ketidakadilan besar," tulis Trump.
Sumber: Express