Persahabatan Lewat Sepak Bola, Inkracht Sakti FC Vs Tim Sabah sebagai Persiapan Mundiavocat 2027

Laga Inkracht Sakti FC melawan tim Sabah menjadi bagian dari persiapan menuju Kejuaraan Dunia sepak bola untuk lulusan fakultas hukum kategori usia di atas 45 tahun di Bali pada April 2027 atau Mundiavocat.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 11 Juli 2026, 21:15 WIB
Tim sepak bola asal Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, menjalani partai persahabatan internasional melawan Inkracht Sakti FC di PTIK Sport Stadium, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7/2026). (Bola.com/Istimewa).

Bola.com, Jakarta - Tim sepak bola asal Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, menjalani partai persahabatan internasional melawan Inkracht Sakti FC di PTIK Sport Stadium, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7/2026).

Pertandingan tersebut menjadi bagian untuk mempererat hubungan antarkomunitas sepak bola sekaligus persiapan kedua kesebelasan menghadapi berbagai turnamen mendatang.

Advertisement

Partai itu mempertemukan tim asal Kota Kinabalu dengan Inkracht Sakti FC yang diperkuat para lulusan Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Jakarta.

Perwakilan Kota Kinabalu Sabah, George Soh, menjelaskan tim yang bermain bukan Sabah FC di Liga Super Malaysia. Namun, tim itu diperkuat dua mantan pemain Sabah FC dan rutin mengikuti berbagai turnamen di dalam maupun luar negeri.


Pemanasan Jelang Kejuaraan Dunia 2027

George mengatakan timnya cukup aktif menjalani pertandingan sepanjang tahun. Selain mengikuti kompetisi lokal, mereka juga pernah tampil di Laos dan Korea Selatan serta dijadwalkan kembali mengikuti turnamen internasional di Jeju, Korea Selatan, pada November 2026.

"Kami ada dua mantan pemain Sabah FC. Selalu ada uji coba tiga kali dalam seminggu tiga kali. Di Korea Selatan nanti, ada banyak tim yang ikut," ujar George.

Sementara itu, kapten Inkracht Sakti FC, Arie Pujianto, menyebut laga melawan tim Sabah menjadi bagian dari persiapan menuju Kejuaraan Dunia sepak bola untuk lulusan fakultas hukum kategori usia di atas 45 tahun di Bali pada April 2027 atau Mundiavocat.

"Maksudnya membangun komunikasi yang baik antarpencinta sepak bola sehingga terjalin silaturahmi. Ke depannya kami akan mengikuti Kejuaraan Dunia usia di atas 45 tahun untuk para lulusan hukum, jadi pertandingan ini menjadi bagian dari pemanasan bagi kami," ucapnya.


Kolaborasi Komunitas Sepak Bola

Arie menambahkan timnya juga berencana menggelar partai persahabatan dengan tim dari Thailand maupun Korea Selatan. Menurutnya, semakin banyak lawan dari luar negeri akan semakin membantu persiapan menuju turnamen dunia.

Ketua Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Sahala Siahaan, berharap partai persahabatan tersebut tidak berhenti sebagai pertemuan satu kali. Dia ingin kerja sama dengan komunitas sepak bola di kawasan Asia Tenggara dapat terus berlanjut.

"Harapan kami, laga persahabatan ini bukan hanya sampai di sini, tetapi bisa berkelanjutan dengan negara-negara di Asia Tenggara. Setelah mereka datang ke Indonesia, nantinya kami juga akan berkunjung ke sana," tuturnya.

Sahala mengatakan persiapan menuju Kejuaraan Dunia sudah dilakukan melalui kompetisi internal yang rutin digelar selama tiga tahun terakhir. Kompetisi tersebut diikuti sekitar 20 angkatan alumni dan menjadi sarana menjaga aktivitas bermain sekaligus menjaring pemain.

Tag Terkait