Bola.com, Jakarta - Sinar Lionel Messi masing terang benderang hingga menjelang babak perempat final Piala Dunia 2026. Ia memimpin Timnas Argentina menantang Swiss, Minggu (12/7/2026), untuk menjemput tiket semifinal.
Gol seolah tak pernah berhenti dicetaknya untuk Argentina di pentas Piala Dunia, bahkan sejak edisi 2022 saat Albiceleste keluar sebagai juaranya.
La Pulga telah masuk dalam jajaran pencetak gol terbanyak turnamen dan tetap menjadi sosok kunci dalam upaya Argentina mempertahankan gelar, sebuah pencapaian luar biasa lainnya muncul yang semakin mengukuhkan status legendarisnya.
Pemain berusia 39 tahun ini sekali lagi menjadi motor penggerak perjuangan Argentina, memadukan gol, assist, dan kreativitas kelas dunia untuk menginspirasi langkah jauh timnya di turnamen ini.
Penampilannya mengingatkan para penggemar mengapa ia tetap menjadi salah satu pemain sepak bola terhebat, bahkan di tengah munculnya bintang-bintang muda yang mulai mencuri perhatian.
Catatan statistik individunya pun tak kalah mengesankan. Messi telah mencetak delapan gol di turnamen ini. Jumlah yang saat ini disamai Kylian Mbappe. Keduanya mengungguli jumlah gol Erling Haaland (7 gol) dan Harry Kane (6 gol).
Sulit Dikejar
Opta mengungkap statistik yang menyoroti betapa lengkapnya performa Messi sepanjang turnamen kali ini. Sejak pencatatan statistik mendetail dimulai pada tahun 1966, Messi menjadi satu-satunya pemain dalam satu edisi Piala Dunia FIFA yang berhasil menciptakan setidaknya 10 peluang, melakukan 10 dribel sukses, melepaskan 10 operan terobosan, dan memenangkan 10 pelanggaran.
Angka-angka tersebut semakin mempertegas pencapaiannya. Messi telah menciptakan 15 peluang, melakukan 10 dribel sukses, melepaskan 11 operan terobosan, dan memenangkan 13 pelanggaran; ia menjadi pemain pertama dalam hampir enam dekade pencatatan data Opta yang berhasil mencapai keempat tonggak pencapaian tersebut dalam satu turnamen Piala Dunia yang sama.
"Rekor ini menggambarkan berbagai aspek pengaruhnya di lapangan. Selain mencetak gol, pemain berusia 39 tahun ini secara konsisten membongkar pertahanan lawan melalui operan-operan tajam, membawa bola di tengah tekanan lawan, memancing pelanggaran di area berbahaya, serta mengatur ritme serangan Argentina." tulis World Soccer Talk.
Usia Hanya Angka
Messi nyatanya mampu bersaing dengan pemain-pemain yang jauh lebih muda dan masih punya tenaga. Banyak pemain tampil gemilang dalam satu kategori statistik selama turnamen besar, namun Messi mendominasi di berbagai aspek sekaligus.
Dalam visi permainan, kemampuan menguasai bola dalam jarak dekat, dan pengambilan keputusannya menjadikannya salah satu pemain paling berpengaruh dalam kompetisi ini, meskipun ia merupakan salah satu bintang lapangan tertua yang berlaga.
Alih-alih hanya mengandalkan kemampuan penyelesaian akhir, kapten timnas Argentina ini berkontribusi dalam hampir setiap fase serangan. Baik saat menciptakan peluang bagi rekan setim maupun saat membawa bola menembus pertahanan lawan yang rapat, ia tetap menjadi poros serangan tim nasionalnya.
Konsistensi Luar Biasa
Di usia 39 tahun, Messi terus menampilkan performa yang biasanya diharapkan dari pemain yang sedang berada di puncak karier, bukan dari mereka yang sudah mendekati masa akhir karier.
"Konsistensinya sepanjang turnamen telah mengejutkan bahkan para pengamat kawakan, sekaligus membuktikan bahwa pengalaman, kecerdasan, dan kehebatan teknik masih bisa mendominasi di level tertinggi," tandas tulisan World Soccer Talk.
Sumber: World Soccer Talk