Standar Ganda FIFA di Piala Dunia 2026? Jarell Quansah Diberi Hukuman Tambahan Kartu Merah, padahal Folarin Balogun Dapat Pengampunan

Jarell Quansah dipastikan tidak bisa memperkuat Timnas Inggris dalam dua pertandingan setelah menerima hukuman tambahan dari Komite Disiplin (Komdis) FIFA.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 10 Juli 2026, 13:00 WIB
Pemain Inggris Jarell Quansah berebut bola dengan pemain Meksiko Johan Vasquez selama pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia antara Meksiko dan Inggris di Mexico City, Minggu, 5 Juli 2026. (AP Photo/Eduardo Verdugo)

Bola.com, Miami - Jarell Quansah dipastikan tidak bisa memperkuat Timnas Inggris dalam dua pertandingan setelah menerima hukuman tambahan dari Komite Disiplin (Komdis) FIFA.

Bek berusia 23 tahun itu mendapatkan sanksi tersebut menyusul kartu merah yang diterimanya saat menghadapi Meksiko pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Advertisement

Quansah diusir keluar lapangan pada menit ke-54 dalam laga yang berakhir dengan kemenangan 3-2 untuk Inggris. Dia dinilai melakukan pelanggaran keras ketika mengangkat kaki terlalu tinggi hingga mengenai pemain Meksiko, Jesus Gallardo.

Insiden tersebut dikategorikan sebagai serious foul play oleh FIFA. Karena alasan itu, bek Bayer Leverkusen tersebut tidak hanya menjalani hukuman larangan bermain otomatis satu pertandingan, tetapi juga mendapat tambahan satu laga lagi dari Komdis FIFA.

Akibat sanksi tersebut, Quansah dipastikan melewatkan pertandingan perempat final melawan Norwegia. Jika Inggris lolos, ia juga tidak akan tersedia pada semifinal menghadapi pemenang duel Argentina kontra Swiss.

Quansah baru dapat kembali dimainkan jika Inggris berhasil menembus final yang dijadwalkan berlangsung di New Jersey pada 19 Juli 2026. Situasi itu membuat pilihan di sektor bek kanan makin terbatas.

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) sempat mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas hukuman tersebut. Namun, regulasi Piala Dunia tidak memberikan jalur bagi peserta untuk menggugat keputusan tersebut.


Sampaikan Keberatan

Dari kiri) gelandang Inggris #10, Jude Bellingham, gelandang #08, Elliot Anderson, gelandang #04, Declan Rice, penyerang #09, Harry Kane dan bek #03, Nico O'Reilly, merayakan kemenangan setelah memenangkan pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Inggris di Stadion Kota Meksiko di Kota Meksiko pada 6 Juli 2026. (Rodrigo OROPEZA/AFP)

Meski begitu, FA tetap menyampaikan keberatan kepada FIFA yang mengarah pada keputusan kartu merah Quansah.

FA menilai wasit lebih dahulu diperlihatkan gambar diam dan tayangan ulang gerakan lambat sebelum menyaksikan kejadian dalam kecepatan normal, sehingga dikhawatirkan memengaruhi penilaian akhir.

BBC mengulas, di Liga Inggris, prosedur tayangan VAR dilakukan dengan urutan berbeda. Wasit lebih dulu melihat insiden dalam kecepatan normal sebelum diputar ulang dalam gerakan lambat.

Absennya Quansah menjadi tantangan baru bagi pelatih Inggris, Thomas Tuchel.

Pada laga melawan Meksiko, ia dipercaya mengisi posisi bek kanan karena Reece James masih berkutat dengan cedera hamstring, sedangkan Djed Spence hanya dimainkan sebagai pemain pengganti setelah mengalami sedikit masalah kebugaran.

Kendati demikian, Tuchel sebelumnya mengungkapkan bahwa James diperkirakan sudah bisa kembali saat menghadapi Norwegia. Bek asal Chelsea tersebut memang sempat menepi sejak mengalami cedera ketika menghadapi Timnas Ghana pada penyisihan grup.

"Mengecewakan, bukan karena keputusannya, tetapi karena kami kehilangan pemain yang bagus. Dia tampil sangat baik dalam latihan dan, tentu saja, kami sedang mengalami beberapa cedera di posisi itu sehingga terlihat ada kesempatan terbuka untuk Jarell. Namun, keputusan sudah dibuat. Kami tidak akan menghabiskan energi lagi untuk memikirkannya. Secara keseluruhan, kami kehilangan pemain bagus selama dua pertandingan, tetapi ini hanyalah rintangan lain yang harus kami atasi," ujar Anthony Barry, asisten pelatih Inggris.


Beda Perlakuan FIFA terhadap Folarin Balogun

Pemain Amerika Serikat Folarin Balogun melakukan selebrasi aksi setelah mencetak gol pertama timnya selama pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia antara Amerika Serikat dan Bosnia di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Rabu, (01/07/2026). (AP Photo/Julio Cortez)

FIFA juga telah menunjuk wasit asal Prancis, Clement Turpin, untuk memimpin pertandingan Inggris kontra Norwegia. Sebelumnya, ia juga memimpin kemenangan Harry Kane dkk. 4-2 atas Kroasia.

Hukuman terhadap Quansah kembali memancing perdebatan mengenai konsistensi keputusan FIFA.

Sebab, penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, yang juga menerima kartu merah karena serious foul play saat menghadapi Timnas Bosnia dan Herzegovina hanya dijatuhi larangan bermain satu pertandingan, dan ditangguhkan selama 12 bulan.

Keputusan tersebut menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk UEFA, Timnas Belgia, hingga Tuchel.

FIFA menjelaskan bahwa putusan terhadap Balogun diambil setelah mempertimbangkan seluruh keadaan khusus dalam insiden tersebut beserta bukti yang tersedia, tanpa menguraikan rincian pertimbangannya.

Di sisi lain, perbedaan prosedur penggunaan VAR juga mengundang kontroversi. Pada Piala Dunia 2026, wasit diperlihatkan gambar diam, lalu tayangan gerak lambat, sebelum akhirnya melihat insiden dalam kecepatan normal, sedangkan di Liga Inggris urutannya dibuat sebaliknya.

Namun, protokol VAR tetap memperbolehkan penggunaan tayangan gerak lambat untuk memastikan titik kontak dalam pelanggaran fisik.

Selama wasit tetap diperlihatkan rekaman dengan kecepatan normal, seperti yang terjadi pada insiden Balogun maupun Quansah, prosedur tersebut dinilai telah sesuai dengan ketentuan FIFA.

 

Sumber: BBC

Berita Terkait