Argentina Kalah di Final, Lionel Messi Tetap Ukir Dua Rekor Bersejarah

Messi menorehkan dua rekor di final Piala Dunia 2026 meski Argentina kalah 0-1 dari Spanyol lewat extra time di New York New Jersey Stadium.

BolaCom | Aga Deta AndityaDiterbitkan 20 Juli 2026, 10:53 WIB
Lionel Messi #10 dari Timnas Argentina bereaksi selama pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York New Jersey pada 20 Juli 2026 di East Rutherford, New Jersey. (Elsa/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Lionel Messi menorehkan dua rekor baru pada final Piala Dunia 2026 meski Argentina gagal mempertahankan gelar. Kapten La Albiceleste itu tetap mencatat sejarah di panggung utama sepak bola dunia.

Laga Argentina vs Spanyol berlangsung di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, dan berakhir 0-1 setelah babak perpanjangan waktu. Ferran Torres menjadi pencetak gol tunggal yang memastikan La Furia Roja merebut trofi.

Advertisement

Hasil tersebut mengantarkan Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua dalam sejarah mereka. Di sisi lain, bintang Inter Miami itu menambah daftar pencapaiannya dengan torehan rekor personal.

Catatan baru tersebut menegaskan konsistensi Messi di level tertinggi selama lebih dari satu dekade. Namanya kembali menguat di jajaran pemain terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia.


Dua Rekor Messi di Final Piala Dunia 2026

Lionel Messi dari Timnas Argentina berjalan melintasi lapangan sebelum pertandingan sepak bola final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Senin (20-7-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Ashley Landis)

Messi tampil pada usia 39 tahun 25 hari di partai puncak Piala Dunia 2026. Angka itu menempatkannya sebagai pemain nonkiper tertua yang pernah tampil pada final Piala Dunia.

Rekor tersebut mematahkan milik Gunnar Gren dari Swedia, yang berusia 37 tahun 241 hari saat bermain di final Piala Dunia 1958 kontra Brasil. Catatan yang bertahan puluhan tahun itu akhirnya diambil alih oleh Messi.

Selain itu, Messi juga menjadi pemain kedua dalam sejarah yang tampil di tiga final Piala Dunia. Ia menyamai legenda Brasil, Cafu, yang bermain pada final edisi 1994, 1998, dan 2002.


Final Ketiga Messi dan Upaya Argentina

Pemain Argentina Lionel Messi bereaksi diakhir pertandingan final Piala Dunia sepak bola antara Spanyol dan Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026. (AP Photo/Matt Slocum)

Final 2026 menjadi partai puncak ketiga bagi Messi setelah edisi 2014 dan 2022. Jarak 12 tahun memisahkan final perdananya pada 2014 dengan final terbarunya di Amerika Serikat.

Sepanjang turnamen, Messi memimpin Argentina sebagai kapten dan kembali membawa La Albiceleste mencapai laga pamungkas. Performa tim mengantar mereka bersaing hingga menit-menit tambahan di New York New Jersey Stadium.

Kali ini, Argentina gagal mempertahankan gelar setelah takluk 0-1 dari Spanyol pada babak perpanjangan waktu. Ferran Torres menjadi pembeda yang memastikan kemenangan La Furia Roja.


Warisan di Panggung Sepak Bola Dunia

Lionel Messi dan Rodri di final Piala Dunia 2026. (AFP/Carl Recine)

Meski harus pulang tanpa trofi, Messi tetap menulis sejarah baru di Piala Dunia. Dua torehan rekor di final 2026 menambah lembar penting dalam perjalanan kariernya.

Catatan tersebut semakin memperkuat warisan Messi sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola. Ia kembali menempatkan namanya di deretan elite ajang akbar tersebut.

Kombinasi usia 39 tahun 25 hari sebagai pemain nonkiper tertua di final dan status tampil di tiga final menyamai Cafu membuat namanya kian lekat dalam buku besar Piala Dunia. Bahkan di malam saat Argentina tumbang, Messi tetap meninggalkan jejak yang sulit disamai.

Berita Terkait