Bola.com, Kudus - Dua tim asal Jawa Barat, Goal Aksis dan Cipta Cendikia, berhasil melangkah ke final U-15 HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 setelah menjadi pemenang dalam laga semifinal yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (11/7/2026).
Derbi Jawa Barat mengawali semifinal U-15 HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 mempertemukan Goal Aksis Cimahi dan Mojang Priangan Ciamis yang berakhir drama adu penalti.
Ketenangan Goal Aksis membawa keunggulan atas Mojang Priangan dengan hasil akhir 1-1 (3-2) mengamankan satu tempat di partai pamungkas.
Sementara itu, di partai semifinal lainnya, Cipta Cendikia Football Academy Bogor berhasil meredam perlawanan Arema FC Women Malang dengan skor 2-1.
Dengan hasil dua laga semifinal tersebut, Goal Aksis akan bersua dengan Cipta Cendikia FA di partai final yang akan diselenggarakan pada Minggu (12/7/2026) pukul 09.00 WIB.
Menang Mental di Adu Penalti, Goal Aksis Singkirkan Mojang Priangan
Dalam semifinal U-15 pertama, derby Jawa Barat antara Goal Aksis dan Mojang Priangan menyuguhkan duel berintensitas tinggi sejak peluit awal berbunyi.
Mojang Priangan mencoba lebih dulu mendominasi permainan melalui tekanan yang diarahkan ke lini pertahanan Goal Aksis. Disiplin barisan belakang Goal Aksis mampu memutus jalur distribusi bola sehingga lawan kesulitan mengembangkan serangan.
Meski demikian, Mojang Priangan tetap tampil sabar memainkan kombinasi umpan-umpan pendek yang terorganisir hingga beberapa kali mampu mengalirkan bola ke area kotak penalti. Goal Aksis tak tinggal diam dan langsung merespons melalui serangan balik cepat yang beberapa kali mengancam pertahanan Mojang Priangan.
Di bawah komando sang kapten, Nafeeza Ayasha Nori, Mojang Priangan meningkatkan intensitas serangan. Sementara itu, Goal Aksis tampil disiplin melakukan transisi ke fase bertahan sambil menunggu momentum untuk memutus aliran bola dan membalikkan tekanan.
Upaya Mojang Priangan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-24. Berawal dari sepak pojok yang dieksekusi Ranna Dzakira Silva, Kirani Hedda berhasil menyelinap di depan gawang tanpa kawalan sebelum menanduk bola ke dalam gawang Goal Aksis. Gol itu membawa Mojang Priangan unggul 1-0, sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan tipis.
Memasuki babak kedua, Mojang Priangan dan Goal Aksis tetap ngotot berebut penguasaan bola di lini tengah. Ball possession yang dikuasai Mojang Priangan beberapa kali mampu dibawa hingga sepertiga akhir lapangan untuk mengkreasikan peluang.
Pada menit ke-28, Nafeeza Ayasha Nori melepaskan shoot on target menggunakan kaki kiri dari depan gawang, namun masih mampu diantisipasi penjaga gawang Goal Aksis, Elbian Defika Aryasatya.
Goal Aksis tak tinggal diam dan berupaya membangun serangan untuk mengejar ketertinggalan. Sejumlah percobaan direct shooting masih mampu diamankan penjaga gawang Mojang Priangan.
Peluang terbaik hadir pada menit ke-38 saat sepak pojok Bilqis Fatima Azzahra disambut sundulan Dian Aprilia Pary, namun penyelesaiannya belum cukup akurat untuk mengarah ke gawang.
Saat Mojang Priangan kembali memainkan build-up serangan kaki ke kaki, Goal Aksis justru berhasil menyamakan kedudukan. Syifa Ramadhani yang baru masuk di menit 45 sebagai pemain pengganti langsung memberi dampak.
Berawal dari situasi sepak pojok Bilqis Fatima Azzahra, Amanda Fitriani menyambut bola muntah dan mengirim umpan lambung ke depan gawang yang langsung disambar Syifa Ramadhani menjadi gol pada menit ke-47. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalti.
