Ritual Thomas Tuchel untuk Tetap Santai Sepanjang Piala Dunia 2026: Bersepeda hingga Makan Es Krim

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengaku punya cara uniknya meredakan ketegangan dan tetap rileks selama mendampingi The Three Lions di Piala Dunia 2026.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 15 Juli 2026, 10:30 WIB
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, memberikan instruksi kepada Jude Bellingham (#10) saat jeda minum (hydration break) dalam pertandingan 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Inggris melawan Republik Demokratik Kongo di Atlanta Stadium, Atlanta, Georgia, Rabu (1/6/2026). (Richard Pelham/Getty Images/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengaku punya cara uniknya meredakan ketegangan dan tetap rileks selama mendampingi The Three Lions di Piala Dunia 2026. Di tengah padatnya persiapan menuju semifinal melawan Argentina, Tuchel memilih bersepeda santai sambil menikmati es krim.

Inggris akan menghadapi Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Jelang laga krusial tersebut, Tuchel memastikan dirinya tetap menjaga suasana hati agar tetap rileks.

Advertisement

Selama turnamen, Timnas Inggris menjadikan The Inn at Meadowbrook Hotel di pinggiran Kansas City sebagai markas mereka.

Saat ditanya bagaimana cara mengisi ulang energi di sela-sela pertandingan, pelatih asal Jerman itu memberikan jawaban yang cukup menarik.

"Kadang saya naik sepeda, berkeliling di area parkir sambil makan es krim pada musim panas yang hangat. Rasanya seperti kembali berusia 15 tahun," ujar Tuchel, seperti dilansir dari The Sun, Rabu (15/7/2026). 

"Hal seperti itu membuat Anda kembali merasakan keindahan dari perasaan yang ada di dalam diri kita," lanjutnya.

 


Pemain Juga Nikmati Waktu Luang

Kiper Inggris #01 Jordan Pickford, bek Inggris #05 John Stones, bek Inggris #06, Marc Guehi, gelandang Inggris #04, Declan Rice, bek Inggris #03, Luke Shaw, gelandang Inggris #11, Phil Foden, gelandang Inggris #26, Kobbie Mainoo, penyerang Inggris #07, Bukayo Saka, gelandang Inggris #10, Jude Bellingham, dan bek Inggris #02, Kyle Walker, menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan final Euro 2024 antara Spanyol dan Inggris di Olympiastadion di Berlin pada 14 Juli 2024. (Adrian DENNIS/AFP)

Tuchel juga memberikan kebebasan kepada para pemainnya untuk menikmati waktu luang selama turnamen. Pada hari libur, para pemain diperbolehkan berjalan-jalan di Kansas City tanpa harus selalu berada di hotel tim.

Sebagian pemain bahkan memilih menghabiskan waktu dengan bermain golf. Suasana di dalam skuad Inggris pun disebut jauh lebih santai dibandingkan era Gareth Southgate yang menangani tim selama delapan tahun.

Meski demikian, Tuchel menegaskan atmosfer yang lebih rileks tidak mengurangi semangat juang tim menjelang duel penting melawan Argentina.

Dalam konferensi pers jelang pertandingan, Tuchel juga ditanya mengenai tekanan karena Inggris belum pernah lagi menjuarai Piala Dunia sejak mengangkat trofi pada 1966.

Namun, mantan pelatih Chelsea dan Bayern Munchen itu mengaku tidak merasa terbebani oleh sejarah tersebut.

"Saya tidak merasa terbebani," katanya.

"Kami memang merasakan ketegangan. Saya pasti akan gugup dan itu sangat normal, tetapi saya tidak merasa ada beban."

"Yang paling saya sukai dalam beberapa hari terakhir adalah melihat para pemain sangat kompetitif, antusias, dan lapar untuk memainkan pertandingan ini," ungkap Tuchel.

 


Salurkan Energi Positif

Dua pencetak gol Inggris ke gawang Meksiko, Jude Bellingham dan Harry Kane, dalam laga 16 Besar Piala Dunia 2026 di Mexico City, Senin (6/7/2026) pagi WIB. Inggris lolos ke perempat final setelah menang 3-2 atas tim tuan rumah. (Yuri CORTEZ / AFP)

Tuchel juga menyoroti besarnya antusiasme publik Inggris menjelang semifinal melawan Argentina. Menurutnya, Piala Dunia memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat dan menghadirkan kebahagiaan.

"Piala Dunia membangkitkan antusiasme para penggemar. Turnamen ini menyalurkan energi positif, membuat orang melupakan kekhawatiran mereka, dan membuat hidup terasa lebih baik," kata Tuchel.

"Ada begitu banyak hal yang bisa dicintai dari skuad Inggris ini, dan saya sangat senang masyarakat juga bisa merasakannya," tutup pelatih berusia 52 tahun tersebut.   

Sumber: The Sun

Berita Terkait