Kontroversi Politik Bayangi Piala Dunia 2026, Netralitas FIFA Disorot

Piala Dunia 2026 dibayangi isu politik: kasus Iran, penolakan wasit Somalia, dan penangguhan kartu merah Folarin Balogun. Relasi Infantino–Trump disorot.

BolaCom | Asad ArifinDiperbarui 07 Juli 2026, 22:54 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino (tengah), tertawa saat Presiden AS, Donald Trump, memegang kartu merah selama pertemuan di Oval Office Gedung Putih pada Selasa (28/8). Presiden FIFA bertemu Trump untuk membahas kesiapan Piala Dunia 2026. (AFP/Mandel Ngan)

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 berjalan dengan deretan laga menarik, namun di baliknya mencuat dugaan campur tangan politik dalam sejumlah keputusan penting.

Netralitas FIFA kembali dipertanyakan, dari isu delegasi Iran hingga keputusan terkait Folarin Balogun, seperti dilaporkan BBC Sport.

Advertisement

Sorotan juga mengarah pada hubungan Presiden FIFA, Gianni Infantino, dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang kembali disinggung sepanjang turnamen.

Rangkaian peristiwa, mulai penolakan masuk bagi wasit Somalia hingga penangguhan hukuman kartu merah, memantik tanya soal transparansi dan konsistensi penerapan regulasi.


Netralitas FIFA di Piala Dunia 2026

(Kiri/Kanan) Presiden AS, Donald Trump, memperhatikan saat menerima Hadiah Perdamaian FIFA (FIFA Peace Award) dari Presiden FIFA, Gianni Infantino, selama pengundian Piala Dunia 2026 yang berlangsung di AS, Kanada, dan Meksiko, di Kennedy Center, Washington, DC, pada 5 Desember 2025. (Brendan SMIALOWSKI/AFP)

FIFA selama ini menetapkan larangan tegas atas intervensi politik dalam sepak bola. Federasi yang dianggap diintervensi pemerintah bisa dijatuhi sanksi.

Pakistan menjadi salah satu contohnya. Dalam delapan tahun terakhir, negara tersebut sudah tiga kali menerima sanksi dari FIFA karena masalah campur tangan pemerintah terhadap federasi sepak bolanya.

Namun, penerapan aturan itu pada Piala Dunia 2026 memunculkan tanda tanya. Hubungan dekat Gianni Infantino dengan Donald Trump disebut turut memicu perdebatan.

Saat pengundian Piala Dunia 2026, Infantino menyerahkan penghargaan perdana FIFA Peace Award kepada Trump. Momen tersebut menuai kritik, dengan penilaian bahwa FIFA tidak perlu memberikan penghargaan khusus untuk Trump.


Kasus Iran dan Penolakan Wasit Somalia

Kontroversi muncul sejak awal turnamen. Sejumlah staf teknis Iran dikabarkan tidak mendapat izin masuk ke Amerika Serikat, sementara rombongan tim juga sempat mengalami kendala terkait akomodasi.

Masalah lain terjadi ketika wasit asal Somalia, Omar Artan, ditolak masuk ke Amerika Serikat oleh petugas imigrasi.

Menanggapi kasus tersebut, Infantino hanya berkata singkat, "Tenang saja."


Folarin Balogun dan Percakapan Trump–Infantino

Sorotan terbesar datang dari keputusan FIFA yang menangguhkan hukuman kartu merah Folarin Balogun. Putusan ini membuat penyerang Amerika Serikat tersebut tetap bisa tampil di babak 16 Besar meski sebelumnya menerima kartu merah langsung.

Keputusan itu diumumkan tanpa penjelasan rinci.

Kondisi tersebut, ditambah pengakuan Donald Trump bahwa dirinya telah berbicara dengan Infantino terkait kasus Balogun, semakin memunculkan pertanyaan mengenai transparansi dan konsistensi FIFA selama Piala Dunia 2026.

Berita Terkait