Dalam drama adu penalti, Goal Aksis tampil lebih tenang. Dian Aprilia Pary, Bilqis Fatima Azzahra, dan Indira Fatima sukses menjalankan tugas sebagai algojo, sedangkan Mojang Priangan hanya mampu mencetak dua gol. Goal Aksis pun menang 3-2 sekaligus memastikan tiket ke partai final HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026.
Pelatih Kepala Goal Aksis Budi Sufarlan mengakui, ketenangan mental menjadi faktor kunci ketika berlaga di fase knockout. Untuk itu, ia senantiasa mengingatkan anak asuhnya untuk lebih tenang dan berpikir cepat mencari solusi ketika berada di situasi sulit.
“Apa pun hasilnya hari ini coba lebih tenang karena kalau lebih tenang kemampuannya akan keluar 100 persen. Tadi sempat kebobolan tapi saya bilang masih ada kesempatan 25 menit kedua, jadi tidak ada yang tidak mungkin. Pemilihan penendang untuk babak adu penalti tadi tentu atas dasar kemampuan mereka yang kita lihat saat latihan, tidak hanya teknik tapi juga mental. Tapi di final nanti kami berharap bertemu dengan lawan yang belum pernah dihadapi sehingga tim bisa menambah wawasan dan pengalaman bertanding,” Coach Budi menjelaskan.
Coach Budi memastikan skuad asuhannya siap melakoni partai pamungkas esok sebab telah melakukan persiapan matang meski memiliki waktu recovery yang tidak banyak.
“Insyaallah kondisi fisik pemain Goal Aksis cukup untuk di final. Karena setiap sesi latihan kita sudah tertakar secara sport science-nya. Jadi kita udah ada tes parameternya, tes awal, tes tengah, dan tes akhirnya sebelum kita berangkat pun kesini kita ada cek kondisinya masing-masing,” tandasnya kemudian.
Kapten Goal Aksis Elbian Devika Aryasatya memiliki makna untuk kemenangan Goal Aksis yang mampu membalikkan keadaan saat tertekan hingga akhir babak kedua. Membawa timnya melaju ke babak final, Elbian bersyukur mampu membanggakan orang tua yang selama ini mendukung penuh pada minatnya di dunia sepak bola.
“Tadi saya yakin dan bisa untuk mengkoordinir teman-teman di lapangan, agar menutup ruang shooting dan tidak membiarkan lawan memegang bola. Kami membawa motivasi untuk mengubah silver di regional jadi gold di putaran nasional. Semoga kami menjadi lebih baik dari sebelumnya dan membuktikan pada orang tua bahwa dukungan yang mereka keluarkan pada anaknya tidak sia-sia,” ucap Elbian.
Sementara di sisi lain, Kapten Mojang Priangan Nafeeza Ayasha Nori tak patah semangat meski belum bisa melaju ke partai final. Namun, ia tetap tampil maksimal dan memiliki motivasi lebih untuk terus mengasah kemampuan demi menjadi pesepak bola putri profesional.
“Terima kasih teman-teman telah berusaha semaksimal mungkin hingga di titik ini. Aku senang ada turnamen yang berkembang dari tahun-tahun sebelumnya, jadi ada kesempatan buat teman-teman perempuan yang ingin bermain sepak bola untuk tampil. Ternyata lawan di putaran nasional ini di luar ekspektasi aku. Semuanya jago,” kata Nafeeza.
Skema Bola Mati Antarkan Cipta Cendikia FA ke Final
Partai perebutan tiket final U-15 lainnya mempertemukan Cipta Cendikia FA melawan Arema FC Women. Mendapat bola pertama untuk memulai laga, Arema FC Women langsung memberi ancaman ke gawang lawan.
Kesya Arabela Manisya Nian, penyerang Arema FC Women membuka peluang dari tendangan bebas di garis tengah pada menit 6 yang masih dihalau kiper.
Beberapa upaya tendangan jarak jauh dilakukan pula oleh pemain bernomor 9 tersebut namun belum membuahkan hasil. Selain itu, Fadilla juga punya asa lewat tendangan dari luar kotak penalti tapi belum membahayakan gawang lawan.
