Legenda Timnas Inggris Ramai-Ramai Kecam Gianni Infantino: Punya Standar Ganda di Piala Dunia 2026, Tak Layak Jadi Presiden FIFA

Sejumlah legenda Inggris, dari Gary Lineker dan Alan Shearer, merasa Gianni Infantino harus turun dari jabatannya sebagai Presiden FIFA.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 11 Juli 2026, 16:00 WIB
Momen itu juga disaksikan Presiden FIFA Gianni Infantino yang turut hadir di pertandingan Iran vs Kosta Rika. (AP Photo/Riza Ozel)

Bola.com, Jakarta - Sejumlah pemain legendaris Timnas Inggris, termasuk Gary Lineker dan Alan Shearer, mengecam kinerja Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA.

Mereka menganggap orang nomor satu di induk tertinggi sepak bola dunia itu punya kinerja buruk, terutama menyangkut serangkaian hal kontroversial di Piala Dunia 2026.

Advertisement

Tidak sedikit pihak yang menyebut Gianni Infantino tak lagi bisa mempertahankan posisinya sebagai Presiden FIFA menyusul sejumlah kebijakan kontroversial, termasuk keputusan yang merugikan Timnas Inggris.

Gianni Infantino dalam kecaman keras terkait sanksi kartu merah di Piala Dunia. Pemain Inggris, Jarell Quansah, dijatuhi larangan bermain dalam dua pertandingan setelah ia dikeluarkan dari lapangan saat melawan Meksiko pada fase 16 besar lalu.

Alhasil, Quansah absen dalam laga perempat final The Three Lions melawan Norwegia, Minggu (12-7-2026) dini hari WIB, serta potensi laga semifinal melawan Argentina atau Swiss jika Inggris berhasil menyingkirkan Norwegia.


Standar Ganda

Berdiri di samping Trofi Piala Dunia, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan pidato pada pertemuan musim dingin Konferensi Walikota AS pada 29 Januari 2026 di Washington, DC. Infantino mempromosikan Piala Dunia 2026, yang akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menyoroti potensi manfaatnya bagi kota dan komunitas tuan rumah. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Sebelum sanksi yang menimpa Jarell Quansah, FIFA menangguhkan hukuman Folarin Balogun. Penyerang Amerika Serikat itu terkena larangan satu pertandingan akibat kartu merah yang diterima di 16 besar.

Balogun mendapat kartu merah langsung saat The Yanks mengalahkan Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar. Alih-alih absen dua pertandingan, Balogun pada akhirnya tetap bisa bermain di pertandingan melawan Belgia.

Hukuman tersebut ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA.

Presiden AS, Donald Trump, diketahui melakukan lobi dengan menelepon Infantino untuk meminta peninjauan ulang terhadap kartu merah dan sanksi tersebut.

Kini Infantino dalam tekanan hebat karena standar ganda yang ditempuh organisasi yang dipimpinnya.

Pria berusia 56 tahun yang menjabat sebagai presiden FIFA sejak 2016 itu kini menghadapi gelombang kecaman agar mundur dari jabatannya.


Saatnya Dicopot

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara di KTT Semafor World Economy 2026 pada 15 April 2026 di Washington, DC. KTT ini mempertemukan para pemimpin bisnis dan CEO teknologi untuk membahas ekonomi, kecerdasan buatan, dan tren bisnis. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Gary Lineker menjadi tokoh ternama terbaru yang mengkritik cara badan sepak bola dunia tersebut menangani situasi ini.

Ia bergabung dengan Alan Shearer, Joe Cole, dan Micah Richards untuk membahas masalah ini dalam episode terbaru acara Netflix bertajuk "The Rest Is Football".

"FIFA sendiri yang menyebabkan semua masalah ini. Bagaimana mungkin Quansah kini dihukum dua pertandingan, sementara hukuman satu pertandingan Balogun ditangguhkan dan akhirnya dibatalkan. Namun, Quansah justru harus absen jika Inggris berhasil melewati dua pertandingan tersebut," cetus Alan Shearer dikutip dari talkSPORT.

"Ini benar-benar memalukan. Sungguh citra yang sangat buruk," ucap legenda Blackburn Rovers dan Newcastle United tersebut.

"Menurut saya, posisinya di FIFA saat ini hampir tidak bisa dipertahankan lagi," sahut Gary Lineker.


Konyol

Folarin Balogun #20 dari Timnas Amerika Serikat memperhatikan sebelum pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara AS dan Belgia di Stadion Seattle pada 7 Juli 2026 di Seattle, Washington. (David Ramos/Getty Images via AFP)

Kritik terhadap Infantino berlanjut saat Joe Cole, hingga Micah Richard melontarkan komentar yang menggelitik.

"Dia cuma punya satu tugas. Dia itu seperti Basil Fawlty yang selalu saja ceroboh dan mengacaukan segalanya," sentil Joe Cole.

"Ini benar-benar konyol, bukan? Sudah berapa kali hal seperti ini terjadi? Padahal, banyak hal positif yang telah terjadi di turnamen ini," timpal Micah Richards.

"Kita terus membahas berbagai kisah suksesnya, tetapi kejadian ini sungguh tidak masuk akal," tegas eks pemain Manchester City itu.


Bermacam Sanksi

Bek Inggris Jarell Quansah (AFP)

Hukuman larangan bermain dua pertandingan bagi Quansah merupakan kasus kedua di mana sanksi akibat kartu merah diperpanjang menjadi lebih dari satu pertandingan pada Piala Dunia kali ini.

Gelandang Afrika Selatan, Themba Zwane, dijatuhi larangan bermain tiga pertandingan setelah ia dikeluarkan dari lapangan saat melawan Meksiko dalam laga pembuka lalu.

Sementara itu, Folarin Balogun menjadi satu-satunya pemain yang sanksi larangan bermainnya akibat kartu merah, ditangguhkan oleh FIFA.

Sebanyak 12 pemain lainnya yang dikeluarkan dari lapangan telah menjalani masa hukuman mereka selama turnamen berlangsung, atau akan menjalaninya pada pertandingan tim nasional mereka berikutnya setelah tim mereka tersingkir.

 

Sumber: Talksport

Berita Terkait