Update Adhyaksa FC untuk Super League: Ganti Nama dan Disahkan di Kongres PSSI, Berkandang di Kalteng

Adhyaksa FC mulai menggeber persiapan menghadapi Super League 2026/2027. Klub promosi tersebut menggelar latihan perdana di Lapangan SPH Karawaci, Tangerang, pada Rabu (15/7/2026).

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 16 Juli 2026, 21:45 WIB
Adhyaksa FC. (Bola.com/Adhyaksa FC).

Bola.com, Tangerang - Adhyaksa FC mulai menggeber persiapan menghadapi Super League 2026/2027. Klub promosi tersebut menggelar latihan perdana di Lapangan SPH Karawaci, Tangerang, pada Rabu (15/7/2026).

Sebanyak 14 pemain mengikuti sesi latihan pertama itu. Untuk sementara, Adhyaksa FC dipimpin asisten pelatih Agus Indra bersama jajaran staf yang terdiri Aang Suparman, Arif Rizaludin, Sandi Firmansyah, Fajarrullah, dan Herman Hermawan.

Advertisement

Pelatih Adhyaksa FC, Ade Suhendra, belum bisa mendampingi dalam latihan perdana. Dia masih mengikuti kursus lisensi kepelatihan A Pro.

Adhyaksa FC memilih memulai persiapan lebih awal. Langkah tersebut dilakukan untuk mematangkan kesiapan sebelum menjalani musim perdana di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Program latihan akan dipusatkan di Tangerang selama lima hari. Dua lokasi yang digunakan adalah Lapangan SPH Karawaci dan Indomilk Arena.


Uji Coba Kontra Dewa United, Persita, hingga Garudayaksa

Starting XI Adhyaksa FC saat bertandang ke markas PSMS Medan dalam laga lanjutan Grup Barat Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Utama Sumatra Utara, Deli Serdang pada Sabtu (25/4/2026). (Dok. Adhyaksa FC)

Setelah menyelesaikan agenda di Tangerang, Adhyaksa FC akan melanjutkan pemusatan latihan di Jakarta Utara dengan berlatih di lapangan latihan Jakarta International Stadium (JIS) dan Lapangan Pasir Ancol.

Selain menggelar pemusatan latihan, Adhyaksa FC juga telah menyusun agenda uji coba menghadapi sejumlah klub Super League seperti Persita Tangerang, Garudayaksa FC, dan Dewa United pada Agustus 2026.

Di luar persiapan teknis, Adhyaksa FC juga sedang menyiapkan perubahan identitas klub. Presiden klub, Eko Setyawan, memastikan proses pergantian nama sedang berjalan setelah sebelumnya menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng).


Angkat Identitas Daerah

Menurut Eko, nama baru yang diajukan kepada PSSI akan mengangkat identitas daerah. Klub juga berencana menggunakan istilah dalam bahasa yang telah dikenal luas oleh masyarakat Kalimantan Tengah.

"Nama klub nantinya akan lebih melokal, identik dengan daerah, dan menggunakan bahasa daerah yang sudah familiar di masyarakat Kalimantan Tengah," ujar Eko.

Eko berharap perubahan identitas tersebut tidak hanya memperkuat keterikatan klub dengan daerah barunya. Dia juga menilai langkah itu dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan sepak bola di Kalimantan Tengah.

Saat ini, proses perubahan nama masih menunggu persetujuan dari PSSI. Pengesahannya ditargetkan berlangsung dalam kongres biasa PSSI yang dijadwalkan pada 3 Agustus 2026.

Berita Terkait