Bola.com, Jakarta - Argentina menghadapi Swiss di perempat final Piala Dunia 2026 pada Minggu (12/7/2026) pagi WIB dengan modal kabar yang menguntungkan. Lawan mereka dipastikan tidak full team.
Swiss kehilangan top skor Piala Dunia 2026 mereka, Johan Manzambi, yang masih berkutat dengan cedera lutut. Absensi gelandang kelahiran 2005 itu membuka celah yang bisa dimanfaatkan Tim Tango untuk mengamankan tiket semifinal.
Pelatih Murat Yakin telah memastikan Manzambi belum bisa diturunkan. Padahal, kontribusinya krusial sejauh turnamen ini dengan tiga gol dan dua assists dari lini tengah.
Jelang Argentina vs Swiss di Perempat Final Piala Dunia 2026
Laga Argentina vs Swiss menjadi salah satu sorotan babak delapan besar ajang empat tahunan tersebut. Kick-off digelar Minggu (12/7/2026) pagi WIB.
Situasi prapertandingan memihak Argentina setelah Swiss dipastikan tampil tanpa Johan Manzambi. Kehilangan itu berpotensi mengganggu alur serangan tim asuhan Murat Yakin.
Pada babak 16 besar, pendekatan reaktif sempat merepotkan Argentina. Skema serupa diperkirakan akan dicoba Swiss, namun tanpa Manzambi efektivitas transisi mereka bisa berkurang.
Swiss Tanpa Johan Manzambi: Cedera Lutut dan Konfirmasi Murat Yakin
Manzambi adalah top skor Swiss di Piala Dunia 2026 dengan torehan tiga gol dan dua assists, meski berposisi sebagai gelandang. Perannya sentral dalam progres serangan dan eksekusi momen transisi.
Yakin menegaskan kondisi Manzambi belum memungkinkan untuk bermain. "Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memulihkannya; sayangnya, dia tidak bisa bermain besok. Johan Manzambi sangat kesakitan. Ini mengejutkan kami semua. Momentumnya sedang bagus, dan ada begitu banyak kegembiraan saat dia bermain sepak bola," tutur Yakin seperti dinukil dari Soccerway.
Pemain kelahiran 2005 itu sebelumnya absen saat Swiss menang adu penalti melawan Kolombia di babak 16 besar. Harapan untuk fit di perempat final pupus setelah hasil tes medis menunjukkan sebaliknya.
Cedera lutut tersebut didapat saat sesi latihan jelang menghadapi Kolombia pada 6 Juli. Sejak itu, pemulihan berjalan, namun belum cukup untuk mengembalikannya ke lapangan pada laga kontra Argentina.
Implikasi Taktis: Embolo Jadi Tumpuan, Fokus Serangan Balik
Tanpa Manzambi, kekuatan serangan Swiss diperkirakan berkurang, terutama pada aspek kecepatan dan penetrasi dari lini kedua. Murat Yakin kini tinggal bertumpu pada Breel Embolo untuk menginisiasi transisi.
Skema yang kemungkinan diusung adalah menumpuk pemain di area pertahanan dan mencari celah lewat serangan balik cepat. Pola ini serupa pendekatan Mesir yang sempat merepotkan Argentina di babak 16 besar.
Konsekuensinya, Swiss membutuhkan efisiensi tinggi saat mendapatkan ruang. Tanpa penyelesai akhir tambahan dari lini tengah seperti Manzambi, setiap peluang akan semakin berharga.