Status Favorit Inggris Tidak Mutlak Jelang Ladeni Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Stale Solbakken menyebut Inggris favorit non-mutlak jelang Inggris vs Norwegia di Miami.

Bola.com, Jakarta - Norwegia vs Inggris akan tersaji pada perempat final Piala Dunia 2026 di Miami, Minggu (13/7/2026) dini hari WIB. Laga besar ini menghadirkan kontras: The Three Lions datang sebagai unggulan, sementara Norwegia tiba dengan modal kejutan besar.

Pelatih Timnas Norwegia, Stale Solbakken, menilai Inggris tetap favorit untuk melaju. Namun, ia menegaskan status itu tidak mutlak dan membuka ruang kejutan.

Norwegia mencapai babak delapan besar setelah menyingkirkan lima kali juara dunia, Brasil, di 16 besar. Inggris melaju usai menundukkan Meksiko di Azteca Stadium, hasil yang mengantar tim asuhan Thomas Tuchel ke Miami.

Jelang pertandingan, Solbakken bicara soal tekanan dan kebutuhan bermain disiplin. Ia juga menyampaikan pandangannya dalam wawancara dengan BBC Sport dan konferensi pers resmi.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Status Unggulan Jelang Norwegia vs Inggris

Solbakken menempatkan Inggris sebagai unggulan pada duel ini, tetapi tidak pada level tanpa tanding. “Mereka adalah favorit, tetapi bukan favorit yang benar-benar mutlak,” ujar Solbakken kepada BBC Sport.

Pernyataan itu menegaskan bahwa Norwegia memosisikan diri sebagai penantang yang tetap percaya diri. Kepercayaan itu lahir dari konsistensi rencana permainan dan kesiapan menjalani partai besar.

Norwegia sendiri datang dengan momentum setelah menyingkirkan Brasil di babak 16 besar. Hasil tersebut mengerek optimisme skuad Skandinavia untuk kembali menciptakan kejutan di Miami.

Tekanan di Pihak Inggris Menurut Solbakken

Dalam konferensi pers jelang pertandingan di Miami Stadium, pelatih berusia 58 tahun itu menilai status unggulan juga membawa beban psikologis. Menurutnya, posisi non-unggulan bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi Norwegia.

Ia menilai sorotan dan ekspektasi lebih banyak mengarah ke kubu Thomas Tuchel. Hal itu memberi ruang bagi Norwegia untuk bermain lebih lepas dan fokus pada detail taktikal.

“Saya rasa Inggris menghadapi tekanan yang lebih besar daripada kami. Namun, kami juga memberi tekanan kepada diri sendiri untuk bisa menampilkan performa terbaik. Ketika pertandingan dimulai, saya rasa para pemain tidak lagi memikirkan tekanan itu,” katanya.

Tuntutan Disiplin untuk Norwegia

Solbakken mengaku terkesan dengan cara Inggris menyingkirkan tuan rumah Meksiko di babak 16 besar. Ia menyoroti kemampuan The Three Lions bertahan dalam situasi sulit di Stadion Azteca yang penuh tekanan.

Pada laga tersebut, tim asuhan Thomas Tuchel berhasil menyingkirkan Meksiko dengan skor 3-2, meski harus bermain dengan 10 orang setelah bek Jarell Quansah mendapat kartu merah pada menit ke-54. Sebelumnya, Inggris juga disebut menghempaskan El Tri di hadapan puluhan ribu pendukung mereka dengan skor 1-3 di Azteca Stadium.

Mengacu pada performa itu, Solbakken menekankan Norwegia wajib rapih dan efisien tanpa bola. “Kami harus mampu bersaing dan bertahan dengan baik. Kami harus tetap fokus sepanjang pertandingan. Jika bisa melakukan itu, kami dapat memainkan permainan terbaik kami,” pungkasnya.

Video Populer

Foto Populer