Bola.com, Solo - Persis Solo resmi melengkapi jajaran tim kepelatihan untuk Championship 2026/2027. Laskar Sambernyawa memperkenalkan tiga sosok baru yang akan mendampingi pelatih kepala Ricky Nelson.
Manajemen Persis menunjuk Nurcholis Majid dan Febi Aji sebagai asisten pelatih. Sementara itu, posisi pelatih kiper dipercayakan kepada mantan penjaga gawang Timnas Indonesia, Hendro Kartiko.
Ketiga nama itu diharapkan mampu memperkuat fondasi tim, baik dari sisi teknis maupun pengalaman. Persis menargetkan promosi ke kasta tertinggi setelah harus berkompetisi di strata kedua musim depan.
Kehadiran mereka sekaligus menjadi sinyal keseriusan Persis dalam membangun tim yang kompetitif demi mengembalikan kejayaan Laskar Sambernyawa.
Rekam Jejak Mentereng
Nurcholis Majid datang ke Persis dengan modal prestasi impresif. Pelatih berlisensi AFC A itu sukses mengantarkan Dejan FC promosi ke Pegadaian Championship 2025/2026 dan menyabet penghargaan pelatih terbaik.
Sementara itu, Febi Aji sebelumnya berkarier sebagai asisten pelatih serta analis di FC Bekasi. Ia juga memiliki pengalaman membina pemain muda saat membesut Borneo FC U-20 dan Persik U-16.
Adapun Hendro Kartiko bukan nama asing di sepak bola Indonesia. Sebelum join Persis, ia menjabat pelatih kiper PSMS Medan dan pernah menangani sektor penjaga gawang di Persija Jakarta, Bhayangkara FC, Madura United, hingga PSM Makassar.
Tak hanya berkiprah sebagai pelatih, Hendro juga punya karier panjang sebagai mantan kiper andalan sejumlah klub seperti Mitra Kukar, Persija, Sriwijaya FC, Arema, dan Persebaya. Juga pelatih kiper Timnas Indonesia U-23 pada 2019.
Saatnya Kembalikan Persis ke Liga 1
Bagi Nurcholis Majid, Persis bukanlah klub yang asing. Ia pernah memperkuat Laskar Sambernyawa pada medio 2007-2009, sehingga kesempatan pulang ke Solo sebagai pelatih memberikan kesan tersendiri.
"Ini menjadi tantangan buat saya. Dan saya sangat senang dan antusias sekali, mudah-mudahan dengan saya di sini bisa membantu Persis Solo ke depan," ujar Nurcholis, Selasa (7/7/2027).
Menurutnya, seluruh staf kepelatihan punya komitmen yang sama, yakni membawa Persis comeback ke Super League. Ia berharap perjalanan Persis di divisi kedua hanya berlangsung semusim saja.
"Tentu pasti kami punya target, kami sepakat staff kepelatihan dikomandoi oleh coach Ricky Nelson. Kami akan berusaha untuk bagaimana mengembalikan lagi kejayaan Persis. Mudah-mudahan hanya satu musim di Liga 2 dan tahun depan kami bisa promosi di Liga 1," harapnya.
Optimistis Capai Target
Febi Aji juga menyambut antusias kesempatan bergabung bersama Persis. Baginya, tantangan mengantar Laskar Sambernyawa ke Liga 1 jadi motivasi besar dalam kariernya.
“Kami jajaran kepelatihan akan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih hal itu. Saya harap untuk suporter yang juga menjadi kekuatan tim kita, terus support kami agar bisa mencapai target itu," pintanya.
Hal senada disampaikan Hendro Kartiko. Pelatih berusia 53 tahun tersebut mengaku bangga bisa menjadi bagian dari klub yang mempunyai sejarah panjang dalam sepak bola nasional.
"Saya merasa bangga karena Persis juga klub legendaris di Indonesia. Yang pasti bukan saya saja, semua pelatih, pemain, manajemen, dan suporter juga ingin mengembalikan Persis ke Liga 1," tegas Hendro.