Faris Aditama, Ikon Lokal Tertua Harus Menepi dari Persik Musim Depan

Usai sudah pengabdian dan kebersamaan Faris Aditama dengan Persik Kediri.

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 19 Juli 2026, 09:30 WIB
Pemain Persik Kediri, Faris Aditama (kiri) berusaha menghentikan pergerakan pemain Arema FC, Dendi Santoso dalam lanjutan pertandingan babak penyisihan Grup D Piala Presiden 2022 antara Persik Kediri menghadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Rabu (15/6/2022). (Bola.com/Arief Bagus)

Bola.com, Kediri - Usai sudah pengabdian dan kebersamaan Faris Aditama dengan Persik Kediri. Setelah sebelas musim mengibarkan panji Macan Putih, ikon lokal tertua asli Kediri itu harus berpisah di BRI Super League 2026/2027 mendatang.

Sosok berusia 38 tahun itu menjadi pemain asal Kediri ketiga yang meninggalkan Persik. Sebelumnya Yusuf Meliana hijrah ke Persebaya. Sementara Vava Mario Yagalo belum menemukan klub baru.

Advertisement

Manajemen Persik sepenuh hati menyampaikan terima kasih kepada Faris Aditama yang pernah merasakan jatuh bangun bersama klub kebanggaan Persikmania tersebut.

Durasi 11 musim membela Persik yang dilakukan Faris Aditama menyamai catatan rekor milik Harianto, sang gelandang legendaris. Kebetulan keduanya pernah menjadi kapten tim di era yang berbeda. Untuk menghormati senioritasnya, para pemain memanggil Faris Aditama dengan sebutan Pak Lik (Om).

"Faris Aditama merupakan sosok pemain, yang tidak hanya menjadi panutan. Tapi juga teladan baik di dalam ataupun luar lapangan. Dia menjadi mentor dalam segi teknis dan sikap," ujar Manajer Tim Persik, Rachmad Tri Kuncara.


Jejak di Persik

Faris Aditama kini dipanggil Pak Lik (paman) oleh rekan setim di Persik sebagai bentuk hormat senioritas. (Bola.com/Gatot Sumitro)

Faris Aditama mulai mengenakan jersey ungu kebesaran Persik pada periode 2010-2015. Saat itu Faris Aditama muda turut membantu perjuangan Persik di kompetisi ISL musim 2014/2015.

Setelah itu Faris Aditama sempat bergabung dengan sejumlah klub di Indonesia. Pada musim 2018/2019, Faris Aditama pulang ke tanah kelahirannya untuk membela Persik yang saat itu baru promosi ke pentas Liga 2. Di akhir musim, Faris Aditama mengantar Persik meraih gelar juara dan promosi ke Liga 1 2020. Prestasi membanggakan ini menjadi awal Faris Aditama mengenakan ban kapten.

"Faris Aditama menghadirkan banyak memori untuk Persik. Sebuah kebanggaan dan kehormatan besar bisa bekerja sama dengan Faris Aditama," ujar Kuncara.

Selama berkostum Persik, Faris Aditama membukukan total 111 penampilan dalam berbagai ajang kompetisi, mencetak sembilan gol dan enam assist. Pemain yang identik dengan nomor punggung 13 itu punya catatan menarik.


Simbol Loyalitas

Pemain Persik menyambut Ramiro Fergonzi yang mencetak gol dari assist Faris Aditama saat mengalahkan Persis 0-1 di Stadion Manahan Surakarta, Senin (23/9/2024). (Bola.com/Gatot Sumitro)

Mulai musim 2019/2020 sampai musim 2023/2024, Faris tidak pernah absen mencetak gol. Di musim 2024/2025, meski namanya tidak masuk papan skor namun Faris masih mencatatkan 1 assist.

Salah satu gol penting yang dicetak Faris Aditama tercipta saat pekan 33 musim 2023/2024. Saat itu gol Faris membawa Persik Kediri unggul atas 4:3 sang tamu PSS Sleman. Sayangnya keunggulan itu terkejar dan kedudukan berubah imbang 4:4.

"Waktu yang sangat panjang. Faris Aditama adalah simbol loyalitas, komitmen serta semangat dari seorang pemain. Nama Faris sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari sejarah emas Persik. Hanya klub legendaris yang memiliki pemain legendaris. Faris akan selalu memiliki tempat khusus di hati para suporter dan klub," pungkas Kuncara. 

Berita Terkait