Buntut Aksi Politis Bernada Provokatif, 6 Pemain Argentina Terancam Sanksi Larangan Bermain di Final Piala Dunia 2026

Enam pemain Argentina terancam sanksi larangan bermain di final Piala Dunia 2026 akibat aksi politis dalam pertandingan.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 17 Juli 2026, 13:00 WIB
Selebrasi Timnas Argentina. (Bola.com/Paul ELLIS / AFP).

Bola.com, Jakarta - FIFA mendapatkan desakan untuk mengambil tindakan tegas terhadap enam pemain Timnas Argentina menjelang laga kontra Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Para pemain ini terancam mendapatkan hukuman larangan bermain karena aksinya di laga semifinal.

Hukuman ini merupakan buntut dari aksi yang dilakukan para pemain Argentina tersebut, yang tertangkap kamera menyanyikan lagu tentang Kepulauan Falkland, wilayah yang membuat negara Amerika Selatan tersebut terlibat perang dengan Inggris pada 1982.

Advertisement

Hal itu tidak diterima dengan baik oleh banyak pihak, dan situasinya makin panas setelah mereka menyingkirkan Inggris dengan skor 2-1 pada semifinal  yang berlangsung di Atlanta, Kamis (16-7-2026) dini hari WIB.

Aturan FIFA menyatakan bahwa spanduk atau pesan politik dilarang dalam pertandingan sepak bola, dan hal ini membuat banyak pihak menuntut agar tindakan segera diambil terhadap Argentina.

Beberapa pemain juga terlihat memegang spanduk bertuliskan 'Las Malvinas son Argentinas', yang diterjemahkan menjadi 'Malvinas (Falkland) adalah milik Argentina' seusai pertandingan kontra Inggris.


Berkaca Kasus Pemain Timnas Spanyol

Selebrasi striker Timnas Spanyol, Alvaro Morata setelah mencetak gol pertama timnya ke gawang Timnas Kroasia pada laga Grup B Euro 2024 di Olympiastadion, Berlin, Jeman, Sabtu (15/6/2024). (AP Photo/Sunday Alamba)

Seorang politisi Inggris yang kini menjabat sebagai Pemimpin Partai Demokrat Liberal, Ed Davey, telah mendesak FIFA untuk memberikan skorsing terhadap enam pemain Argentina tersebut jelang partai final Piala Dunia 2026.

Ed Davey merujuk pada sanksi yang terima dua pemain Timnas Spanyol, Rodri dan Alvaro Morata, yakni hukuman larangan bertanding satu kali oleh UEFA pada 2024 karena insisen serupa.

"Pada Agustus 2024, Rodri dan Alvaro Morata dijatuhi hukuman larangan bertanding satu kali dengan alasan yang tepat karena menyanyikan 'Gibraltar adalah Spanyol',” tulis Ed Davey melalui aku X-nya, @EdwardJDavey.

"Kini, para pemain Argentina yang merayakan dengan spanduk 'Falkland adalah milik Argentina' harus dilarang tampil di final Piala Dunia 2026," imbuhnya.


Sudah Surati Presiden FIFA

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara di KTT Semafor World Economy 2026 pada 15 April 2026 di Washington, DC. KTT ini mempertemukan para pemimpin bisnis dan CEO teknologi untuk membahas ekonomi, kecerdasan buatan, dan tren bisnis. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Saat menjalani sesi wawancara dengan Sky News, politisi bernama lengkap Edward Jonathan Davey itu juga mengaku telah menulis surat kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk menegakkan aturan.

"Ini adalah aturan yang seharusnya dia terapkan dan pastikan untuk dipatuhi. Apa yang terjadi dengan para pemain Argentina yang membuat pernyataan politik melalui spanduk tersebut merupakan pelanggaran jelas terhadap aturan FIFA, yang sangat menghina masyarakat Kepulauan Falkland dan keluarga para veteran yang gugur melawan invasi ilegal tersebut," ujarnya.

Davey pun mendesak FIFA bahwa enam pemain Timnas Argentina ini harus menghadapi skorsing.

Cristian Romero, Lisandro Martinez, dan Giovanni Lo Celso yang terlihat memegang spanduk, sedangkan Leandro Paredes mengatakan bahwa Falkland akan selalu jadi milik Argentina dalam sebuah sesi wawancara.

"FIFA harus menerapkan aturan-aturan tersebut dan itu berarti larangan bertanding bagi enam pemain Argentina yang memegang spanduk tersebut dan merayakannya di sekitar spanduk tersebut," lanjutnya.


Harus Tegakkan Aturan

Wasit Ismail Elfath asal Amerika Serikat menunjukkan kartu kuning kepada pemain Argentina Cristian Romero (13) (kanan) dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina di Atlanta, Rabu, 15 Juli 2026. (AP Photo/Jacob Kupferman)

Dalam suratnya kepada Infantino, Davey berharap FIFA bisa menegakkan aturan yang berlaku. Para pemain yang terlibat dalam aksi ini harus mendapatkan sanksi larangan bermain di final Piala Dunia 2026.

"Perilaku seperti itu secara langsung melanggar prinsip-prinsip inti netralitas politik yang wajib dilindungi oleh FIFA dan International Football Association Board,” ujar politisi berusia 60 tahun tersebut.

"FIFA harus menuntut standar etika yang sama kepada para kontestan turnamennya. Atas nama para penggemar sepak bola Inggris, masyarakat Kepulauan Falkland, dan para veteran kami, saya meminta Komite Disiplin FIFA untuk mengambil tindakan segera sebelum Final Piala Dunia 2026."

"Para pemain yang secara aktif memegang, berpose dengan, dan mempromosikan spanduk politik ini harus dijatuhi hukuman larangan bertanding satu kali yang berlaku segera sehingga mendiskualifikasi mereka dari partisipasi di babak final," tegas Davey.

 

Sumber: Give Me Sports

Berita Terkait