Bola.com, Jakarta - Thibaut Courtois memberi dukungan penuh kepada Senne Lammens setelah blunder krusial di perempat final Piala Dunia 2026. Belgia, yang dikenal dengan julukan Setan Merah, kalah 1-2 dari Spanyol di SoFi Stadium, Los Angeles.
Courtois harus ditarik keluar pada menit ke-71 karena cedera otot di kaki kanannya. Lammens, kiper 24 tahun milik Manchester United, lalu masuk dan menjalani debut Piala Dunia.
Momen penentu terjadi pada menit ke-88. Lammens gagal mengantisipasi tembakan jarak jauh Pau Cubarsi, sehingga Mikel Merino memanfaatkan situasi untuk mencetak gol penentu kemenangan Spanyol. Lammens tampak terpukul, terduduk di rumput dengan tangan menutupi wajah.
Dukungan Penuh Courtois untuk Lammens
Setelah peluit akhir, Courtois yang berusia 34 tahun langsung menghampiri dan memeluk Lammens. Ia menegaskan pengalaman pahit ini akan menempa kiper muda tersebut. "Saya memberinya pelukan erat. Dia adalah kiper hebat. Anda hanya akan menjadi lebih kuat dari ini," kata Courtois seperti dilansir RTL Today pada 10 Juli 2026.
Keyakinan Courtois terhadap karakter Lammens juga disampaikan secara terbuka. "Pada akhirnya Anda tidak bisa mengatakan banyak lagi kepadanya atau memberinya banyak nasihat lagi. Dia adalah pria yang kuat, kepribadian yang kuat. Saya yakin dia akan baik-baik saja," ujarnya.
Courtouis menambahkan bahwa Lammens akan berlibur sebelum kembali ke Manchester United untuk menatap musim yang sukses. Isyarat itu datang di tengah situasi emosional usai pertandingan, ketika sang kiper senior lebih dulu dipaksa keluar karena cedera.
Kronologi Laga dan Keputusan Pergantian
Courtois mengalami masalah otot pada kaki kanan dan ditarik pada menit ke-71. Ia mengaku ingin melanjutkan laga, namun pelatih Rudi Garcia memilih pemain yang benar-benar 100% bugar pada fase perempat final ini. Keputusan itu membuka jalan bagi debut Piala Dunia Lammens.
Spanyol memastikan kemenangan 2-1 di menit ke-88. Tembakan jarak jauh Pau Cubarsi memantul tepat di depan Lammens, yang gagal mengamankan bola. Mikel Merino menyambar situasi tersebut untuk mengunci hasil di SoFi Stadium, Los Angeles.
Setelah gol penentu itu, Lammens terlihat sangat terpukul. Di pengujung laga, Courtois mendatangi rekan setimnya untuk memberikan pelukan dan penguatan mental, menegaskan pentingnya momen ini sebagai batu loncatan dalam karier sang debutan Piala Dunia.
Respons Skuad Belgia dan Arah Karier Lammens
Dukungan juga datang dari Brandon Mechele. Bek Belgia tersebut menyebut insiden yang melibatkan rekan setimnya itu sebagai "momen pembelajaran". Ia menilai tembakan Cubarsi memang sulit diantisipasi karena bola memantul tepat di depan Lammens.
Sebelum malam di Los Angeles, Lammens menjalani musim pertama yang mengesankan bersama Manchester United. Performa tersebut bahkan memunculkan seruan agar ia menjadi starter di Piala Dunia. Namun, kesalahan di panggung sebesar perempat final menunjukkan masih ada banyak hal yang harus dipelajari untuk mencapai level tertinggi.
Meski demikian, Lammens diharapkan bisa pulih secara mental dari pengalaman ini dan mendapatkan lebih banyak kesempatan tampil di Piala Dunia mendatang. Kekalahan 1-2 dari Spanyol ini juga secara luas menandai berakhirnya era "generasi emas" tim nasional Belgia.