Usai Kontroversi Spanduk, Argentina Keluarkan Pernyataan Resmi, Siap Terima Sanksi FIFA

Usai kontroversi spanduk "The Falklands are Argentine", kubu Argentina tegaskan siap menerima Sanksi FIFA.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 19 Juli 2026, 06:30 WIB
Selebrasi Timnas Argentina. (Bola.com/Paul ELLIS / AFP).

Bola.com, Jakarta - Timnas Argentina menyatakan siap menerima sanksi dari FIFA menyusul kontroversi yang terjadi setelah kemenangan atas Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026, Minggu waktu setempat atau Senin (20-7-2026) dini hari WIB.

Argentina memastikan tiket ke final setelah membalikkan keadaan dan menang 2-1 atas Inggris di Atlanta, Kamis dini hari WIB lalu. Lionel Messi turut berperan dalam kemenangan tersebut.

Advertisement

Usai pertandingan, para pemain Timnas Argentina merayakan keberhasilan mereka di lapangan. Namun, perhatian kemudian tertuju pada sebuah spanduk bertuliskan "The Falklands are Argentine" yang dibentangkan para pemain.

Aksi tersebut memicu reaksi keras dari sejumlah pihak di Inggris.

Pemimpin Partai Liberal Demokrat, Ed Davey, meminta agar para pemain Argentina dijatuhi sanksi sehingga tidak bisa tampil pada laga final hari Minggu. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, juga mendukung penyelidikan FIFA terhadap insiden tersebut.

Bahkan, sempat muncul usulan agar Argentina dicoret dari partai final sehingga Inggris kembali mendapat tempat. Namun, hingga kini belum ada keputusan seperti itu.


Siap Terima Sanksi

Presiden baru Argentina, Javier Milei, berbicara dari balkon istana pemerintah Casa Rosada pada hari pelantikannya di Buenos Aires pada 10 Desember 2023. (Emiliano LASALVIA/AFP)

Presiden Argentina, Javier Milei, menyatakan negaranya siap menerima konsekuensi atas insiden tersebut. Menurutnya, tindakan para pemain dipengaruhi oleh luapan emosi setelah pertandingan.

"Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina. Apa yang dilakukan para pemain bisa dimengerti karena mereka terbawa emosi," kata Milei dalam sebuah pernyataan.

"Mereka melakukannya dan kemungkinan akan muncul pembahasan mengenai sanksi finansial. Sangat sah bagi para pemain untuk menyampaikan pendapat mereka."

Milei menilai apa yang dilakukan para pemain di lapangan tidak berkaitan dengan urusan diplomasi.

"Dalam skenario terburuk, Argentina akan menerima sanksi finansial sebesar 20.000 paun dari FIFA. Kami akan merebut kembali Malvinas melalui jalur diplomasi dan dengan tindakan yang cerdas," ujar Milei. 


FIFA Masih Pelajari Insiden

Ilustrasi FIFA. (AFP/Sebastien Bozon)

FIFA menyatakan komite disiplin independennya masih mempelajari laporan pertandingan dan mempertimbangkan seluruh keadaan sebelum menentukan langkah selanjutnya.

"Seperti prosedur standar, komite disiplin independen FIFA saat ini sedang menilai laporan pertandingan dan mempertimbangkan keadaan yang relevan sebelum memutuskan kemungkinan langkah lebih lanjut berdasarkan kode disiplin FIFA," bunyi pernyataan FIFA.

Jarak waktu yang singkat antara semifinal pada Rabu dan final pada Minggu membuat proses tersebut menjadi sorotan. 


Kepulauan Falkland Ikut Bersuara

Gelandang Argentina Giovani Lo Celso menunjukkan spanduk bernuansa politik usai semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris. (AFP/Thomas Coex)

Di tengah kontroversi tersebut, anggota Majelis Legislatif Kepulauan Falkland, Jack Ford, turut menyampaikan tanggapannya.

Ia mengatakan video yang memperlihatkan skuad Argentina menyanyikan lagu mengenai Kepulauan Falkland di ruang ganti setelah pertandingan melawan Mesir juga sempat beredar.

"Kami kecewa, meski sayangnya tidak terkejut, dengan tindakan seperti ini karena ini bukan pertama kalinya terjadi," ujar Ford.

Ia juga menegaskan Kepulauan Falkland merupakan Wilayah Seberang Laut Britania Raya yang memiliki pemerintahan sendiri serta membiayai wilayahnya secara mandiri.

Ford menambahkan bahwa dalam referendum mengenai status politik wilayah tersebut pada 2013, sebanyak 99,8 persen warga Kepulauan Falkland memilih tetap menjadi Wilayah Seberang Laut Britania Raya dengan tingkat partisipasi sekitar 92 persen.

Referendum itu, menurutnya, dipantau oleh pengamat internasional independen.

 

Sumber: Express

Berita Terkait