Cinta dan Rasa Hormat Luar Biasa dari Rekan Setim Bisa Bantu Lionel Messi Raih Trofi Piala Dunia Lagi

Lionel Messi berpeluang meraih gelar Piala Dunia kedua di sepanjang kariernya.

Bola.com, New York - Lionel Messi berada di ambang sejarah yang lain. Pemain berjulukan La Pulga itu bisa saja meraih trofi Piala Dunia kedua di sepanjang karier hebatnya. 

Timnas Argentina yang diperkuat Lionel Messi akan menghadapi tantangan dari Timnas Spanyol dalam laga final Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Ne York New Jersey alias Metlife Stadium, New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Sepak bola bukan sekadar taktik di atas papan tulis atau statistik gol yang terpampang di papan skor. Di balik kesuksesan magis Timnas Argentina dalam beberapa tahun terakhir mulai dari Copa America hingga trofi Piala Dunia yang prestisius ada satu bahan bakar utama yang menggerakkan Albiceleste: cinta dan rasa hormat yang mendalam kepada Lionel Messi.

Bagi para pemain Argentina, Messi bukan sekadar kapten yang memakai ban di lengan kiri. Ia adalah poros spiritual, idola masa kecil, dan sosok yang membuat mereka rela berlari hingga paru-paru mereka terasa mau copot.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kerendahan Hati yang Meruntuhkan Tembok Ego

Di dunia sepak bola modern yang penuh dengan ego bintang lima, Lionel Messi adalah sebuah anomali.

Sebagai pemain yang sering disebut sebagai Greatest of All Time (GOAT), Lionel Messi tidak pernah menempatkan dirinya lebih tinggi dari pemain muda yang baru mencicipi caps pertama di Timnas Argentina.

Pemain seperti Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, dan Julian Alvarez tumbuh besar dengan poster Messi di dinding kamar mereka.

Namun, saat masuk ke ruang ganti timnas, mereka tidak menemukan sosok diva. Mereka menemukan seorang pria pemalu yang menyapa mereka dengan senyuman hangat dan memperlakukan mereka sebagai rekan setara.

"Saat pertama kali bertemu Messi, saya gemetar. Tapi dia membuat segalanya menjadi mudah. Dia mengobrol dengan kami seolah kami sudah berteman bertahun-tahun," ungkap Enzo Fernandez dalam sebuah wawancara belum lama ini.

Pemimpin yang Memimpin dengan Tindakan, Bukan Teriakan

Lionel Messi bukanlah tipe kapten yang gemar berteriak-teriak kasar di lapangan untuk menunjukkan otoritasnya. Ia memimpin dengan contoh yang nyata kepada para pemain lain, terutama pemain muda di Timnas Argentina. 

Ketika melihat seorang pemenang Ballon d'Or berkali-kali masih mau turun ke belakang, melakukan pressing, dan berduel fisik demi merebut bola di usia yang tak lagi muda, para pemain lain tidak punya pilihan selain mengikuti jejaknya.

Rasa hormat itu lahir secara alami karena Messi menunjukkan bahwa kepentingan tim berada di atas segalanya.

Giuliano Simeone kagum dengan semangat dan daya juang Lionel Messi. Padahal, legenda Barcelona itu sudah mendapatkan segalanya di sepak bola. 

Seperti diketahui, Lionel Messi sudah meraih semua gelar di level klub dan Timnas. Bahkan, ia juga sudah sekali membawa Timnas Argentina menjuarai Piala Dunia pada edisi 2022. 

"Leo sudah berusia 39 tahun, dia sudah punya semuanya, tapi masih terus bertarung dengan sangat luar biasa," ujar Giuliano Simeone via 433.

Demi Messi, Demi Argentina

Mungkin tidak ada tim di dunia ini yang memiliki tingkat loyalitas kolektif setinggi skuad Argentina saat ini. Sosok seperti Rodrigo De Paul sering kali dijuluki sebagai bodyguard Messi di lapangan, dan itu bukan sekadar lelucon.

Para pemain Argentina secara terbuka mengakui bahwa motivasi terbesar mereka memenangkan trofi bukan hanya untuk negara atau diri mereka sendiri, melainkan untuk melihat Messi tersenyum dan mengangkat piala.

"Kalau Messi meminta kami pergi berperang demi dia, kami akan melakukannya tanpa ragu," kata Rodrigo De Paul.

Hal senada juga pernah diucapkan oleh sang penjaga gawang, Emiliano 'Dibu' Martinez: "Saya ingin memenangkan Piala Dunia untuk Messi. Saya lebih rela dia yang memenangkannya daripada saya sendiri."

Video Populer

Foto Populer