Bola.com, Jakarta - Harry Kane mengaku sangat kecewa setelah Inggris gagal melangkah ke final Piala Dunia 2026.
Sempat unggul pada babak kedua, The Three Lions akhirnya harus mengakui keunggulan Argentina yang membalikkan keadaan dan menang 2-1 pada laga semifinal di Atlanta, Kamis (16-7-2026) dini hari WIB.
Kapten Timnas Inggris itu menilai timnya tampil baik hampir sepanjang pertandingan. Namun, setelah unggul 1-0, Inggris memilih bertahan sehingga gagal mempertahankan keunggulan.
"Kami bermain bagus hampir sepanjang pertandingan. Saat unggul 1-0, kami seperti mencoba mempertahankan keunggulan, padahal di level seperti ini itu tidak cukup. Rasanya sangat menyakitkan karena kami bekerja sangat keras untuk bisa berada di sini. Semua pemain telah memberikan segalanya, tenaga, darah, keringat, dan air mata. Gagal seperti hari ini benar-benar menyakitkan," ujar Kane.
Bagian Kurang
Secara individu, Kane menjalani turnamen yang baik. Namun, ia gagal membawa Inggris mencapai final Piala Dunia kedua setelah penantian selama 60 tahun.
Kendati tersingkir di semifinal, Kane menilai Inggris menunjukkan perkembangan sepanjang turnamen. Menurutnya, tim hanya perlu menemukan satu bagian yang masih kurang agar mampu melangkah lebih jauh.
"Kami memiliki banyak momen bagus di turnamen ini, memainkan banyak pertandingan yang bagus, dan kembali mencapai semifinal. Kami selalu berbicara soal terus mengetuk pintu. Kami sudah dekat, hanya perlu menemukan bagian yang masih kurang pada fase akhir turnamen," kata Kane.
Tidak Cukup
Dalam wawancara setelah pertandingan, Kane juga memuji kerja sama seluruh anggota tim selama lebih dari satu bulan menjalani turnamen.
"Turnamen seperti ini menguras segalanya, baik dari sisi tenaga, tekanan, maupun mental. Kami sudah menunjukkannya selama enam atau tujuh pekan bersama, tetapi kami masih kehilangan bagian terakhir itu," ucapnya, dikutip World Soccer Talk.
Inggris sempat memimpin melalui gol Anthony Gordon pada awal babak kedua. Namun, setelah gol tersebut, mereka kesulitan menguasai permainan hingga akhirnya Argentina mampu membalikkan keadaan.
"Setelah gol itu, entah karena mereka memasukkan lebih banyak pemain ke depan atau kami tidak mampu mengimbangi mereka satu lawan satu, serangan demi serangan terus datang. Para pemain sudah melakukan blok demi blok, tetapi pada akhirnya itu tetap tidak cukup," ungkap Kane.
Sumber: World Soccer Talk