Jorge Lorenzo: Marc Marquez Tak Lagi Segarang Dulu, tapi Kini Jadi Pembalap Paling Cerdas di MotoGP

Jorge Lorenzo menilai Marc Marquez tak lagi seagresif dulu, tetapi kini jadi pembalap paling cerdas di MotoGP.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 17 Juli 2026, 17:15 WIB
Pembalap Spanyol dari Tim Repsol Honda, Jorge Lorenzo, melambaikan tangan saat pensiun setelah balapan MotoGP terakhirnya di Grand Prix MotoGP Valencia di sirkuit Ricardo Tormo di Cheste dekat Valencia, pada 17 November 2019. (PIERRE-PHILIPPE MARCOU/AFP)

Bola.com, Jakarta - Jorge Lorenzo menilai Marc Marquez memang sudah tidak lagi memiliki gaya balap yang seagresif saat mengawali kariernya di MotoGP. Namun, menurut mantan pembalap Yamaha itu, Marquez kini berkembang menjadi rider paling cerdas di lintasan.

Pada awal musim MotoGP 2026, Marquez kembali menghadapi tantangan setelah cedera bahu yang dialaminya membuat performanya belum stabil.

Advertisement

Situasi tersebut membuat pembalap Ducati itu sempat tertinggal jauh dari dua pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, dalam persaingan di klasemen.

Namun, operasi lanjutan yang dijalani seusai balapan di Le Mans mengubah jalannya musim Marquez. Ia berhasil meraih tiga kemenangan dalam empat seri terakhir untuk kembali menghidupkan peluang merebut gelar juara dunia.

Lorenzo menilai Marquez mungkin sudah tidak lagi memiliki kecepatan alami dan agresivitas seperti ketika mendominasi MotoGP bersama Honda.

Meski begitu, ia melihat pembalap berusia 33 tahun itu kini mampu menutupi kekurangan tersebut berkat kematangan mental yang makin baik.

"Kebangkitan Marc benar-benar luar biasa. Dari sempat tertinggal lebih dari 100 poin, kini selisihnya tinggal 18 poin," kata Lorenzo kepada DAZN, dikutip Motorsport.

"Ini adalah kejuaraan yang mengharuskan Anda melaju sangat cepat, tetapi yang terpenting adalah mampu bertahan," imbuhnya.


Lebih Matang

Marc Marquez dari tim Ducati Lenovo melambaikan tangan setelah menempati posisi pertama dalam sesi latihan di sirkuit Sachsenring di Hohenstein-Ernstthal, Jerman, pada 10 Juli 2026, menjelang Grand Prix MotoGP Jerman. (Ronny HARTMANN/AFP)

Menurut Lorenzo, perkembangan terbesar Marquez terlihat dari cara membalapnya yang kini lebih matang.

"Hal yang paling membuat saya terkesan adalah kecerdasan dan kedewasaannya yang semakin berkembang. Dia jauh lebih jarang terjatuh. Di Assen, yang mungkin menjadi sirkuit paling sulit baginya, baik karena karakter lintasan, motornya, maupun kondisi fisiknya, dia mampu bertahan seperti singa,"kata Lorenzo.

"Pada beberapa momen balapan, dia memberikan tekanan yang cukup kepada Bezzecchi hingga membuatnya melakukan kesalahan."

"Dia memang tidak lagi seagresif dan sedominan 10 atau 12 tahun lalu, tetapi saat ini dia adalah pembalap paling komplet dan paling cerdas di grid," sanjung tiga kali juara dunia itu.


Cedera Bahu

Marc Marquez terjatuh di MotoGP Mandalika 2025, Minggu (5-10-2025). (Dok. motogp.com)

Marquez mengawali musim 2026 dalam proses pemulihan setelah mengalami patah bahu pada MotoGP Indonesia, Oktober tahun lalu.

Dampak cedera tersebut membuat performanya di tikungan kiri, yang selama ini menjadi satu di antara keunggulannya, belum kembali seperti sebelumnya.

Lantaran kondisinya tidak menunjukkan perkembangan hingga MotoGP Jerez pada April, Marquez kembali menjalani operasi. Setelah kembali turun balap di Mugello, peningkatan performanya langsung terlihat.

Meski begitu, Marquez masih membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi fisiknya secara penuh. Masa jeda musim panas diyakini akan membantunya mempercepat proses pemulihan.


Sirkuit Berlawanan Arah Jarum Jam

Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, berhasil meraih pole position setelah menorehkan waktu tercepat pada kualifikasi MotoGP Aragon di MotorLand Aragon, Alcaniz, Sabtu (7/6/2025) sore WIB. (AFP/JOSE JORDAN)

Lorenzo memperkirakan performa Marquez pada paruh kedua musim akan bergantung pada karakter setiap sirkuit. Namun, ia meyakini Marquez tetap akan sangat sulit dikalahkan di lintasan yang didominasi tikungan kiri atau berlawanan arah jarum jam.

"Kita harus ingat bahwa sebagian besar sirkuit lebih banyak memiliki tikungan ke kanan. Dengan kondisi lengannya saat ini, perbedaannya menjadi makin terlihat," ujar Lorenzo, yang pernah menjadi rekan setim Marquez di Honda pada 2019.

"Marc kini lebih kesulitan dibandingkan sebelumnya di sirkuit yang didominasi tikungan kanan. Hal itu membuat pembalap lain bisa lebih mendekati levelnya."

"Namun, di sirkuit yang memiliki banyak tikungan kiri seperti Sachsenring, Phillip Island, atau Aragon, dia tampil jauh lebih baik. Secara fisik dia mampu mempertahankan kecepatannya lebih lama dan tidak perlu terlalu menghemat tenaga," ulasnya.

"Di situlah dia bisa membuat perbedaan lewat keunggulan terbaiknya, yakni kemampuan luar biasa saat memasuki tikungan kiri," ujar Lorenzo.

 

Sumber: Motorsport

Berita Terkait