Ulasan Final Piala Dunia 2026: Spanyol Kalahkan Argentina Bukan Kebetulan, Ada Identitas Permainan

Ulasan Luciano Leandro tentang kemenangan Spanyol atas Argentina di laga final Piala Dunia 2026.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 21 Juli 2026, 10:30 WIB
Giuliano Simeone #17 dari Timnas Argentina melepaskan peluang saat pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York New Jersey pada 20 Juli 2026 di East Rutherford, New Jersey. (Carl Recine/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Timnas Spanyol sukses menutup perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan meraih gelar juara. La Furia Roja menekuk Argentina 1-0 pada partai final di New York-New Jersey Stadium, Senin (20-7-2026) dini hari WIB.

Gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106 menjadi penentu kemenangan Spanyol dalam pertandingan yang berlangsung hingga babak perpanjangan waktu tersebut.

Advertisement

Hasil itu sekaligus memastikan pasukan Luis de la Fuente menjuarai dunia tanpa sekalipun menelan kekalahan sepanjang turnamen sepak bola empat tahunan tersebut.

Legenda PSM Makassar, Luciano Leandro, menilai keberhasilan Spanyol bukan terjadi secara kebetulan.

Menurut pelatih asal Brasil itu, identitas permainan yang kuat jadi fondasi utama La Furia Roja di Piala Dunia 2026.


Identitas Permainan

Selebrasi Ferran Torres usai mencetak gol untuk Timnas Spanyol saat melawan Timnas Argentina dalam laga final Piala Dunia 2026 di Metlife Stadium, New Jersey, Senin (20/7/2026). (AFP/David Ramos)

Luciano menyebut Spanyol tampil sebagai tim yang memiliki filosofi bermain sangat jelas. Pelatih Luis de la Fuente dinilai berhasil membangun skuad yang disiplin dan konsisten menjalankan rencana permainan.

"Menurut saya, kunci keberhasilan Spanyol di Piala Dunia 2026 adalah identitas permainan yang sangat kuat di bawah Luis de la Fuente," ujar Luciano Leandro kepada Bola.com, Selasa (21-7-2026).

"Mereka bermain disiplin, kompak, menguasai bola dengan baik dan selalu tahu kapan harus menyerang maupun bertahan. Spanyol sangat layak meraih trofi juara tahun ini."

"Yang paling penting, Spanyol tampil sebagai sebuah tim, bukan hanya mengandalkan individu," lanjut mantan pemain Persija Jakarta tersebut.


Yamal Diprediksi Jadi Bintang Dunia

Lamine Yamal dari Spanyol memberi isyarat selama pertandingan babak 32 besar Piala Dunia melawan Austria di Inglewood, California, dekat Los Angeles, Jumat, 3 Juli 2026. (AP Photo/Andre Penner)

Selain kekuatan kolektif tim, Luciano memberikan pujian kepada wonderkid Spanyol, Lamine Yamal. Pemain berusia 19 tahun tersebut mampu tampil matang, meski usianya masih sangat belia.

Luciano menilai Yamal memiliki kualitas komplet, dari kreativitas hingga ketenangan dalam mengambil keputusan di lapangan. Membuatnya layak disebut sebagai satu di antara pemain paling menonjol sepanjang turnamen.

"Lamine Yamal juga tampil luar biasa. Di usia yang masih sangat muda, dia menunjukkan kualitas, keberanian, kreativitas dan kedewasaan dalam mengambil keputusan," pujinya.

"Saya yakin dia akan menjadi salah satu pemain terbaik dunia dalam beberapa tahun ke depan," sebut pelatih berusia 60 tahun tersebut.


Juara Tanpa Terkalahkan

Pemain Spanyol merayakan kemenangan dengan trofi setelah pertandingan final Piala Dunia sepak bola antara Spanyol dan Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026. (AP Photo/Julio Cortez)

Spanyol menutup turnamen dengan catatan impresif, yakni tidak terkalahkan sepanjang Piala Dunia 2026. Sebelum final, mereka membukukan enam kemenangan dan satu hasil imbang.

Di fase gugur, Rodri dkk. menyingkirkan Austria, Portugal, Belgia, serta Prancis sebelum akhirnya menundukkan Argentina di partai final.

Gelar ini merupakan trofi Piala Dunia kedua dalam sejarah Spanyol. Sebelumnya, La Roja kali pertama meraihnya pada edisi 2010 di Afrika Selatan.

Berita Terkait