Mencoba mencetak gol cepat di 10 menit awal, Arema FC Women justru kebobolan lebih dulu lewat gol yang diciptakan oleh Shilen Nailenka Khanza di menit 12. Lewat skema tendangan bebas di sisi kanan kotak penalti lawan, sepakan Ayla Dva Khala Ahima menjadi kemelut di depan gawang dan tap in Shilen berhasil membuat Cipta Cendikia FA unggul.
Eksekusi Ayla dalam mengeksekusi bola mati lagi-lagi menciptakan angka untuk timnya di menit 24. Kali ini, pemain bernomor 19 itu mencatatkan namanya di papan skor lewat free kick yang dilakukan dari sepertiga lapangan. Babak pertama pun berakhir dengan keunggulan Cipta Cendikia dengan skor 2-0.
Tertinggal dua gol, Arema FC Women langsung mengambil inisiatif menyerang begitu peluit mula babak kedua dibunyikan. Tak butuh waktu lama, Fadilla bisa mencetak gol cepat dari serangan pertama yang dilancarkan.
Memaksimalkan kesalahan passing dari pemain belakang Cipta Cendikia FA, Fadilla bermanuver sendiri di sektor kiri pertahanan lawan, mengelabui satu pemain sebelum menceploskan bola dengan tendangan kaki kanan.
Mendapat asa mengejar ketinggalan, Arema FC Women makin tampil lebih ngotot dengan pressing ketat di lini tengah agar bisa cepat mengalirkan bola ke lini pertahanan lawan dan menciptakan beberapa peluang. Ratu Bilqis Azzahra mendapat peluang emas menyamakan kedudukan yang bermula dari bola mati yang dilepaskan oleh Fadilla berujung kemelut.
Kegagalan pemain lini belakang Cipta Cendikia FA melakukan clearance di menit 45 membuat pemain bernomor 17 itu dapat ruang kosong, tapi sentuhannya pada bola tidak maksimal sehingga bola hanya melenceng ke sisi kanan gawang. Skor 2-1 untuk Cipta Cendikia FA bertahan sampai pertandingan selesai.
Pelatih Kepala Cipta Cendikia FA, Ruly Hidayansyah bersyukur atas hasil yang diraih timnya. Sejak awal, ia dan staf pelatih memang menginstruksikan untuk tampil menyerang dengan berbagai variasi serangan dan dieksekusi baik oleh para pemain dengan hadirnya dua gol di babak pertama.
Sayang, rotasi yang dilakukan di babak kedua justru menguntungkan lawan sehingga Arema FC Women makin intens dalam menyerang. Beruntung, kedisiplinan lini pertahanan bisa mengantarkan mereka menyentuh partai final.
“Babak pertama memang saya instruksikan anak-anak untuk agresif, main antar ruang. Kalau misalnya open play tidak dapat gol, kami harus punya strong point juga, salah satunya adalah set piece dan alhamdulillah dapat dua gol. Begitu kami kebobolan satu, saya melihat Arema inisiatif langsung menyerang luar biasa dan kita memang kewalahan, jujur. Tapi saya apresiasi buat anak-anak mau kerja keras, mau disiplin lagi pertahanannya sehingga bisa mempertahankan kemenangan,” ucapnya.
Melaju ke babak final dan berhadapan dengan Goal Aksis, Alliya Khairun Nissa menegaskan tim akan bermain lebih fokus lagi. Pasalnya, di pertemuan mereka pada babak fase grup, Cipta Cendikia FA kebobolan di menit akhir sehingga membuyarkan kemenangan mereka yang sudah di depan mata.
“Kalau saya selalu berpikir semua match saya libatkan Allah, karena saya percaya kalau kita berusaha tanpa doa itu susah, dan doa tanpa usaha itu juga susah. Untuk melawan Goal Aksis di final yang pasti kita harus lebih fokus lagi, karena waktu bertemu di babak penyisihan kami kecolongannya di menit akhir dan itu sakit banget sih. Makanya kita sama teman-teman harus fokus sampai peluit selesai,” kata pemain yang berposisi sebagai kiper itu.