Iker Casillas Sebut Pendekatan Pengecut Inggris Jadi Bumerang saat Hadapi Argentina

Legenda Spanyol, Iker Casillas, nilai pendekatan pengecut Inggris jadi penyebab kekalahan dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 16 Juli 2026, 11:40 WIB
Pemain Inggris Nico O'Reilly dan Dan Burn berebut bola melawan pemain Argentina Emiliano Martínez Nicolás Otamendi selama pertandingan semifinal Piala Dunia antara Inggris dan Argentina di Atlanta, Rabu, 15 Juli 2026. (AP Photo/George Walker IV)

Bola.com, Jakarta - Mantan kapten Timnas Spanyol, Iker Casillas, melontarkan kritik kepada Timnas Inggris setelah kalah 1-2 dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026, Kamis (16-7-2026) dini hari WIB. Menurutnya, pendekatan yang diterapkan The Three Lions setelah unggul justru menjadi penyebab kekalahan mereka.

Inggris sempat berada di atas angin ketika Anthony Gordon mencetak gol pembuka pada awal babak kedua. Namun, setelah itu pasukan Thomas Tuchel memilih bermain lebih bertahan demi mempertahankan keunggulan tipis.

Advertisement

Situasi tersebut dimanfaatkan Argentina untuk terus menekan. Enzo Fernandez menyamakan kedudukan pada menit ke-85, sebelum Lautaro Martinez mencetak gol kemenangan pada masa injury time dan mengantar juara bertahan itu kembali ke final Piala Dunia.

Keputusan Tuchel dalam mengelola pertandingan diperkirakan akan menjadi sorotan. Pola permainan Inggris juga dinilai tidak jauh berbeda dengan yang kerap ditampilkan saat masih dilatih Sir Gareth Southgate.


Pendekatan Pengecut

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, memberikan instruksi kepada Nico O'Reilly (kiri) dan Dan Burn sebelum keduanya masuk sebagai pemain pengganti pada laga semifinal Piala Dunia 2026 melawan Argentina di Atlanta Stadium, Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. (Richard Pelham/Getty Images/AFP)

Melalui akun X miliknya, Casillas menilai Inggris kalah akibat pendekatan yang terlalu defensif.

"Inggris mencetak gol, lalu langsung bermain bertahan. Pendekatan yang pengecut," tulis Casillas.

"Mereka tidak keluar dari kotak penalti sendiri dan membiarkan Argentina terus menyerang. Hasil akhirnya pun menjadi sesuatu yang logis."

"Inggris kalah karena pendekatan mereka sendiri. Mereka membiarkan Argentina melakukan apa pun yang diinginkan. Hal seperti itu tidak boleh terjadi. Final nanti akan luar biasa," imbuh legenda Spanyol tersebut.


Bencana Kepelatihan

Thomas Tuchel, manajer Inggris, bereaksi selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta pada 16 Juli 2026 di Atlanta, Georgia. (Justin Setterfield/Getty Images melalui AFP)

Kritik juga datang dari mantan penyerang Timnas Inggris, Chris Sutton. Dalam siaran BBC Radio 5 Live yang dilansir Metro, ia menyebut kekalahan The Three Lions sebagai "bencana kepelatihan" dan menilai Tuchel telah menyerahkan kendali permainan kepada Argentina setelah timnya unggul lebih dulu.

Sutton menilai keputusan Inggris bermain terlalu dalam dan terus menambah pemain bertahan justru menjadi bumerang. Menurutnya, mustahil mempertahankan keunggulan selama sekitar 30 menit menghadapi tim dengan kualitas seperti Argentina.

Mantan striker Blackburn Rovers menegaskan seluruh tanggung jawab berada di tangan Tuchel karena semua pergantian pemain merupakan keputusan sang pelatih.

Sutton mempertanyakan apakah Tuchel masih layak dipercaya membawa Inggris melangkah lebih jauh. Menurutnya, meski Inggris mendapat perjalanan yang cukup menguntungkan di Piala Dunia 2026, mereka belum pernah benar-benar tampil meyakinkan selama 90 menit.


Peluang Lolos Besar, tetapi...

Pemain Argentina Lautaro Martinez (22) mencetak gol dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina di Atlanta, Rabu, 15 Juli 2026. (AP Photo/Chris Carlson)

Sutton menilai semifinal melawan Argentina merupakan peluang besar untuk lolos ke final. Namun, menurut Sutton, Inggris justru membantu lawannya bangkit dengan pendekatan yang terlalu negatif setelah unggul lebih dulu.

Sutton juga menyoroti keputusan Tuchel dalam melakukan pergantian pemain. Menurutnya, pelatih asal Jerman itu seharusnya bisa mengambil langkah yang lebih positif, termasuk mempertimbangkan memasukkan Ollie Watkins atau Marcus Rashford dari bangku cadangan.

Ia mempertanyakan alasan Harry Kane tetap dimainkan hingga akhir ketika kontribusinya di lapangan mulai berkurang.

"Ada banyak pertanyaan yang harus dia jawab," kata Sutton.

Berkat kemenangan tersebut, Argentina memastikan tempat di final Piala Dunia 2026 dan akan menghadapi juara Eropa, Spanyol, pada laga perebutan gelar juara.

 

Sumber: Metro

 

Berita Terkait