Diabaikan Thomas Tuchel, Kobbie Mainoo Jadi Misteri Terbesar Inggris di Piala Dunia 2026

Dari andalan MU menjadi penghangat bangku cadangan Inggris, kisah Kobbie Mainoo di Piala Dunia 2026.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 17 Juli 2026, 18:30 WIB
Thomas Tuchel, Manajer Timnas Inggris, keluar lapangan bersama Kobbie Mainoo #16 setelah kekalahan 1-2 pada pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta pada 16 Juli 2026 di Atlanta, Georgia. (Shaun Botterill/Getty Images melalui AFP)

Bola.com, Jakarta - Perjalanan Timnas Inggris hanya sampai babak semifinal di Piala Dunia 2026. The Three Lions kalah 1-2 dari Argentina dan akan bertarung melawan Prancis untuk memperebutlkan peringkat ketiga.

Pelatih Thomas Tuchel jadi sasaran tembak atas kegagalan Inggris melaju ke final Piala Dunia 2026.

Advertisement

Selain taktik yang dianggap blunder ketika sudah unggul satu gol melawan Argentina, kesalahan lain yang dilakukannya adalah mengabaikan potensi Kobbie Mainoo.

Bintang muda Manchester United itu berada di bangku cadangan tatkala Inggris keok dari Argentina. Pemain berusia 21 tahun dinggap memiliki kemampuan yang dibutuhkan Inggris di situasi genting, tetapi diabaikan Tuchel.

Mainoo belum pernah mendapat menit bermain bersama Timnas Inggris selama di Piala Dunia 2026. Meski ikut dalam skuad, Tuchel tak meliriknya bahkan sejak pertandingan di fase grup.


Tak Dapat Kesempatan

Kobbie Mainoo #16 dari Timnas Inggris tiba sebelum pertandingan Grup L Piala Dunia 2026 antara Panama dan Inggris di Stadion New York New Jersey pada 28 Juni 2026 di East Rutherford, New Jersey. (Mattia Ozbot/Getty Images melalui AFP)

Satu langkah kaki Timnas Inggris berada di final Piala Dunia 2026 tatkala Anthony Gordon menjebol gawang Emiliano Martinez pada menit ke-55, menyelesaikan umpan silang Morgan Rogers.

Masih ada sekitar 40 menit sisa waktu pertandingan, tampaknya cukup bagi Inggris untuk menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan atas Argentina. Namun, Lionel Messi dkk. menunjukkan kelas dan mental juaranya.

Saat Inggris unggul 1–0 atas Argentina, Tuchel tidak melirik Mainoo. Sebaliknya, ia pilih memasukkan Ezri Konsa, Dan Burn, dan Nico O’Reilly untuk mencoba membendung permainan impresif Argentina.

Taktik itu memang berhasil saat melawan Meksiko dan Norwegia, tetapi Argentina jelas berbeda dengan peran luar biasa dari Messi. Menjadi bukti bahwa Argentina jelas merupakan lawan yang jauh lebih berat.

Sebelum gol penyeimbang dari Enzo Fernandez tercipta, Inggris menerapkan formasi 5-4-1 dengan enam pemain bertahan di lapangan dan empat di antaranya adalah bek tengah murni.

Setiap kali Inggris berhasil membuang bola keluar dari kotak penalti, bola itu selalu kembali lagi dengan cepat. Tekanan lawan begitu gencar dan tanpa henti.

Tidak ada cara untuk mempertahankan penguasaan bola, kondisi fisik Declan Rice sempat diragukan sebelum laga dan ia akhirnya ditarik keluar tiga menit sebelum gol Fernandez terjadi.

Elliot Anderson dan Jude Bellingham pun sudah kehabisan tenaga dan tidak mampu memberikan kontribusi lebih.

"Tak ada yang melirik potensi Kobbie Mainoo dalam momen tersebut. Situasi yang dianggp mirip dengan MU saat ditangani Ruben Amorim dengan mengabaikan Kobbie Mainoo, berbeda ketika Michel Carrick sukses memaksimalkan perannya," tulis ulasan Sports Illustrated.


Main Vs Prancis?

Aksi Kobbie Mainoo melakoni debutnya di Timnas Inggris saat berhadapan dengan Brasil pada laga uji coba di Stadion Wembley, Minggu (24/3/2024) dini hari WIB. (Dok. Bola.com/Twitter England)

Mainoo menyaksikan semua itu dari bangku cadangan. Sepanjang tujuh pertandingan di Piala Dunia 2026 ini, ia belum bermain satu menit pun. Ia satu-satunya gelandang dalam skuad Inggris yang sama sekali tidak turun ke lapangan.

Selain Mainoo ada bek Trevoh Chalobah, yang juga belum mencatatkan menit bermain.

Maino menunjukkan performa ciamik bersama MU sebelum pentas Piala Dunia 2026. Ia baru tampil sebagai starter untuk pertama kalinya di Premier League 2025/2026, setelah Amorim meninggalkan Setan Merah pada 4 Januari lalu.

Adalah Darren Fletcher yang memasukkan Mainoo ke susunan pemain utama saat kalah dari Brighton & Hove Albion di Piala FA. Michael Carrick kemudian tidak menyia-nyiakan bakatnya.

Carrick memutuskan menurunkan Mainoo sejak awal dalam laga derbi Manchester pada pertandingan pertamanya sebagai pelatih interim, dan talenta binaan klub itu tampil gemilang. Mainoo menjelajahi seluruh penjuru lapangan dan hanya melakukan tiga kesalahan operan sepanjang pertandingan.

Setelah itu, performa Mainoo terus menanjak dan susah tersingkir dari tim utama MU. Ia selalu tampil sejak menit awal di sisa pertandingan Premier League 2025/2026 dan bermain penuh selama 90 menit di hampir semua laga.

"Mainoo mungkin saja masih akan bermain dalam laga perebutan tempat ketiga melawan Prancis. Kedua tim kemungkinan juga akan menurunkan tim lapis kedua, mengingat turnamen yang sesungguhnya sudah berakhir," lanjut Sports Illustrated.


Masa Depan di Timnas Inggris

Gelandang Manchester United asal Inggris bernomor punggung 37, Kobbie Mainoo (depan kiri), mengontrol bola selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Fulham di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, pada 1 Februari 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Tuchel terkesan dengan performa Mainoo di klub hingga akhirnya memanggilnya ke Timnas Inggris untuk pertama kalinya dalam 18 bulan. Ia selalu dimainkan di empat uji coba terakhir menjelang Piala Dunia 2026.

Dengan keberhasilan Manchester United finis di peringkat ketiga Premier League musim lalu dan peran krusial Mainoo di dalamnya, membuat pemainggilannya ke Tiga Singa tidaklah mengejutkan.

Penggemar berharap akan terulangnya kisah sukses seperti saat ia mencuat bersama Inggris di Euro 2024, di mana Mainoo masuk ke skuad utama saat fase gugur dimulai dan tampil cemerlang hingga Inggris mencapai final.

Namun, keberadaan Kobbie Mainoo sejauh ini di Piala Dunia 2026 hanya menjadi penonton di bangku cadangan. 

"Nasibnya di Timnas Inggris masih menggantung selama Tuchel tetap memegang kendali atau belajar dari kesalahan-kesalahan di Piala Dunia 2026," begitu kesimpulan Sports Illustrated.

 

Sumber: Sports Illustrated

Berita Terkait