Bola.com, Jakarta - Timnas Argentina melaju ke semifinal Piala Dunia 2026, setelah menyingkirkan Swiss dalam laga dramatis di perempat final. Albiceleste menang meyakinkan 3-1 meski melalui babak perpanjangan waktu di Kansas City Stadium, Minggu (12/7/2026).
Menghadapi Swiss menjadi laga yang tidak mudah bagi sang juara bertahan, karena fisik Lionel Messi dkk. terus terkuras dalam tiga pertandingan beruntun. Argentina dua kali babak perpanjangan waktu 2 x 15 menit, melawan Tanjung Verde (32 besar), dan terkini Swiss (perempat final).
Mental juara kembali ditunjukkan Argentina dengan mencetak gol di masa-masa krusial. Setelah Tanjung Verde dan Mesir merasakan keganasan Argentina dalam mencetak gol di menit-menit akhir, kali ini giliran Swiss yang menjadi korbannya.
Namun, pelatih Argentina, Lionel Scaloni tak menampik bahwa timnya dibuat menderita oleh Swiss. Perjuangan yang berat dilakukan pasukannya, dan berujung pencapaian istimewa dan bersejarah, dengan kembali ke semifinal Piala Dunia dua kali beruntun.
"Kami menderita hari ini, namun sekali lagi, pencapaian kami ini bersejarah. Kami tahu mereka adalah tim yang mengandalkan kekuatan fisik; mereka menyulitkan kami, dan kami sempat kesulitan mencari jalan keluar dalam situasi-situasi tertentu," tutur Scaloni dikutip dari TyC Sport.
Argentina Beruntung
Scaloni juga memilih kata beruntung untuk menggambarkan keberhasilan timnya mengalahkan Swiss dan melenggang ke semifinal. Swiss menunjukkan determinasi tinggi untuk menekan pertahanan Tim Tango, bahkan setelah diusirnya Breel Embolo.
"Keberuntungan memihak kami, salah satu pemain mereka dikartu merah, dan saat itulah tim mulai melancarkan serangan. Sekarang kami harus realistis, bahwa ada hal-hal yang perlu diperbaiki, tetapi rasanya selalu lebih baik saat kita menang," lanjut Scaloni.
"Pencapaian tim ini bersejarah, meskipun sebenarnya kami bisa bermain lebih baik lagi. Kembali mencapai semifinal adalah hal yang bersejarah," tandas pelatih berusia 48 tahun.
Jumpa Inggris
Argentina akan menantang Inggris, tim unggulan yang baru saja mendepak Norwegia. Ini bakal menjadi pertandingan panas dan sengit mengingat rivalitas sejarah kedua tim di panggung Piala Dunia.
Inggris dan Argentina telah bertemu sebanyak empat kali di putaran final Piala Dunia. Rekor pertemuan berimbang dengan kedua tim masing-masing meraih 2 kemenangan, termasuk satu pertandingan yang harus diselesaikan lewat adu penalti
Scaloni enggan menganalisis calon lawan tersebut dan lebih memilih fokus pada pemulihan energi mengingat beban fisik dan mental berat yang telah dilalui skuadnya.
"Tidak masalah apakah lawannya Inggris atau Norwegia. Kami akan menghadapi tim yang bermain sangat bagus dan memiliki pelatih hebat. Kami perlu memulihkan kondisi; menurut saya itulah yang kami butuhkan, dan itu adalah hal yang paling penting," tandas Scaloni.
Sumber: TyC Sport