Lautaro Martinez Lolos dari Kartu Merah saat Selebrasi Vs Swiss, Tetap Hadapi Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026

Penyerang Timnas Argentina, Lautaro Martinez, lolos dari kartu merah, meski selebrasinya diduga melanggar aturan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 12 Juli 2026, 20:00 WIB
Penyerang Argentina #22, Lautaro Martinez, merayakan gol ketiga timnya selama pertandingan perempat final turnamen Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Swiss di Stadion Kansas City di Kansas City pada 12 Juli 2026. (JUAN MABROMATA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Timnas Argentina memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Swiss dengan skor 3-1 melalui babak perpanjangan waktu di Stadion Kansas City, Minggu (12-7-2026).

Julian Alvarez membuka keunggulan lewat gol spektakuler sebelum Lautaro Martinez menambah gol yang memastikan kemenangan Argentina.

Advertisement

Hasil tersebut membawa Albiceleste menghadapi Inggris pada semifinal yang digelar pada Kamis (16-7-2026) dini hari WIB.

Selepas mencetak gol, Martinez melompati papan iklan untuk merayakannya bersama para pendukung Argentina.

Kendati aksinya berpotensi berujung kartu kuning, wasit memilih tidak memberikan hukuman kepada penyerang Inter Milan tersebut. Keputusan itu membuat Martinez terhindar dari kartu merah karena sebelumnya sudah mengantongi satu kartu kuning. 


Aturan IFAB

Lautaro Martinez (22) dari Argentina melakukan selebrasi setelah mencetak gol ketiganya ke gawang Swiss pada pertandingan perempat final Piala Dunia di Kansas City, Missouri, Minggu, 12 Juli 2026. (AP Photo/Reed Hoffmann)

Apabila menerima kartu kuning kedua, striker berusia 28 tahun itu dipastikan harus menjalani hukuman larangan bermain dan absen pada laga semifinal melawan Inggris.

Talksport menulis, berdasarkan Hukum (Law) 12 IFAB, pemain diperbolehkan merayakan gol selama tidak dilakukan secara berlebihan. Perayaan yang telah dikoreografi juga tidak dianjurkan dan tidak boleh menyebabkan pemborosan waktu.

Meninggalkan lapangan untuk merayakan gol bukan pelanggaran yang berujung kartu kuning. Namun, pemain harus segera kembali ke lapangan.

Meski demikian, pemain tetap harus menerima kartu kuning, bahkan jika golnya kemudian dianulir, apabila melakukan hal-hal berikut:

  • Melepas jersey atau menutupi kepala dengan jersey.
  • Memanjat pagar pembatas dan/atau mendekati penonton sehingga menimbulkan persoalan keselamatan atau keamanan.
  • Bertindak secara provokatif, menghina, atau memancing keributan.
  • Menutupi kepala atau wajah dengan topeng atau benda serupa.

Gol Alvarez

Pemain Argentina Julian Alvarez merayakan gol kedua timnya selama pertandingan perempat final Piala Dunia melawan Swiss di Kansas City, Mo., Sabtu, 11 Juli 2026. (AP Photo/Reed Hoffmann)

Dalam pertandingan tersebut, Lionel Messi tidak menjadi sosok yang paling menonjol. Pemain-pemain Argentina lainnya tampil menentukan untuk menjaga peluang tim mempertahankan gelar juara dunia.

Mantan pemain Chelsea yang menjadi komentator pendamping talkSPORT, Scott Minto, memuji gol Alvarez dan penampilan Argentina.

"Kali ini bukan Lionel Messi, tetapi memang sudah waktunya pemain lain mengambil peran. Julian Alvarez tampil luar biasa pada Piala Dunia sebelumnya, sementara kali ini sempat lebih tenang. Namun, sekarang dia benar-benar menunjukkan kualitasnya," ujar Minto.

"Itu adalah satu di antara gol terbaik di Piala Dunia. Dia menerima bola dari jarak sekitar 20 hingga 25 yard dan mengeksekusinya dengan sempurna. Tidak ada kiper di dunia yang bisa menghentikannya," imbuh Minto.

 

Sumber: Talksport

Berita Terkait