Bola.com, Jakarta - The Times pada Minggu (12-7-2026) mengungkap keputusan yang memungkinkan penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, tampil menghadapi Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 diambil sepenuhnya oleh Ketua Komite Disiplin FIFA, Mohammad al-Kamali.
Keputusan itu disebut dibuat tanpa melibatkan 17 anggota lain dalam komite tersebut.
Balogun, yang menjadi pencetak gol terbanyak Amerika Serikat, menerima kartu merah akibat pelanggaran pada laga 32 besar melawan Bosnia dan Herzegovina.
Sesuai regulasi FIFA, kartu merah tersebut seharusnya membuatnya menjalani sanksi larangan bermain satu pertandingan pada duel berikutnya kontra Belgia di fase 16 besar.
Namun, Balogun tetap diizinkan tampil. FIFA tidak mencabut hukuman itu, melainkan menangguhkan pelaksanaannya selama masa percobaan satu tahun serta menjatuhkan denda sebesar 40.000 dolar AS kepada sang pemain.
Bertentangan
Keputusan tersebut menjadi sorotan karena bertentangan dengan praktik yang telah berlangsung selama puluhan tahun, di mana FIFA tidak membatalkan hukuman kartu merah selama putaran final Piala Dunia.
Kasus Balogun tercatat sebagai kali kedua FIFA menghapus pelaksanaan skorsing kartu merah di Piala Dunia, sekaligus yang pertama sejak Garrincha diizinkan bermain pada final Piala Dunia 1962 setelah diusir keluar lapangan pada semifinal.
FIFA mengumumkan putusan itu sehari sebelum pertandingan Amerika Serikat melawan Belgia melalui pernyataan singkat yang mengacu pada Pasal 27 Kode Disiplin FIFA.
Setelahnya, FIFA merilis pernyataan yang lebih panjang untuk mempertahankan keputusan tersebut, tetapi tidak memberikan penjelasan tambahan mengenai alasan maupun proses pengambilan keputusan.
Campur Tangan Trump
Pada hari pertandingan Amerika Serikat melawan Belgia, Selasa (7-7-2026) WIB, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membenarkan laporan bahwa dirinya telah menghubungi FIFA untuk meminta peninjauan kembali kartu merah Balogun.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, juga mengonfirmasi adanya kontak tersebut, tetapi menegaskan keputusan diambil tanpa dipengaruhi Trump.
Setelah skorsing Balogun ditangguhkan, Trump menyampaikan ucapan terima kasih kepada FIFA melalui media sosial.
Keputusan FIFA memicu reaksi dari berbagai pihak di dunia sepak bola. UEFA menyatakan "tidak percaya" melalui sebuah pernyataan dan menyebut keputusan itu sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan.
Belgia kemudian mengajukan banding atas keputusan tersebut, tetapi ditolak FIFA. Pada pertandingan itu, Belgia mengalahkan Amerika Serikat dengan skor 4-1 dengan Balogun turun sebagai starter.
Belum Ada Tanggapan
Menurut The Times, sejumlah kasus disiplin FIFA sebelumnya memang pernah diputuskan oleh satu anggota komite, yang umumnya dilakukan oleh wakil ketua komite, Jorge Palacio, dari Kolombia.
Namun, berdasarkan temuan dari lebih dari 100 kasus disiplin sebelumnya, Al-Kamali yang berasal dari Uni Emirat Arab, belum pernah tercatat menjadi satu-satunya pengambil keputusan dalam sidang Komite Disiplin FIFA.
Laporan yang sama juga menyebutkan bahwa perkara disiplin yang dinilai penting umumnya diputuskan oleh panel yang terdiri atas tiga anggota Komite Disiplin FIFA.
The Times menyatakan FIFA tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai keputusan yang diambil Al-Kamali seorang diri.
Sementara itu, saat dimintai keterangan oleh BBC pada Sabtu, Al-Kamali menolak menjawab sejumlah pertanyaan terkait keputusan dalam kasus Balogun.
Sumber: Yahoo Sport