Berapa Biaya yang Harus Dibayar MU jika Memecat Michael Carrick?

Berapa biaya yang harus dikeluarkan MU untuk memecat Michael Carrick?

Bola.com, Jakarta - Michael Carrick mulai berada dalam tekanan setelah Manchester United mengawali musim 2026/2027 dengan hasil yang mengecewakan.

Satu-satunya kemenangan dalam lima laga pertama Premier League datang saat menghadapi Ipswich Town, sedangkan kekalahan dari Hull City dan hasil imbang melawan Fulham turut mewarnai awal musim Setan Merah.

Kekalahan di kandang sendiri dalam derbi Manchester juga membuat situasi Carrick makin mendapat sorotan.

Kini, jeda internasional menjadi kesempatan bagi sang pelatih untuk melakukan pembenahan sebelum MU kembali bertanding.

Musim ini memang belum berjalan seperti yang diharapkan Carrick.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Performa Carrick

MU sempat membuka kiprah di League Phase Liga Champions dengan kemenangan atas Sabah, tetapi langkah mereka di Carabao Cup justru terhenti setelah Brighton & Hove Albion membalikkan keadaan, meski sempat tertinggal 0-2.

Situasi tersebut berbeda dengan pencapaian Carrick pada musim sebelumnya.

Saat berstatus pelatih interim, ia membawa Setan Merah naik dari luar posisi zona Liga Champions hingga finis di peringkat ketiga.

Pencapaian itu kemudian mengantarkan Carrick ke posisi permanen setelah MU memecat Ruben Amorim pada Januari.

Pergantian tersebut terjadi setelah Amorim membawa MU menjalani periode yang mengecewakan, sementara performa tim justru membaik pada paruh kedua musim setelah ditangani Carrick.

Tanggungan MU

Pemutusan kontrak Amorim ternyata tetap membutuhkan biaya besar. Berdasarkan laporan keuangan MU yang dirilis pada Rabu kemarin, klub membayar total 8,2 juta paun (setara Rp194,3 miliar) kepada Amorim dan tim kepelatihannya.

Ketika dilepas, Amorim masih menyisakan 18 bulan dalam kontraknya.

Football Italia melaporkan MU seharusnya mengeluarkan 16,7 juta paun untuk membayar sisa kontrak tersebut jika Amorim tidak segera mendapatkan pekerjaan baru.

Namun, situasi itu berubah setelah Amorim bergabung dengan AC Milan, Juni lalu. MU pun tidak perlu menanggung seluruh kewajiban yang sebelumnya diperkirakan muncul dari sisa kontraknya.

Mengulang Kasus Amorim?

Persoalan finansial serupa bisa kembali dihadapi MU jika mereka memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Carrick.

Carrick baru menandatangani kontrak dua tahun pada musim panas dan dilaporkan menerima gaji sekitar 6,5 juta paun.

Angka tersebut menjadikan Carrick sebagai pelatih dengan bayaran tertinggi kedelapan di Premier League.

Dengan masa kerja yang baru memasuki bulan ketiga dari kontrak 24 bulan, pemecatannya dapat membuat MU harus membayar kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku dalam kontraknya.

Besaran pasti kompensasi tersebut belum diketahui karena detail kontrak Carrick tidak seluruhnya tersedia untuk publik. Kesepakatannya juga memiliki opsi perpanjangan hingga musim panas 2029 yang dapat menjadi bagian dari perhitungan.

Spekulasi mengenai masa depan Carrick pun makin menguat di tengah hasil yang belum memuaskan.

Jika MU benar-benar mengambil keputusan untuk mengganti pelatih, klub berpotensi kembali menghadapi biaya pemutusan kontrak seperti yang terjadi ketika Amorim diberhentikan.

 

Sumber: Sportbible

Video Populer

Foto Populer