Brasil Tersingkir di Piala Dunia 2026, Romario: Bawa Ancelotti ke Pengadilan!

Legenda sepak bola Brasil, Romario murka. Minta Carlo Ancelotti dipecat dan kontraknya dirobek.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 12 Juli 2026, 06:00 WIB
Reaksi pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, setelah timnya kalah dari Norwegia pada 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, Senin (6/7/2026) pagi WIB. (Odd Andersen/AFP)

Bola.com, Jakarta - Brasil tersingkir secara mengejutkan pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Norwegia. Dua gol Erling Haaland membawa Norwegia melaju ke perempat final.

Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri harapan Neymar tampil lebih jauh di Piala Dunia. Penyerang berusia 34 tahun itu tampak sangat terpukul setelah pertandingan berakhir.

Advertisement

Bagi Brasil, hasil itu menjadi pencapaian terburuk mereka di Piala Dunia sejak disingkirkan rival abadinya, Argentina, pada edisi 1990.

Tim berjuluk Selecao juga kini telah 24 tahun tidak mampu mengangkat trofi Piala Dunia.

Prestasi terbaik mereka dalam periode tersebut terjadi pada 2014 ketika mencapai semifinal sebelum kalah telak 1-7 dari Jerman, Die Mannschaft kemudian menjadi juara.


Ancaman Romario

Carlo Ancelotti, Pelatih Kepala Timnas Brasil, memperhatikan sebelum pertandingan Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 antara Brasil dan Jepang di Stadion Houston pada 29 Juni 2026 di Houston, Texas. (Lars Baron/Getty Images via AFP)

Carlo Ancelotti ditunjuk sebagai pelatih Brasil pada Mei 2025 dengan harapan mampu mengangkat performa tim. Namun, setelah kegagalan di Piala Dunia 2026, desakan agar pelatih asal Italia itu dicopot dari jabatannya mulai bermunculan.

Satu di antara sosok yang menyuarakan kritik keras adalah Romario, anggota skuad juara dunia Brasil 1994.

Mantan striker Selecao itu bahkan mengatakan dirinya akan "membawa Ancelotti ke pengadilan" setelah Brasil tersingkir lebih cepat dari yang diharapkan.

"Dia tidak bisa tetap menjadi pelatih Brasil," kata Romario, seperti dikutip talkSPORT.

"Kalau saya yang memimpin federasi, saya akan masuk ke ruang ganti, menyuruhnya pergi ke neraka, lalu langsung merobek kontraknya."

"Pertandingan melawan Norwegia adalah sebuah aib. Saya bahkan akan membawanya ke pengadilan. Nanti kita lihat apa yang terjadi, tetapi dia tidak boleh bertahan," cetus legenda sepak bola Brasil itu.


Belum Akan Lengser

Pelatih Brasil Carlo Ancelotti memimpin sesi latihan menjelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Ekuador. Latihan ini digelar di Sao Paulo, Brasil, pada Selasa, 3 Juni 2025. (AP Photo/Andre Penner)

Meski begitu, masa depan Ancelotti belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Pelatih yang memiliki kontrak hingga 2030 itu diperkirakan tetap melanjutkan pekerjaannya, meski mendapat kritik keras setelah kegagalan di Piala Dunia 2026.

"Dia adalah pelatih kami dan akan tetap bersama kami sepanjang siklus ini," ujar koordinator tim nasional Brasil, Rodrigo Caetano, setelah kekalahan dari Norwegia.

"Satu di antara penyebab utama kegagalan kami di Piala Dunia ini adalah tidak adanya arahan jangka panjang yang stabil untuk mempersiapkan tim nasional sebagaimana mestinya menghadapi Piala Dunia. Kami tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama lagi," tambah Caetano.

Pernyataan tersebut mengindikasikan Ancelotti masih akan dipertahankan sebagai pelatih Brasil, meski kritik terhadap mantan pelatih Real Madrid itu terus berdatangan.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait